Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
85


__ADS_3

"Zayn!" pekik Gia saat dia terjatuh di pangkuan Zayn. Ia berusaha bangkit dari pangkaun Zayn. Namun, Zayn memeluk tubuhnya begitu erat.


"Kau cemburu, hemm?" tanya Zayn. Ia semakin mengeratkan pelukannya.


"Cemburu untuk apa?" tanya Gia sambil memalingkan tatapannya kearah lain.


"Lihat aku!" titah Zayn. Ia menarik tangan Gia dan menaruhnya kebelakang lehernya. Hingga sekarang, posisi Gia memeluk leher Zayn dan mau tak mau Gia pun melihat ke arah Zayn.


"Kau cemburu, hemm?" tanya Zayn lagi.


" Cemburu untuk apa?"


"Dengarkan aku dan jangan menyela ... Di foto itu, adalah mantan istriku," ucap Zayn. Ia menghentikan sejenak ucapannya karena ingin melihat reaksi Gia.


Mendengar ucapan Zayn, Mata Gia membulat, mulutnya menganga. Dia masih terkejut dengan apa yang Zayn ucapkan.


"Ma-mantan istri?" tanya Gia.


Zayn mengangguk, "Ya, dia mantan istriku. Dia mengkhianatiku dengan sahabatku ...."


Zayn pun menjelaskan semua pada Gia, tentang permasalahnya dengan Alisia, Toni dan apa yang baru saja di alaminya hingga ia babak belur.


Lagi-lagi, Gia membulatkan matanya saat mendengar semua ucapan Zayn. tiba-tiba hatinya dilanda kelegaan karena mengetahui bagaimana Alisia.

__ADS_1


"Jadi kau tak cemburu lagi kan?" tanya Zayn.


Seketika Gia menunduk, lidahnya terlalu kelu untuk menjawab pertanyaannya pada Zayn. Bagaimana dia menjawab, jika dia sendiri masih ragu dengan apa yang di rasakannya.


Zayn menarik dagu Gia agar Gia melihat ke arahnya, ia mengecup bibir Gia sekilas, membuat Gia terkesiap.


"Kau tak perlu menjawab apa pun, cukup terima saja apa yang akan aku berikan padamu kau han ...." perkataan Zayn terputus saat Gia mengecup bibirnya. Kali ini Zayn yang membulatkan mata, ini pertama kalinya Gia menciumnya.


Saat Gia akan menjauhkan wajahnya, Zayn dengan cepat menahan tengkuk Gia. Lidahnya mengetuk mulut istrinya, menggodanya untuk segera membuka mulut, godaanya berhasil. Gia membuka mulutnya, dan meladeninya.


Mereka berciuman begitu lembut, Tanpa melepaskan ciumannya, Zayn bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ranjang. Ia menidurkan Gia, lalu dia melepaskan ciumannya dan bangkit untuk membuka kaos dan celananya.


"Za-Zayn, kau mau apa?" tanya Gia terbata-bata.


Gia yang merasa risih dengan posisi Zayn langsung bangkit dari berbaringnya hingga kini ia duduk dengan menyender kebelakang.


Zayn tersenyum, justru posisi ini akan lebih memudahkannya. Ia pun membuka paha Gia, membuat Gia menjerit karena kaget dengan apa yang di lakukan Zayn. Tapi, Zayn tak perduli. Ia langsung menciumi perut Gia bertubi-tubi. "Aku hanya ingin mencium anak kita, apa salahnya," kilah Zayn.


Dengan polosnya Gia mengangguk karena percaya kata-kata Zayn, ia tersenyum. Tangannya mengelus rambut Zayn.


Namun tak lama, senyuman Gia berubah menjadi lenguhan kala Zayn menyingkap dresnya dan menjilat pahanya.


Gia menutup mulut saat tak sengaja mengeluarkan lenguhan. Zayn yang menyadari Gia menutup mulut, langsung bangkit dari posisinya, ia menarik lembut tangan Gia.

__ADS_1


"Jangan pernah menahannya lagi, Sayang. Akan ku jadikan kau ratu malam ini," ucap Zayn, ia berbisik dengan nada sensual, bahkan ia menjilat telinga istrinya. Belum Gia menjawab. Zayn sudah kembali ke posisi semula. Ia mempermainkan bagian sensitif Gia dengan lidahnya.


Gia menelisik rambut Zayn, otaknya ingin menolak apa yang di lakukan Zayn. Namun, badannya tak sinkron dengan otaknya. Badannya dengan baik menerima apa yang Zayn lakukan .


••


Keesokan harinya.


Zidan mengernyit heran saat Sonya tak ada di meja makan. Biasanya Sonya sudah berada di meja makan, sebelum dirinya turun.


Zidan pun memutuskan untuk menyusul ke kamar Sonya.


"Mom ... Mom!" panggil Zidan. Karena Sonya tak membalas, ia pun memutar handle pintu. Ternyata pintu tak di kunci, sehingga Zidan pun bisa masuk.


"Mom!" teriak Zidan saat melihat Sonya berbaring di lantai, karena pingsan tak sadarkan diri.



Zayn



Gia morenav

__ADS_1


__ADS_2