
Setela kepergian sang adik, Gabriel mendudukkan dirinya di sofa. Gabriel mengadahkan kepalanya ke atas kemudian memegang dadanya.
3 tahun berlalu bukan waktu yang mudah untuk Gabriel. Ariana adalah cinta pertamanya, selain cintanya tak terbalas, ia juga mendapatkan kenyataan yang cukup memilukan. Ternyata, Ariana ... Wanita yang di cintainya adalah adik kandungnya sendiri.
“Ashhhh!” teriak Gabriel, saat rasa sesak yang di rasakan semakin menjadi-jadi. Selama 3 tahun ini, otaknya hanya di penuhi dengan nama Ariana ... Ariana.
“Ameliaa ....” Rahang Gabriel mengeras saat mengingat nama Amelia. Karena Amelialah, rencana yang di susun rapih oleh Gabriel gagal hingga Ariana jatuh kepelukan lelaki lain.
•••
“Bagaimana Gabby, apa kau berhasil membujuk Gabriel pulang?” Tanya Simma saat Gabby masuk kedalam mansion.
Gabby menggeleng, matanya mulai berkaca-kaca. “Aku di usir lagi olehnya,” Gabby menjawab lesu. Ia tersenyum, tapi hatinya teriris perih. Keluarganya sudah tak sehangat dulu lagi karena tak ada Gabriel dan itu membuat semua bersedih.
Simma maju ke arah Gabby, ia memeluk putrinya. Sepasang ibu dan anak itu menangis, Gabriel benar-benar telah menutup hatinya.
__ADS_1
Stuard yang datang dari dalam langsung menghampiri istri dan anaknya. Ia memeluk Simma dan Gabby secara bersamaan.
“Gabriel pasti akan kembali pada kita,” ucap Stuard menenangkan anak dan istrinya. Walaupun dia sendiri tak yakin dengan ucapannya. Ia pun sudah sering datang menemui putranya. Namun, Gabriel juga menolak untuk bertemu dengannya.
“Dad, apa kau belum menemukan dimana Gabriel menyembunyikan Amelia?” Tanya Simma. Sejak kejadian itu, Amelia menghilang. Tepatnya bukan menghilang melainkan di sembunyikan orang Gabriel.
Stuard menggeleng. “Anak buahku tak berhasil menemukannya. Orang-orangku pun sudah mencari ke seluruh penjuru Rusia. Tapi, Amelia tak ada. Aku berusaha menghack cctv apartemen Gabriel. Tapi, tak bisa. Gabriel sudah memasang keamanan yang canggih.”
Ada raut wajah sedih di wajah Stuard, ia tak menyangka sang putra akan berubah sederastis ini. Gabriel yang awalnya sangat manis berubah menjadi Gabriel yang bahkan tak pernah terduga dari sebelumnya.
“Sedang apa dia?” Tanya Gabriel pada orang yang di telponnya. “Katakan padanya, dia harus bersiap-siap padanya. Karena aku akan datang malam ini.” Setelah mengatakan itu, Gabriel mematikan panggilannya.
“Rasanya aku sudah lama tak bermain-main denganmu.” Gabriel menyeringai. Hari ini ia akan menyalurkan kekesalannya lagi.
•••
__ADS_1
“A-apakah Ga-Gabriel akan kemari lagi?” Tanya Amelia. Tubuhnya bergidik. Ia bahkan tak mampu untuk mendengarkan jawaban dari kepala pelayan yang tadi memberitahukan bahwa akan Gabriel datang.
“Tuan Gabriel meminta anda untuk bersiap-siap seperti biasa.”
“A-aku me-mengerti,” jawab Amelia dengan gugup. Setelah kepala pelayan pergi dari kamarnya. Tubuh Ariana luruh kebawah, ia mendudukan dirinya lantai, ia harus menghadapi Gabriel lagi.
“Tuhan, tolong aku,” kata Amelia. Jantungnya ketar-ketir. Ia meringis. Membayangkan jika ia menatap Gabriel lagi.
Dengan tubuh yang lesu, Amelia bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Saat berada di kamar mandi, Amelia langsung berendam di bathube, Sekuat apa pun ia menahan tangisnya. Akhirnya, tangisnya keluar. Ia hanya menyelamatkan Ariana. Tapi, malah yang terjerumus dan mendapat kebencian dari Gabriel.
Ini sungguh tak adil, ia tak bersalah. Tapi, ia harus menanggung kepahitan, kegetiran selama 3 tahun ini.
Sungguh ini sangat menyakitkan.
__ADS_1