
Zyan menggeliat dari tidurnya, Ia mengerjap-ngerjap matanya. Ia melihat ke samping, dimana istrinya sedang bergulung di pelukannya.
Zayn menghela napas saat melihat jam, waktu menunjukan pukul 11 siang.
Hampir 3 jam ia dan istrinya tertidur, tentu saja setelah mereka melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan.
Padahal, Zayn sedang banyak pekerjaan. Tapi, ia tak bisa melawan pesona istrinya. Hingga ia menekan tombol dan membawa istrinya ke kamar yang berada di ruangannya.
Perlahan, Zayn menempatkan kepala Gia ke bantal dan menutupi tubuh istrinya yang polos dengan selimut, tak lupa dia mencium perut istrinya. Dengan gerakan pelan, Zayn pun turun dari ranjang karena takut membangunkan Gia.
Ia kembali memakai pakaiannya, dan keluar untuk meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda.
•••
Zidan menyenderkan tubuhnya kebelakang. Ia mencoba fokus pada pekerjaanya. Namun, tetap saja ia tak bisa. Kata-kata Gia masih terngiang-ngiang di kepalanya.
Ia memegang dadanya yang terasa nyeri. Kenapa ia tak bisa melupakan Gia, mereka hanya berpacaran sebentar. Tapi kenapa, rasa cintanya masih membekas.
Zidan bangkit dari duduknya, ia memakai kembali jasnya dan menyambar kunci mobil. Ia memutuskan untuk pergi sejenak.
Ia butuh udara segar, untuk melepaskan penatnya.
•••
Gia terbangun. Ia membuka matanya. Suaminya tak ada di sampingnya. Ia yakin, suaminya sudah kembali bekerja.
Gia pun turun dari ranjang, ia berjalan ke arah kamar mandi, untuk menyegarkan diri. Tubuhnya begitu lengket.
Gia mengisi air di dalam bathub, setelah air terisi, ia menambahkan beberapa aroma terapi, untuk merilekskan diri.
__ADS_1
Saat sedang berendam, Gia tersenyum. Rasa haru menyeruak dalam dadanya saat mengingat kehidupannya.
Ia yang hanya seorang wanita biasa, bisa bersanding dengan seorang milyarder. Tentu saja, ia pun sadar, bahwa kisahnya dengan suaminya tak mulus dan penuh dengan air mata.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Zayn yang tiba-tiba masuk. ia sudah bertelanjang bulat, berniat mandi dengan istrinya.
Sesudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia pun masuk kembali kedalam kamar pribadinya.Saat melihat ranjang kosong, ia pun sudah menduga bahwa istrinya sedang di kamar mandi.
"Dad, kau mau apa?" tanya Gia dengan waspada. Ia takan sanggup jika harus meladeni suaminya lagi.
"Memangnya apa lagi. Tentu saja, aku ingin mandi bersamamu," jawab Zayn. Gia yang mengerti suaminya ingin berendam lansung menggeser tubuhnya kedepan memberi ruang untuk suaminya. Dan kini, posisi Gia membelakangi suaminya.
"Kenapa kau tersenyum, hmm?" tanya Zayn. Ia menaruh kepalanya di bahu, Gia, tangannya terulur mengelus perut istrinya.
Gia menyenderkan punggungnya ke dada Zayn, ia sedikit berbalik dan mengecup bibir suaminya.
"Aku hanya tak menyangka. Aku berada di titik ini. Pernah hampir gila karena ulahmu, pernah ingin mengakhiri hidupku karena mu. Tapi kini, aku jatuh di pelukanmu," ucap Gia. Ia mengangkat tangannya untuk melihat cincin yang Zayn sematkan saat pernikahan dulu, "Dulu, kau memasangkan cincin ini secara paksa. Tapi kini, aku tak mau melepasnya," sambungnya lagi.
"Kau bahagia bersamaku sekarang?" tanya Zayn sambil mencium pipi istrinya dari samping.
"Sangat bahagia. Terlebih lagi aku menjadi orang kaya sekarang," jawab Gia dengan tertawa.
"Semua hartaku milikmu, Sayangku,"
"Daddy, kau bahagia bersamaku?" Gia berbalik bertanya pada suaminya.
"Bahagiaku, lebih dari bahagiamu," jawab Zayn. Ia mencium pipi istrinya dari samping
"Kalau begitu, mau kah kau mengabulkan keinginanku?" tanya Gia.
__ADS_1
Zayn tampak berpikir, "Selama aku mampu, aku akan memberikan semuanya padamu."
"Permintaanku hanya sederhana, bisakah kau berbicara berdua dengan Zidan. Aku melihat, dia begitu menyayangimu, walau kau sering menyakitinya, tapi dia sama sekali tak dendam padamu. Kau mengertikan maksudku, Daddy."
"Sayang, kau membelanya?" tanya Zayn.
Gia menepuk keningnya, kenapa susah sekali untuk berbicara dengan suaminya, jika menyangkut Zidan.
"Daddy, aku tau. Kau mulai menyayangi adikmu ... Lepaskan gengsimu. Aku tau, kau pun lelah dengan hubungan kaku kalian. Jadi, sebagai kaka, bukankah kau yang seharusnya membuka ruang untuk hubungan kalian?" ucap Gia. Ia berusaha memberi pengertian pada suaminya.
Zayn terdiam, yang di ucapkan istrinya memang benar. Tapi, tentu saja tak mudah untuk Zayn. Mereka terlibat konflik selama 27tahun, dan akan terasa canggung dan aneh, jika mereka bersikap seolah tak ada yang terjadi.
Setelah sekian lama mereka berendam, akhirnya mereka pun membersihkan diri, tak ada yang terjadi sama sekali. Mereka benar-benar hanya mandi.
•••
"Apa ini cukup?" tanya Zayn pada Gia. Saat ini mereka sedang berada di supermarket. Setelah, pulang dari kantor Gia mengajak suaminya untuk berbelanja susu hamil, karena stok susunya sudah habis.
Gia menganguk, "Aku ingin mencoba varian rasa yang baru. Jadi aku hanya akan membeli beberapa kotak saja," jawab Gia.
Zayn pun mengangguk-ngangguk kepalanya. Tiba-tiba, ada yang memanggil nya dari samping. Zayn dan Gia pun menoleh.
Mata Zayn membulat sempurna saat melihat siapa yang memanggilnya. Wanita yang memanggilnya adalah wanita yang dulu sering menghangatkan ranjangnya.
Tubuh Zayn menegang,. Bagaimana jika istrinya tau tentang ini, Ia bergidik, bagaimana jika Gia melakukan sesuatu dengan senjatanya.
"Habislah aku!"
Tenang gengs, ga ada konflik lagi kok. Tinggal happy happy an aja. .
__ADS_1
Zidan sama Audrey tetep post di aplikasi ini, Kok. Asal kalian terus semangatin aku.
Ini aku udah up dari siang. Tapi, mash lulus review. jadi dri tadi trus aja aku up.