
Setelah Sonya keluar, tinggalah Zidan dan Albert di dalam mansion.
"Zidan!" panggil Albert saat Zidan akan naik ke kamarnya.
Zidan pun menoleh pada Albert, tak ada lagi rasa hormat di diri Zidan pada Albert, semua rasa hormatnya sudah terkikis saat mengetahui bahwa Albert adalah orang yang super egois.
"Apa kau sudah bertemu pamanmu?" tanya Albert. Ia sudah pasrah saat anak buahnya mengatakan bahwa Josh kabur.
"Itu bukan urusanmu, Dad. Semua takan lagi sama walau kau menyesal seumur hidupmu." Untuk pertama kalinya, Zidan berbicara dengan nada dingin dan datar pada Albert.
Albert menghela napas, inilah yang dia takuti ketika anak-anaknya tau yang sebenarnya.
Setelah mengucapkan itu, Zidan berbalik dan kembali melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamarnya.
Setelah Zidan pergi, Albert pun menyusul Sonya yang masih berada di luar.
Tubuhnya terpaku saat mendengar jawaban Sonya pada Santosh, ia mendengar tak ada keterkejutan dari nada bicara Sonya, menandakan bahwa Sonya sudah mengetahui semuanya.
__ADS_1
•••
Sonya menghela napas sejenak, Ia pun melanjutkan langkahnya.
"Sonya kita perlu bicara," ucap Albert. Ia menarik tangan Sonya saat Sonya melewati tubuhnya.
Sonya berbalik, ia menepis tangan Albert. "Albert, aku lelah. Kita bisa bicara lain waktu."
Albert menatap lekat-lekat Sonya. Ia baru menyadari bahwa Sonya terlihat sangat kurus. Wajahnya begitu pucat, bahkan terlihat gurat kesedihan di mata Sonya.
Setelah menepis tangan Albert, Sonya pun berbalik dan kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Sonya mengetahui semuanya saat ia tak sengaja mendengar ucapan Josh dan Albert saat Josh dan Albert bertemu di restoran, itu kali pertamanya Albert bertemu Josh setelah Josh kembali ke Rusia.
Karena masih ambigu dengan percakapan Josh dan Albert, Sonya pun diam-diam memoto Josh dan menyuruh anak buahnya menyelidiki Josh.
Dunia Sonya runtuh saat mengetahui yang sebenarnya, ia hancur. Ingin dia mengutuk semesta yang tak pernah berpihak padanya, cobaan benar-benar tak berhenti menghampirinya.
__ADS_1
Terlalu lelah untuk mengeluh, menerima garis takdir adalah hal terbaik. Yang bisa Sonya lakukan sebelum ajal menjemputnya. Ia tak tau sampai kapan ia bertahan. Hanya satu keinginannya, ia hanya ingin kedua putra tirinya hidup dengan akur dan rukun, dan setelah itu terjadi, Sonya akan pergi dengan damai.
•••
Zayn terbangun saat Gia memeluk tubuhnya, kaki Gia sudah berada di atas paha Zayn, rupanya Gia sudah sudah tertidur dengan pulas hingga ia tak sadar.
Perlahan, Zayn menurunkan kaki Gia. Ia berbalik dengan perlahan, kini posisi mereka berhadap-hadapan.
Zayn merapikan rambut Gia yang menutupi wajahnya, ia menatap lekat-lekat wajah Gia, ada debaran aneh saat Zayn menatap Gia.
Tiba-tiba, kaki Gia menyenggol bagian tubuh Zayn yang berada di bawah, membuat bagian itu langsung menegang.
Tiba-tiba, Zayn teringat saat pertama kali ia menyentuh Gia saat mereka di Bali, itu adalah hal pertama kalinya Zayn menjamah tubuh wanita yang masih suci, hatinya begitu senang dan bangga.
Ia menggeleng menyadarkan pikiran mesumnya. Tanpa sadar, Zayn pun melingkarkan tangannya ke pinggang Gia, hingga mereka kini berpelukan, Zayn tak memikirkan bagaimana reaksi Gia nanti saat Gia terbangun dalam posisi sedang berada di dekapan Zayn, tentu saja Gia akan mengamuk.
Karna pergerakan tangan Zayn, Gia pun membuka mataya, benar saja, Gia langsung berteriak saat Zayn memeluknya. Bahkan Ia mendorong Zayn, hingga Zayn terjatuh ke bawah, tentu saja Zayn meringin kesakitan
__ADS_1
Zayn ...