Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
139


__ADS_3

Saat masuk kedalam sekolah Arletta. Kening Zidan mengernyit heran saat melihat sosok wanita yang berada di depan kelas.


Hanya dari belakang saja ia bisa tau bahwa wanita yang berada di depannya tersebut adalah Audrey sekretarisnya.


Bukankah Audrey tadi meminta ijin dengan alasan untuk menjemput saudaranya di bandara. Tapi, kenapa Audrey malah di sini.


Zidan terus menatap punggung Audrey, ia pun maju ke arah samping, guna memastikan itu Audrey atau bukan. Dan benar saja, itu Audrey.


"Mommy!" ulang Zidan dalam hatinya saat ada anak kecil memanggil Audrey dengan kata-kata Mommy.


Ia pikir, Audrey masih lajang. Tapi ..


"Kaka!" panggil Arleta dengan suara yang sedikit keras, membuat Audrey dan Kelly menoleh.


Tubuh Audrey terdiam. Ia terpaku, dan tubuhnya menegang saat melihat Zidan yang juga sedang melihat ke arahnya.


Audrey mengigit bibir bawahnya, saat ia melihat Zidan yang sedang menatap Kelly.


"Mommy!" panggil Kelly lagi menyadarkan Audrey.


"Ya, Sayang," jawab Audrey sambil melihat ke arah Kelly.


Zidan tersadar saat Arleta menggenggam tangannya. Ia pun membalas genggaman tangan Arleta dan mengajak Arleta untuk maju ke arah Audrey

__ADS_1


"Nona Audrey," panggil Zidan saat mendekat ke arah Audrey.


Audrey yang sedang melihat ke arah Kelly pun mengangkat kepalanya saat Zidan memanggilnya. "Ya, tuan Zidan," jawab Audrey.


Diam-diam, Kelly tersenyum saat melihat Audrey dan Zidan. Namun, tak lama ia meringis karena Audrey menggenggam tangannya begitu erat. Ya, saat ini jantung Audrey berpacu dua kali lebih cepat saat Zidan melihat intens pada Kelly.


"Apa dia putrimu, Nona Audrey?" tanya Zidan. Hati Zidan kembali bergetar saat melihat irish mata milik Kelly.


Audrey mengigit bibir bawahnya saat Zidan bertanya. "Ya, Tuan Zidan. Ini putri saya," ucap Audrey.


"Hai, kita belum berkenalan secara resmi. Siapa namamu Sayang?" tanya Zidan pada Kelly. Ia menekuk kakinya dan menyetarakan diri dengan Kelly.


"Namaku Kelly, Uncle," jawab Kelly pada Zidan. Lelaki yang selama ini ia rindukan. Lagi-lagi, Zidan terpaku saat melihat senyuman Kelly. Seperti ada sesak dan bahagia yang tak terlihat dan datang secara bersamaan.


Ia melihat Kelly, lalu memalingkan tatapannya ke arah lain matanya sudah berkaca-kaca, Karena melihat interaksi Kelly dan Zidan.


•••.


Setelah mengantar Kelly ke apartemennya. Audrey pun kembali ke kantor. Tepat saat ia akan memencet tombol lift untuk naik, Zidan muncul dan ikut naik bersama Audrey.


•••


"Nona Audrey!" panggil Zidan saat berada di dalam lift.

__ADS_1


"Ya Tuan Zidan," jawab Audrey.


Zidan yang sedang berdiri di depan Audrey langsung melangkah mundur menyetarakan diri dengan Audrey.


"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Zidan.


Kening Audrey mengernyit saat mendengar ucapan Zidan yang tak memakai bahasa formal.


"Bisakah kita seperti teman?" tanya Zidan.


"Maksud anda Tuan?" tanya Audrey masih tak mengerti dengan apa yang Zidan ucapkan.


"Mulai sekarang, kau bisa memanggilku dengan namaku langsung, tanpa embel-embel Tuan."


Mendengar ucapan Zidan, Mata Audrey membulat. Tanpa sadar, Audrey memandang Zidan dengan tatapan terkejut.


"Maksud anda, Tuan Zidan?" tanya Audrey.


"Aku merasa tua saat kau memanggilku Tuan. Jadi bisakah kita berteman saja, seperti kau dan Josh?" tanya Zidan lagi.


Belum Audrey membalas ucapan Zidan. Tiba-tiba, terdengar dentuman yang cukup keras, dan tak lama lift yang sedang mereka naiki berhenti.


Scrool lagi.ya

__ADS_1


__ADS_2