
Mendengar ucapan Justin tentang anak. Hati Ariana menghangat. Kemudian wajah yang tadi berseri-seri berubah menjadi meredup. “Mister, apa jika kita memiliki anak, apa mereka tidak akan malu memiliki ibu yang cacat sepertiku?” lirih Ariana dengan tersenyum getir.
Justin menegakkan tubuhnya. Lalu kembali menciumi pipi Ariana dari samping. “Mereka akan sangat bangga kepadamu, Sayang. Kau pasti menjadi ibu terhebat untuk mereka.” Kata Justin. Ia bangkit dari duduknya. Kemudian berpindah ke sisi sebelah kanan. Hingga kini ia dan Ariana duduk saling berhadap-hadapan.
Justin mengulurkan tangan dan mengarahkan Ariana untuk duduk di pangkuannya. Hingga kini, posisi mereka sangat intim. Bahkan Ariana bisa merasakan bahwa milik Justin sudah menegang bahkan menggesek-gesekan senjatanya.
“Mi-misterrr!” lirih Ariana dengan terbata-bata. Ketika posisi mereka sangat intim. Bahkan sekarang, Justin sudah bermain di leher Ariana.
“Kau hanya perlu menikmatinya, Sayang,” bisik Justin dengan nada sensual. Membuat Ariana menggigit bibirnya. dimata Ariana, saat ini, Justin sangatlah seksi.
Setelah mengatakan itu, Justin kembali bermain di leher Ariana. Ia mengecup kecil-kecil leher istrinya. Ariana melenguh, tanpa sadar. Perlahan, Ariana menelisik rambut Justin dan memejamkan matanya. Menikmati apa yang Justin lakukan.
Setelah puas bermain dengan leher Ariana. Justin menegakkan kepalanya. Mata Ariana dan mata Justin saling mengunci. Perlahan, Justin mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana lalu mencium bibir istrinya.
Sejenak, Justin menempelkan bibirnya tanpa menggerakkannya ke mulut istrinya. Lalu, ia mulai memasukan lidahnya, menggoda lidah Ariana untuk ikut bergerak.
__ADS_1
Ariana terhanyut, Ia mulai membalas ciuman Justin. Mereka sama-sama terhanyut. Ciuman yang semula hanya ciuman ringan. Berubah menjadi ciuman panas. Tangan Justin tak tinggal diam. Ia mulai menggoda tubuh istrinya.
Shittt! ini begitu nikmatt.
Tidak! Justin tak bisa menahannya lagi. Ia melepaskan tautan bibirnya. kemudian bangkit dari bathube dan mengajak Ariana bangkit.
“Sayang ayo lanjutkan di dalam,” kata Justin wajahnya sudah memerah karena menahan gairah.
Ariana pun mengangguk ia menerima uluran tangan Justin. Setelah Ariana berdiri, Justin mengambil handuk lalu mengeringkan tubuh Ariana dan tubuhnya.
“kau percaya padaku?” tanya Justin. Ariana pun mengangguk.
Kini, Justin menindih tubuh istrinya. Lalu mencium bibir Ariana. Mereka berciuman begitu lembut.
Setelah puas mencium bibir istrinya, Justin berpindah, ia mulai bermain di leher istrinya. mengecupnya kecil-kecil. Lalu, ciumannya mulai berpindah pada payudarrra Ariana. Ia bermain disana dengan pelan. Namun terkadang beringas. Ariana tak mengerti dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Ia bahkan menekan kepala Justin, seolah mengatakan Justin harus bermain lebih dalam.
__ADS_1
Perlahan, ciuman Justin turun ke bawah. Ia mengecup seluruh bagian bawah. Hingga kini, wajahnya berlabuh di **** ***** istrinya.
“Mister, apa yang kau lakukan?” Tanya Ariana dengan terkejut. Ia berusaha menutup pahanya. Namun Justin menahannya.
Tak lama, Ariana melenguh saat lidahh Justin bermain di area yang paling sensitif dari dirinya. Tanpa sadar, ia menekan kepala Justin membuat Justin semakin bersemangat.
“Sayang kau boleh mencakarku atau menggigitku jika kau kesakitan,” kata Justin saat ia akan memasukkan miliknya pada milik istrinya dan
Ariana mengangguk. “Mister lakukan dengan perlahan,” kata Ariana. Justin tak menjawab. Ia malah
Malah mengatakan, bahwa ninu ninu di next bab 🤣🤣🤣
tak cubit nih ya ginjalnya kalau bilang up sedikit 🤣🤣
Bentar lagi ketemu keluarga Daddy Zayn sama Daddy Zidan ya, sebagai penutup kisah ini.
__ADS_1