
“Hu-hubby, kau mau apa?” tanya Ariana
dengan jantung berdebar kencang. Suaminya
benar-benar membuatnya tak bisa
mengedipkan mata. Tatapan mata Justin sungguh Ariana tak berkutik.
Justin menyeringai, ia membuka satu persatu
kancing kemejanya, kemudian menaikan satu
kaki ke sofa dan membungkukan tubuhnya,
hingga Ariana memundurkan tubuhnya karena Justin menindihnya.
“Aku ingin mengulang hal yang semalam,” bisik Justin telinga Ariana membuat
Ariana bergidik.
Ya, semalam, setelah 4 bulan berpuasa dan
menahan hasratnya mati matian. Akhirnya
Justinn mendapatkan jatahnya. Tentu saja, ia
__ADS_1
bermain dengan pelan, karena takut akan
melukai calon anaknya.
“Kita akan melakukan di sin!” tanya Ariana saat Justin akan mencium bibirnya.
Nafas justin memburu, ia sudah tak tahan
dengan gairahnya. Tanpa memblas ucapan
istrinya, justin langsung menyambar bibir
Ariana, melumattnya dengan sensual. Ariana yang mengerti apa yang di mau oleh
Perlahan, ciuman mereka yang lembut berubah menjadi ciuman yang panas dan menuntut. Gairah sudah membakar keduanya. Setelah lama bergulat, Justin melepaskan tautan bibirnya dengan perlahan Ia membuka kancing dres Ariana. lalu merebahkan Ariana di sofa setelah itu, ia menindih tubuh istrinya dan memulai apa yang harus mereka mulai.
••••
Nafas Justin dan Ariana masih terengah-engah mereka baru saja mencapai puncaknya bersama. Ariana merebahkan kepalanya di dada Justin, ia berusaha mengatur nafasnya percintaan mereka begitu hebat walaupun Justin melakukannya dengan pelan. Namun, mampu membakar keduanya
Justin mencium pucuk kepala Ariana bertubi-tubi. Tangannya terus membelai punggung istrinya membuat Ariana semakin nyaman rasanya ia enggan bangkit dari pelukan Justin.
“Kau mau kemana, hmm?” Tanya Justin saat Ariana terlihat akan bangkit dari pangkuannya.
“Hubby, aku pasti berat,” kata Ariana. Justin menggeleng. “Tidak, sayang. Kau tidak berat,” kata Justin lagi. Ia kembali menarik tubuh Ariana agar Ariana kembali memeluknya.
__ADS_1
“Hubby, apa kau puas barusan?” tanya Ariana dengan pipi yang bersemu merah. Sebenarnya Ariana tak perlu bertanya lagi, ia sudah tahu, bahwa suaminya puas dengan dirinya karena saat mereka bermain Justin tak berhenti meneriakkan namanya dan memuji dirinya.
“Kenapa kau bertanya jika kau tau jawabannya," kata Justin lagi. Seketika Ariana menegakan tubuhnya, ia langsung memandang suaminya. Lalu mengecup bibir suaminya.
“Kau sudah tak lagi muda. Kenapa kau masih terlihat tampan,” kara Ariana. Ia membelai pipi Justin membuat Justin térkekeh. “karena rahasia awet mudaku ada padamu. Aku sungguh bahagia bersamau,” kata Justin, kali ini Ariana yang tersenyum.
“Hubby!” pekik Ariana ketika Justin bangkit dari duduknya sambil menggendongnya. Ia membawa Ariana untuk ke kamar pribadinya.
•••
“Sayang, tunggulah sebentar. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu,” kata Justin saat mereka sudah berpakaian kembali.
Ariana menggeleng. “Hubby, aku ingin segera pulang. Kau selesaikanlah dulu. Aku akan menunggumu di mansion,” kata Ariana. Namun, Justin menggeleng. Ia memakai jasnya lalu menghampiri Ariana.
“Hubby, aku akan pulang sendiri,” kata Ariana dengan wajah yang gusar. Ia sungguh tak mau Justin ikut pulang bersamanya. Ia takut membuat malu suaminya.
Walaupun, Ariana sudah di tangani oleh psikiater. Tapi rasa minder Ariana tetap ada. Itu sebabnya, dia selalu datang dan pergi ke kantor Justin tanpa mengabari suaminya.
Ariana tak ingin wibawa Justin turun karena berjalan dengannya. Pernah, Justin memaksa mengantar Ariana pulang dan hasilnya, Ariana langsung terdiam sepanjang hari dan langsung murung.
“Hubby, aku akan pulang sendiri oke, kau lanjutkan pekerjaanmu,” kata Ariana. Secepat kilat, ia berjalan keluar dari ruangan Justin, membuat Justin menghela nafas kasar.
Saat sudah berada di luar, wajah Ariana berubah sendu. Matanya memanas, ia mengelus perutnya. “Kita akan bertemu lagi Daddy di mansion,” ucap Ariana dengan lirih. Selalu seperti ini, hatinya mendadak Mellow saat keluar dari ruangan Justin.
Scroll lagi ies.
__ADS_1