Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Menekan ego


__ADS_3

Mata Gabriel dan Amelia saling mengunci. Saat ini, Gabriel sudah memasukkan miliknya pada milik Amelia. Gabriel mengelus pipi, Amelia kemudian menciumi seluruh wajah istrinya.


Jika dipikir untuk pertama kalinya, mereka bercinta tanpa paksaan, dan mereka melakukannya secara sadar dengan cinta yang meluap-luap, walau pun mereka belum jujur tentang perasaan mereka masing-masing.


Dan untuk pertama kalinya, Gabriel melayani Amelia. Jika biasanya Amelia menjadikan Gabriel sebagai raja, sekarang Gabriellah yang melayani Amelia sebagai ratu. Ada kepuasan tersendiri bagi Gabriel, ketika melihat Amelia sudah terhanyut dalam permainannya.


”Why, Baby? Apa kau merasa tak nyaman?” tanya Gabriel ketika melihat Amelia tak bisa diam. Gabriel sengaja tak menggerakkan tubuhnya, karena ingin mendengar apa yang akan Amelia ucapkan.


“Ga-Gariel bergeraklah. Aku tak nyaman," ucap Amelia terbata-bata. Pipinya bersemu merah, ia langsung memejamkan matanya ketika mengatakan hal tersebut.


“Call me Daddy, baby!” titah Gabriel. Namun Amelia enggan untuk mengikuti perintah Gabriel. Tiba-tiba, Amelia membuka matanya. “Gabriel, aku akan marah ketika kau memaksaku melakukan hal yang tidak aku inginkan," ucap Amelia, seketika Gabriel dihinggapi kepanikan. Dari pada ia tidak jadi melakukan apa yang sedang mereka lakukan.


Gabriel mencium bibir Amelia, kemudian ia mulai menggerakkan tubuhnya dengan perlahan.


Dan malam ini, mereka pun larut dalam hasrat dan bagi keduanya, ini adalah malam yang indah, di mana untuk pertama kalinya mereka melakukannya secara sadar dan tanpa paksaan, hingga mereka mencapai puncak bersama-sama.


Waktu menunjukkan pukul 4 pagi, Gabriel melihat kesamping di mana Amelia sedang bergelung nyaman di pelukannya. Setelah menyelesaikan hal yang harus mereka selesaikan, Amelia langsung terlelap karena tenaganya terkuras oleh Gabriel.

__ADS_1


Gabriel memang bermain pelan, tapi mampu membuat Amelia melayang, karena Gabriel memperlakukan tubuhnya dengan sangat istimewa. Begitupun Gabriel, ia sangat puas dengan apa yang Amelia berikan.


••√


Malam berganti pagi, sinar matahari menelusup ke dalam kamar. Amelia membuka matanya, ternyata ia masih berada di dalam pelukan Gabriel.


Sejenak, otak Amelia kosong. Ia tak mengingat apapun. Namun tak lama ia mengingat semuanya. Seketika wajahnya memucat, ia mengutuk dirinya Karena terjatuh dalam pesona Gabriel. Padahal, ia sudah mati-matian menghindari suaminya.


“Kenapa kau bodoh sekali Amelia!” ucapnya dalam hati. Sekarang, ia harus apa. Bagaimana mungkin dia bisa menghadapi Gabriel, bahkan menatap Gabriel saja membuatnya malu.


Ini aneh, Amelia mendadak terdiam saat Gabriel mengelus perutnya. Calon anaknya seolah mengerti dan membantu ayahnya untuk mendekati sang ibu.


“ Gabriel lepas, Aku ingin mandi,” ucap Amelia dengan cepat. Jantungnya berdegup tak karuan ketika Gabriel terus menciumi pipinya dari samping


“Mau kumandikan?” goda Gabriel, membuat Amelia mencebik.


“Lepas. Aku ingin mandi," ucap Amelia dengan ketus, seketika Gabriel langsung melepaskan pelukannya. Namun tak lama, Amelia malah menatap Gabriel. Biasanya, Gabriel akan terus memeluknya walau ia menghindar.

__ADS_1


Tiba-tiba, tawa Gabriel meledak, ketika melihat lucunya wajah istrinya, membuat Amelia mencebikan bibirnya. Dengan cepat, Amelia pun bangkit dari berbaringnya kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


•••


”Aku tidak mau memakai ini, aku akan memakai seragamku saja,” ucap Amelia ketika Gabriel memberikan paperbag berisi pakaian yang berupa dress untuk Amelia.


Tadi pagi, Gabriel meminta sekretarisnya untuk membawakan bajunya dan baju Amelia. Tapi, Amelia enggan memakai dress tersebut.


“Kenapa? kau akan cantik memakai itu,” puji Gabriel lagi, membuat wajah Amelia memerah. Sedangkan Gabriel langsung mengelus rambut Amelia.


Lihatlah, ia berjuang Selama 2 bulan kemarin untuk mendapatkan Amelia. Tapi Amelia malah semakin menjauh darinya. Tapi hanya dalam waktu satu hari, Gabriel mendekati Amelia dengan secara alami, secara tidak sadar Amelia meruntuhkan pembatas yang selama ini mati-matian ia bangun. Bahkan, mereka sudah melewati malam yang indah.


“Mau kupakaikan?” tanya Gabriel, saat Amelia tak kunjung menyetujuinya.


Amelia mangambil paperbag itu lalu, tanpa sadar, Amelia malah menjulurkan lidahnya pada Gabriel dengan ekpresi kesal membuat Gabriel tertawa.


Scroll gengs

__ADS_1


__ADS_2