Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
306


__ADS_3

Gabriel mendongak, ia mengangkat kepalanya dan menatap Stuard.


"Daddy menyayangi kalian. Daddy berjanji, Daddy tak akan mengulangi kesalahan seperti kemarin. Kau mau kan memaafkan Daddy?" tanya Stuard, membuat mata Gabriel berkaca-kaca. "Daddy berjanji, Daddy akan mengabulkan apa pun keinginanmu dan Gabby..Tapi, Daddy mohon, jangan mendiamkan Daddy lagi," kata Stuard, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya saat matanya dan mata putranya beradu pandang.


"Da-Daddy ...." Isak Gabriel, rupanya bocah kecil itu sudah luluh dan memaafkan sang ayah.


Stuard tersenyum. "Kau sudah memaafkan Daddy, hmm?" tanya Stuard lagi.


Dengan air mata yang berlinang, Gabriel mengangguk, seketika Stuard langsung membawa Gabriel kedalam dekapannya. Dan untuk kesekian kalinya, Gabriel menangis dengan kencang.


Hati Stuard berbunga-bunga saat sang putra memaafkannya..Kini, semuanya selesai. Ia hanya tinggal menebus waktu yang telah terlewat. Saat Gabriel menangis di pelukannya. Stuard terus mengelus punggung Gabriel.


Saat ayah dan anak itu larut dalam rasa haru, Stuard menoleh ke samping saat merasa bajunya tertarik, ia tersenyum. Ternyata, Gabby menarik-narik kaos yang di pakainya.


Stuard bangkit dari duduknya, ia menurunkan Gabriel di ranjang, lalu mengangkat tubuh Gabby dan mendudukannya di sebelah Gabriel. Setelah itu, ia duduk di lantai sambil bersila. Lalu menarik tangan Gabby dan Gabriel secara bersamaan dan mengecupnya.

__ADS_1


"Jadi, kalian memaafkan Daddy, hmm?" tanya Stuard. Gabby dan Gabriel pun kompak mengangguk. Membuat Stuard mengembangkan senyumnya.


"Sebagai gantinya, Daddy akan mengabulkan apa pun keinginan kalian," kata Stuard membuat mata Gabby berbinar sempurna.


"Jadi kalian ingin apa hmmm?" tanya Stuard.


"Daddy, aku ingin bertemu Christian Ronaldo," kata Gabriel dengan malu-malu.


Stuard tersenyum, lalu mengelus rambut Gabriel, "Daddy akan mengabulkan permintaanmu," kata Stuard, membuat Gabriel tersenyum sumringah.


"Daddy, buatkan aku ruangan Khusus untuk menyimpan mainanku. Aku ingin membeli mainan yang sangattttt banyak," celoteh Gabby, membuat Stuard tertawa. Ia mengacak gemas rambut Gabby. "Daddy akan membuatkannya untukmu Tuan putri."


Setelah menemani Gabby dan Gabriel hingga kedua anaknya tertidur kembali. Stuard keluar dari kamar Gabby dan Gabriel. Senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah tampannya. Hatinya berbunga-bunga. Kini, semua duka di keluarganya hilang.


Saat Stuard akan melangkahkan kakinya, ada tangan yang melingkar di pinggangnya, membuat Stuard terperanjat kaget, dan kemudian ia menoleh, ternyata istrinya yang sedang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Kau membuatku kaget, Sayang," kata Stuard. Ia melepaskan pelukan Simma lalu berbalik. Hingga kini, mereka berhadap-hadapan.


"Kau dari tadi di sini?" tanya Stuard lagi, Simma mengangguk. "Kau tak kunjung kembali ke kamar. Jadi aku menyusulmu," kata Simma.


Stuard sedikit berjongkok untuk mengambil kaki istrinya, lalu mengangkatnya hingga kini. Ia menggendong Simma seperti koala yang menggendong bayinya.


"Kenapa kau menungguku, hmm?" tanya Stuard, setelah berjalan.


Simma menyimpan kedua tangannya di leher Stuard, kemudian ia mengigit bibirnya, mengoda suaminya. Lalu, mendekatkan wajahnya ke samping wajah suaminya dan menjilat telinga suaminya.


"Dad, ayo bercinta," kata Simma dengan nada yang sensual, membuat darah Stuard berdesir.


Stuard menghentikan langkahnya, hingga Simma menatapnya. Ia memajukan bibirnya, dan Simma pun langsung mencium bibir suaminya.


Saat sampai di kamar, Stuard mendudukan Simma di ranjang, hingga Simma langsung menyenderkan punggunnya ke belakang.

__ADS_1


Dan dan dan ....


Scroll lagi ieess


__ADS_2