
Flashback
Josh menatap putrinya dengan mata berbinar. Putri yang baru saja di lahirkan oleh Briana beberapa jam lalu itu begitu cantik.
Matanya tak bisa lepas memandang bayi kecil itu. Walaupun masih kaku, Josh berusaha menyeimbangkan diri untuk menggendong bayi kecil yang ia beri nama Ariana.
Setelah cukup lama berdiri, Josh mendudukan dirinya di kursi dengan masih menggendong Ariana.
"Daddy, akan selalu melindungimu," ucap Josh, ia mencium seluruh wajah Ariana. Setelah cukup lama menggendong putrinya, Josh pun menaruh kembali Ariana kedama box.
Josh menatap wajah Bri yang sedang tertidur. Ia bingung, bagaimana harus menjelaskan kondisi bayi mereka pada Briana. Ia hanya takut, Briana terkejut dengan kondisi Ariana.
Josh menggenggam tangan Briana, ia mengecupnya. Seiring berjalannya waktu, rasa untuk Briana kembali tumbuh, ia sudah melupakan Simma sepenuhnya. Ia sadar, Briana adalah wanita terbaik yang Tuhan kirim untuknya.
__ADS_1
Briana adalah wanita tersabar yang pernah di kenalnya. Briana rela menunggunya saat ia tak yakin dengan ikatan pernikahan, Briana memaafkannya saat ia berpaling pada Simma, Briana tak pernah mengungkit kesalahannya, bahkan wanita cantik yang sedang terbaring itu tetap setia menunggunya, memberinya kesempatan.
Saat melihat Gabby dan Gabriel lahir, Josh pun sama bahagianya. Ia ingin menjadi orang yang pertama menggendong kedua anak kembarnya. Tapi, Josh sadar. Ada Stuard yang sudah mendampingi Simma, dan Josh yakin Stuard bisa menjadi ayah yang baik bagi kedua anak kembarnya.
Ia sudah terlalu banyak menyakiti Briana dan simma, membiarkan Simma bahagia dan tak mengusik kehidupannya adalah cara terbaik untuk Josh meminta maaf. Ia juga tak ingin kedua anak kembarnya bingung dengan status ayah mereka yang sebenarnya.
Karena Briana masih terlelap, Josh pun memilih untuk kembali melihat sang putri. Setelah sampai di ruangan bayi, matanya membulat saat putrinya tak ada di dalam box.
Dengan panik, Josh pun keluar dari ruangan bayi untuk bertanya keberadaan putrinya. Namun, baru saja ia akan berbelok. Langkahnya terhenti saat sang ibu mertua berjalan sambil menggendong putrinya.
"Mommy ingin bicara denganmu," ucap Lusi.
"Mommy kenapa membawa putriku?" tanya Josh yang mengikuti langkah ibu mertuanya yang akan menuju ruang penyimpanan bayi.
__ADS_1
"Ayo ikut Mommy," ucap Lusi setelah meletakan Ariana kembali di dalam box.
••••
Josh berjalan dengan lesu setelah mengetahui tentang ayah mertuanya. Ibu mertuanya memberitau semua tentang Regard.
Bahkan barusan, Regard membawa Ariana ke gudang di belakang rumah sakit dan meletakannya begitu saja, beruntung Lusi mengikuti Regard hingga ia bisa membawa Ariana kembali.
Dan yang membuat Josh semakin terkejut, sang ayah mertua menjadi ketua aliran sesat, di mana ia harus menumbalkan 3 orang manusia setiap bulan purnama. Bahkan, saat Briana kecil, Briana hampir saja menjadi korban Regard, beruntung Lusi cepat tanggap hingga Briana terselamatkan.
Bukan hanya sekali dua kali Regard mencoba mencelakai Briana saat kecil, melainkan berkali-kali. Dan Regard tak pernah melakukan secara terang-terangan, ia selalu melakukannya secara diam-diam. Menaruh racun, dan melakukan hal laiinnya agar Briana celaka.
Selama ini, Lusi diam-diam memakai alat kontrasepsi karena tak ingin kembali mengandung. Sebab, ia takut melahirkan anak wanita, dan akan menjadi tumbal. Sedangkan jika anak lelaki, Regard akan menjadikannya pengganti dirinya untuk memimpin aliran sesat tersebut.
__ADS_1
scroll lagi iesss