
“Ini adalah Gabriel Josephine. lelaki ini adalah putra dari orang terkaya di Rusia tetapi disinyalir dia memiliki bisnis hitam yang menjual berbagai senjata ilegal dan itu sangat merugikan negara.” Nick menzoom layar monitor. Hingga wajah Gabriel semakim terlihat.
“Tidak di ketahui alasan lelaki ini ini terjun ke dunia hitam. Padahal iya mempunyai keluarga yang sangat kaya. Bahkan, keluarganya bisa membeli separuh aset di negara ini,” sambung Nick lagi.
Rupanya, Gabriel sudah menjadi salah satu target di kepolisian Rusia, karena Gabriel berhasil menembus industri dunia hitam yang sangat merugikan negaranya.
Sehingga tidak ada lagi yang membeli senjata secara legal dan yang menjadi masalah .Tidak ada bukti bahwa Gabriel lah pemilik bisnis ilegal tersebut, dan sekarang tim harus bekerja keras untuk mengungkap bahwa Gabriel bos mafia yang sebenarnya.
“ sepertinya akan sulit sekali untuk menangkap lelaki itu,” ucap Jonas,Nick mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ya, akan susah sekali menangkap lelaki ini. karena lelaki ini begitu pandai. Mungkin, tim kita harus bergerak secara pelan agar tidak terlalu mencolok dan ....”
Nick menghentikan ucapannya saat melihat wajah Amelia yang pucat. Ia mematikan layar monitor kemudian menggebrak meja karena Amelia terlihat melamun, sambil memeluk tubuhnya, Nick benar-benar merasa tak di hargai karena Amelia tak menyimak ucapannya.
“Apakah kau tidak mendengar ucapanku!” bentak Nick, seketika Amelia tersadar.
“Maaf,” ucap Amelia. Ia hanya meminta maaf kemudian kembali terdiam. Setelah 10 tahun berlalu, untuk pertama kalinya lagi ia melihat wajah Gabriel dan seketika itu juga semua menubruk otaknya menjadi satu. Hingga Amelia hanya bisa terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa.
Nick menghela nafas, kemudian menghembuskannya, lalu melempar sesuatu ke arah Amelia. “Pimpin penyelidikan dan kau harus bekerja sebaik mungkin!” Titah Nick pada Amelia membuat tubuh Amelia bergetar.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia akan menyelidiki Gabriel sedangkan Gabriel adalah sumber lukanya, melihat wajah Gabriel saja, Amelia sudah ketakutan apalagi melihat Gabriel secara langsung.
••••
“Minggir, aku ingin menemui si Baddjingan itu!" teriak Gabby pada anak buah Gabriel. Hari ini, Gabby baru saja sampai di Itali, dan ia langsung pergi ke mansion kaka kembarnya. Tak ada yang tau, tentang kepergian Gabby, karena Gabby ijin pada kedua orang tuanya untuk liburan ke Bali.
“Nona, pulanglah! Tuan Gabriel tak akan mau menemui anda!” ucap anak buah Gabriel.
“Tetap di tempatmu. Berani kau menyentuhku..Maka ayahku akan mematahkan lehermu!” teriak Gabby saat anak buah Gabriel akan menyeretnya keluar.
“Gabriellll! Brengsekkk! keluar kau!” teriak Gabby. Tak lama, ekor mata Gabby menangkap sebuah pemukul bisbol, dan Gabby langsung berjalan untuk mengambil pentungan bisbol tersebut.
anak buah Gabriel saling pandang. Mereka tak mungkin melawan. Tapi mereka juga tak mungkin membiarkan Gabby masuk ke dalam Mansion.
Tiba-tiba, ponsel anak buah Gabriel berdering. Tenyata Gabriel yang meneleponnya dari dalam. “Halo Tuan,” ucap anak buah Gabriel.
Gabby yang tahu bahwa Gabriel yang menelepon langsung merebut ponsel itu dari anak buah Gabriel.
“Keluar Kau Badjingan!” teriak Gabby, sedangkan Gabriel tak menjawab ucapan Gabby, membuat emosi Gabby semakin meledak-ledak.
__ADS_1
“Apa kau ingin aku menghancurkan seluruh mansio mu hah!” teriak Gabby. Namun tak lama, Gabriel mematikan panggilannya tanpa menjawab ucapan Gabby.
Seketika Gabby melempar ponselnya anak buah Gabriel dengan keras, hingga layar ponsel itu hancur, membuat anak buah Gabriel meringis.
Lalu tiba-tiba, Gabby terpikirkan sesuatu. Gabby berbalik, kemudian berjalan keluar. Ia berjalan ke arah mobil-mobil Gabriel yang terparkir, kemudian memukul semua kaca mobil milik Gabriel hingga semua kaca mobil milik Gabriel semua pecah.
Gaby menetralkan nafasnya ketika ia baru saja selesai memecahkan seluruh kaca mobil milik Gabriel. Anak buah Gabriel hanya mampu terdiam, tanpa bisa melarang Gabby.
Lalu tak lama, mata Gabby melihat ke arah jendela, di mana Gabriel sedang melihatnya dari atas. Tatapan Gabby dan Gabriel saling mengunci, mata Gaby berkaca-kaca ketika melihat saudara kembarnya.
Ia hanya ingin Gabriel pulang, ia hanya ingin Gabriel Berubah. itu sebabnya, tiap tahun ia akan kembali ke Italia untuk berbicara dengan Gabriel dan membawa Gabriel untuk pulang.
Tapi setiap dia datang, Gabriel sama sekali tak mau menemuinya.
Saat Gabriel masih menatapnya Gabby, mengacungkan jari tengahnya pada Gabriel. “Fuckk you!” teriak Gabby. Kemudian ia melemparkan tongkat bisbol yang sedang dipegangnya.
Tinggalin komen ga komen ngamoook nih
Hate komen ga flend
__ADS_1