Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
238


__ADS_3

"Kau kenapa, Sayang?" tanya Stuard saat melihat Simma yang sedang duduk tersenyum. Simma menggeleng, "Aku tak apa-apa, Dad," jawab Simma. Stuard yang sedang duduk di kursi kerjanya pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Simma.


"Jadi apa yang membuatmu tersenyum, Nyonya Josepin?" tanya Stuard lagi. Ia membaringkan diri di sofa dan berbantalkan paha Simma.


"Hari ini, Aku merasa puas. Bahkan sangat puas ...."


Kening Stuard mengernyit, " Kau puas kenapa?" bukankah hari ini kita tak bercinta," jawabnya membuat Simma memutar matanya.


"Aku puas saat melihat reaksi Josh," jawab Simma.


"Kau tau ka Dad, bagaimana dia menghinaku dulu, mengatakan bahwa aku hanya pengasuh. Saat itu hatiku begitu nyeri. Aku tau, aku hanya pengasuh. Tapi dia menekankan suaranya, seperti ingin mempertegas bahwa aku tak selevel dengannya," jawab Simma.


Wajah yang semula ceria berubah mendung. Kilatan-kilatan penghinaan Josh begitu menyakitkan, jika saja sekarang tak ada Stuard, mungkin Simma takan sekuat ini.


Stuard membalikan tubuhnya menghadap perut Simma, dan mengecupnya kemudia memeluk pinggang istrinnya.


"Jangan diingat lagi, semua hanya masa lalu. Kalian hanya cukup bahagia bersamaku," jawab Stuard.


•••

__ADS_1


"Apa kita tak terlalu jahat padanya, Zayn?" tanya Zidan saat berada di ruangan Zidan. Ia memang sudah kehilangan respek pada Josh. Tapi, jika diingat Josh pun berperan penting saat menyatukan dirinya dan Audrey.


Zayn membuka jasnya, ia mendudukan dirinya di sofa sebrang Zidan, ia mengambil soda dan menaikan kakinya.


"Lalu kita bisa apa? kau pikir Simma mau kembali lagi padanya?" jawab Zayn.


"Tapi setidaknya kita tak perlu memamerkan kedekatan kita dengan Stuard jika di depan Josh. Bukankah dia akan cemburu dan merasa sendiri."


"Apa kau pikir dia gadis!" gerutu Zayn pada sang adik. "Jika kau kasihan pada Josh, kenapa kau tak menyuruh istrimu untuk membujuk Simma agar kembali pada Josh," jawan Zayn.


"Mana mungkin Simma mau kembali lagi pada Josh saat Josh sudah mencampakannya," jawab Zidan lagi.


"Tapi bukankah kita sama seperti dia," seloroh Zayn.


"Kita sama-sama menanam benih terlebih dahulu. Aku menanam benihku saat dulu kita berada di bal ...." Tiba-tiba Zayn menhentikan ucapannya. Lalu ia menatap Zidan yang juga sedang menatapnya.


"Hishh!" desis Zidan dan Zayn secara bersamaan. Faktanya walau kejadian saat di bali itu sudah lama sekali, bahkan sudah bertahun-tahun, kaka beradik itu masih mengingat dengan jelas kejadian tersebut, dimana untuk pertama kalinya Zayn meniduri Gia.


"Sungguh pembahasaan tak berbobot," gerutu Zidan ia langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan Zayn, sedangkan Zayn hanya menggeleng. Padahal, adiknyalah yang terlebih dahulu membahas Josh.

__ADS_1


•••


"Dad, seminggu lagi jadwal memeriksa anak kita. Aku tak mau di periksa di mansion, aku ingin pergi ke rumah sakit," ucap Simma sambil bergelayut manja di tangan Stuard. Saat ini, mereka baru saja sampai di mansion dan menuju kamar mereka.


"Kenapa?" tanya Stuard sambil memencet lift untuk naik. "Bukankah di rumah sakit selalu mengantri?"


"Justru itu, Dad. Aku justru ingin mengantri dan menunggu denganmu seperti ibu hamil lainnya, yang mengantri bersama suaminya," jawab Simma


"Baiklah, kita akan pergi ke rumah sakit," jawab Stuard sambil mengelus rambut Simma membuat Simma menelusupkan wajahnya ke tangan Stuard karena tak sanggup melihat senyuman Stuard yang begitu manis.


"Aku mandi dulu oke," ucap Stuard ketika sampai di kamar. Simma pun mengangguk.


"Daddy bolehkah aku meminjam ponselmu?" tanya Simma. Stuard merogoh saku jasnya dan mengambil ponselnya.


"kodenya tanggal pernikahan kita," ucap Stuard sambil memberikan ponselnya pada Simma, membuat Simma tersipu saat mendengar kode sandi milik suaminya.


Tepat saat Stuard, masuk kedalam kamar mandi. ponsel Stuar berdering satu pesan masuk dan Simma pun tak sengaja menekan layar hingga pesan terbuka otomatis.


[Target sudah di eksekusi Tuan. Dia sudah kami buang di dalan hutan] tulis seseorang dalam pesannya. Di sertai foto seorang lelaki yang sedang meringkuk terbungkus dengan kain dan hanya menampakan kelapanya saja

__ADS_1


Mata terbelalak, Dan ia refleks menjatuhkan ponsel di tangannya.


Scroll lagi iesss


__ADS_2