Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Mati saja kau, Gabriel!


__ADS_3

Amelia menutup mulutnya, ketika melihat pemandangan di depannya. Beberapa wanita terpenjara di gudang.


“Nona, tolong lepaskan kami!”ucap salah satu wanita yang dikurung.


Setiap ruangan dihuni oleh dua wanita , ruangan itu begitu kecil dan pintunya di lapisi oleh besi, layaknya sebuah penjara, dan itu sukses membuat Amelia bergidik.


Sejenak, ia terdiam dan tak membalas ucapan wanita yang tadi meminta tolong kepadanya. Dulu, ia pernah Berada di posisi mereka dan rasanya itu sangat menyakitkan, dan Amelia yakin, mereka lebih tersiksa dari pada ia dulu.


Dulu, walaupun Gabriel menyiksanya. Tapi, ia masih hidup dengan layak. Tapi sekarang, dihadapkan Amelia, wanita-wanita itu dikurung layaknya binatang dan itu mengingatkan Amelia pada masa lalunya.


Amelia memeluk tubuhnya, ia merasakan tubuhnya bergetar hebat. Tak lama, Amelia tersadar ketika rekan-rekan timnya datang. Saat ia ke tempat kejadian, ia langsung menelpon tekan timnya untuk membantunya mengevakuasi dan akhirnya sekarang timnya baru saja tiba.


“Amelia, kau tidak apa-apa?” tanya salah satu rekan timnya. Amelia menggeleng, “Kalian urus ini! Aku akan menghampiri si brenggsek itu!” ucap Amelia.


Setelah mengatakan itu, Amelia langsung pergi keluar dari gudang tersebut. Lalu, menghampiri lelaki yang telah menyekap wanita-wanita itu.


Setelah sampai, Amelia membuka mobilnya. kemudian ia langsung menarik lelaki itu keluar dan menghajar lelaki itu secara membabi buta. Lelaki itu tidak melawan, karena tangannya diborgol dan kakinya tertembak. Ia hanya pasrah, menerima amukan dari Amelia.


Saat Amelia mengamuk, ia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menghajar lelaki itu.


“Mati saja ... kau mati, Gabriel!” teriak Amelia. karena saat ini, dalam bayangannya, ia sedang membayangkan bahwa ia sedang menghajar Gabriel. Dan tanpa sadar, ia berteriak menyuruh Gabriel untuk mati.

__ADS_1


“Amelia Apa yang kau lakukan!” tiba-tiba Nick datang, Lalu ia langsung menghentikan aksi Amelia dan menahan tubuh Amelia.


Namun, setelah tubuhnya didekap oleh Nick. Amelia terus meronta, karena belum puas menghajar lelaki itu. Saat ini, Amelia benar-benar menggila.


Melihat wanita yang bernasib sama sepertinya, benar-benar membuatnya hancur. Hingga rasanya, ia ingin menemukan lelaki itu.


“Aishhh!” Amelia berteriak membuat Nick, terperanjat kaget dan kebingungan. Untuk pertama kalinya, Nikc melihat Amelia emosi seperti ini.


“Kakek!” panggil Grisya. Ia memanggil Stuard, ketika masuk ke ruangan kakeknya, disusul Simma, dibelakangnya. Ternyata, Simma baru saja menjemput Grisya di sekolahnya. Kemudian membawa Grisya untuk datang ke kantor Stuard.


Stuard yang sedang duduk di kursi kerjanya bangkit, kemudian tersenyum lalu merentangkan tangannya pada Grisya dan gadis kecil itu langsung berhambur memeluk kakeknya.


“Kakek, tadi aku mendapat nilai yang sangat besar di sekolahku!" celoteh Grisya.


“Oh, ya?” Stuart mendudukkan diri di sofa, dan mendudukan Grisya di atas pahanya, disusul Simma yang duduk di samping Stuard. Saat Simma duduk, Stuard mengalihkan tatapannya pada istrinya, lalu mencium pipi Simma.


“Kau masih banyak pekerjaan, Dad?” tanya Simma, Stuard mengangguk, ia merangkul tubuh Sima hingga kini ia memeluk istri dan cucunya secara bersamaan.


“Nenek, aku lapar,” ucap Grisya.


“Kau lapar?” ulang Simma, Grisya mengangguk.

__ADS_1


“Sayang, Bagaimana kau dan Grisya ke restoran terlebih dahulu. Aku akan menyusul ke restoran, karena aku sedang menunggu laporan ku datang," ucap Stuard, Sima menegakkan tubuhnya.


“Jika kau sibuk, bagaimana jika aku membawakan makanan ke sini,” tawar Simma.


“Ya, sudah kalau begitu,” setelah itu, Sima bangkit dari duduknya kemudian langsung keluar dari ruangan Stuard sambil menuntun Grisya untuk pergi ke restoran.


Gengs hari ini aku ada acara keluarga jadi aku update satu bab dulu ya. Ini aku ngetiknya juga sambil di mobil, jadi harap maklumya dari pada ga up sama sekali.


Entar tenang malem menyusul bab lainnya geby pun up nanti malem ya


Cuplikan nanti malem.


“Uncel, ini dompetmu terjatuh,” ucap Grisya pada Gabriel, tepat saat Griysa menyertakan dompet itu, Amelia muncul, dan memanggil Grisya hingga Grisya menoleh begitupun Gabriel yang menoleh ke arah Amelia.


Gengs folow igku ya


Instagram Dewikim243


Fb Dewi Kim


Tiktok Dewikim47

__ADS_1


__ADS_2