
Setelah memberi isyarat pada Audrey, Simma dan Kelly pun bersiap untuk berbalik karena Zidan berkata tunggu.
Saat Simma berbalik, tubuh Zidan sudah terhalang oleh orang lain, dan saat Zidan tak terlihat, Simma pun kembali menarik lembut tangan Kelly agar secepatnya mendekat pada Audrey.
Sedangkan Zidan.
Ia melihat kesana kemari, saat tadi ia akan menghampiri Kelly dan Simma, tubuhnya terhalang oleh orang yang melewat dan kini, ia kehilangan jejak anak kecil yang membuat hatinya bergetar.
Ia melihat jepit di tangannya, lalu tersenyum. Ya, saat tadi Kelly dan Simma meninggalkan Zidan, jepit Kelly terjatuh hingga Zidan memanggil kembali mereka. Namun, karena tubuhnya terhalang oleh orang lain yang sedang melintas, ia sudah kehilangan jejak Kelly.
Setelah mencari kesana kemari dan tak menemukan Kelly di mana pun, Zidan pun menaruh jepit ke saku jaketnya. Entah kenapa, dia tiba-tiba merasa riang. Padahal, sedari tadi mood Zidan cukup buruk karena malas mengantar Mariane ke bandara.
••
"Mommy!" panggil Kelly saat melihat Audrey yang tengah berdiri. Ia langsung berlari ke arah Audrey dengan tersenyum riang.
__ADS_1
Audrey menekuk kakinya, ia merentangkan tangannya dan tak lama Kelly datang ke arahnya dan langsung memeluk Audrey.
"Bagaimana kabarmu, Sayang?" ucap Audrey. saat memeluk Kelly, tangisnya luruh Rasa rindu sudah terlalu membuncah di hatinya.
Kelly melepaskan pelukannya. Ia menatap lekat-lekat wajah sang ibu, lalu mengecup kedua pipi Audrey. "Aku merindukanmu, Mom. Sungguh-sungguh merindukanmu," ucap Kelly. Mendengar ucapan sang putri, Audrey kembali membawa Kelly kedalam pelukannya. Ia memeluk Kelly begitu erat.
"Ekhem." Simma berdehem, menyadarkan Audrey yang sedari tadi larut dengan Kelly.
Audrey tersadar, ia melepaskan pelukannya pada Kelly lalu mendongak menatap Simma, Audrey bangkit dari posisinya dan langsung memeluk Simma.
••
Setelah sampai di apartemen, Audrey, Simma dan Kelly langsung makan malam dan setelah makan malam, mereka pun berbincang-bincang dan setelah berbincang-bincang, Audrey pun menemani Kelly untuk tidur.
Kelly sudah tertidur, Audrey menarik selimut dan langsung menyelimuti tubuh Kelly. Ia menatap wajah Kelly lekat-lekat. Saat melihat wajah Kelly, tiba-tiba Audrey teringat Zidan.
__ADS_1
Napasnya terasa tercekat di tenggorokan saat mengingat pertemuan Kelly dan Zidan saat di tadi di bandara. Ia menghela napas gusar, sebisa mungkin, ia harus mencegah Kelly dan Zidan bertemu. Karena ia yakin, akan ada ikatan batin yang Zidan atau Kelly rasakan jika mereka bertemu kembali.
"Audrey!" panggil Simma yang menyusul Audrey ke kamar Kelly. Ia menepuk lembut pundak Audrey, membuat Audrey tersadar dari lamunannya.
Audrey menghapus air matanya, ia menoleh dan tersenyum ke arah Simma. "Ada apa?" tanya Audrey.
Simma memerlihatkan kotak obat yang di bawanya ke hadapan Audrey. "Ayo keluar! aku akan mengobagi lukamu!" ucap Simma yang ingin mengganti perban di perut Audrey.
••
"Lalu, sekarang bagaimana?" tanya Simma saat sudah selesai mengganti perban Audrey.
"Bagaimana apanya?" ulang Audrey yang merasa tak mengerti denga apa yang di ucapkan oleh Simma.
"Ini tentang Kelly," jawab Simma, seketika Audrey menunduk. Tentu ia mengerti apa yang di takutkan oleh Sima.
__ADS_1
Scroll lagi ya 🤗