
Sstelah jam kantor usai, Zayn pun segera memakai jasnya. Ia menyambar kunci mobil dan keluar dari ruangannya.
"Mark, kau tidak akan pulang?" tanya Zayn saat keluar dari ruangannya, Biasanya, Mark selalu pulang mendahului Zayn.
"Tentu memangnya untuk apa lagi aku disini," jawabnya dengan menyebalkan seperti biasanya. Zayn pun memutar bola matanya jengah. Mark memang sekretarisnya. Tapi sepertinya Mark tak menganggap Zayn sebagai bosnya.
Tanpa menjawab lagi jawaban Mark, Zayn pun berlalu meninggalkan Mark.
Ia menjalankan mobilnya membelah jalanan ibu kota Rusia. Ia belum mau pulang ke apartemennya. Sebab, ia yakin ia Sonya masih ada di apartemennya dan pasti ia akan di omeli oleh ibunya. Ia menjalankan mobilnya ke area pemakaman. Zayn tau, anak buah santosh selalu mengikutinya. maka dari itu, Zayn memakai mobil lain sedangkan mobilnya di pakai oleh Mark, hingga Zayn tak perlu khawatir. Karena anak buah santosh pasti akan mengikuti Mark.
Sebelum ia pergi ke pemakaman, ia pun membeli buket bunga untuk ibunya.
Dan disinilah Zayn sekarang, ia berdiri di makam sang ibu kandungnya, Aida.
"Selamat sore, Bu. aku datang kembali," ucap Zayn. Ia pun kembali berjongkok mencium nisan sang ibu. "Maafkan, aku Bu. Mungkin mulai besok aku akan jarang mengunjungimu." bulir bening jatuh dari pelupuk matanya.
Ia hancur saat tau yang sebenarnya. Rasa sesak menghantam dadannya kala ia mengetahui rahasia sang ayah, penyesalan menghampirinya kala ingat bahwa selama 30 tahun hidupnya ia membenci adik kandungnya dan mengatainya anak haram, padahal ia pun sama.
Jika saja malam itu ia tak pulang ke Mansion, mungkin ia takan tau rahasia sang ayah.
__ADS_1
Flashback on.
Setelah mendengar Toni datang ke Rusia atas perintah Santosh, Zayn bergerak cepat menyelidiki tentang Santosh termasuk kecurangan- kecurangan Santosh saat dia menjabat CEO sebelum dirinya. Zayn harus bekerja lembur di apartemennya agar bisa mengumpulkan tentang Santosh. Namun, ada satu berkas yang Zayn tinggalkan di mansion, tak perduli malam sudah larut, Zayn pun pergi ke mansionnya untuk mengambil berkas
Ketika sudah sampai di mansion, saat ia akan berbelok, Zayn menghentikan mobilnya karena sepertinya akan ada mobil yang keluar.
Ia menyipitkan matanya saat ia melihat mobil Albert keluar tengah malam, tak ingin ambil pusing, Zayn pun kembali memajukan mobilnya. Baru saja ia akan maju, ia melihat mobil Zidan keluar dan sepertinya, Zidan mengikuti Albert.
Tanpa pikir panjang Zayn pun mengikuti mobil Zidan. Saat mobil Albert berhenti di susul mobil Zidan yang berhenti. Zayn pun ikut menghentikan mobilnya. Ia heran kenapa ayah dan adiknya datang kerumah itu. Zayn semakin heran saat melihat Zidan berjalan mengendap-ngendap.
Ia pun memutuskan mengkuit Zidan di sisi kiri agar Zidan tak menyadari kehadirannya.
Zayn hancur? tentu saja ia hancur, dunianya hancur seketika, ia bahkan merasa kakinya tak berpijak saat mendengar semua kebenaran dari Albert.
Saat anak buah Albert keluar karena mendengar suara daun yang diinjak, dan saat Zidan di tarik oleh Audrey saat itu pula lah Zayn melarikan diri karena anak buah Albert mencari kearah dimana Zidan dan Audrey bersembunyi. Sehingga Zayn bisa cepat pergi meninggalkan tempat itu.
Dan keesokan harinya setelah bertemu Toni, Zayn pun memutuskan untuk ke makam ibu Gia dan mengunjungi makam ibu kandungnya. Saat Zayn berpapasan dengan Zidan di makam, Zayn tak lansung pulang. Ia menunggu Zidan terlebih dulu
Setelah mengetahui yang sebenarnya,
__ADS_1
tiba-tiba ia merindukan adiknya, adik yang selama ini ia sia-siakan. Itu sebabnya Zayn memutuskan untuk menunggu Zidan diluar area pemakaman, setidaknya mengucapkan kata maaf dari jauh lebih baik, berharap bisa sedikit menghapus rasa bersalahnya.
Saat Zidan keluar dari area pemakaman, Zayn menyipitkan matanya karena melihat, Zidan keluar dengan seorang lelaki. Zayn pun mengikuti Zidan dan lelaki tersebut sampai ke restoran. Walaupun restoran yang di datangi Zidan sangat privasi.
Namun, Zayn beruntung karena dia mendapat kursi tak jauh dari tempat duduk Zidan hingga ia bisa mendengarkan semuanya. Ia semakin hancur kala mendengar ucapan Zidan yang rela mengalah demi dirinya.
Walaupun merasa bersalah pada Zidan. Ia tak bisa mengembalikan Gia pada Zidan, karena Gia sudah terseret kedalam masalahnya.
Dan ternyata, orang-orang Zayn mengabarkan bahwa anak buah Santosh pun mengikuti Zidan. Zayn lebih baik memertahankan sikap arogannya, agar semua terlindungi dari serangan Santosh.
Flashback off.
Lamunan Zayn buyar saat mendengar suara langkah kaki mendekat padanya.
"Sedang apa kau disini!"
Seketika Zayn menoleh kebelakang dan ....
Dan otor udah ngetik 3 bab. Kalau ada yang komen upnya dikit banget kalian sungguh TERLALU 🤣🤣
__ADS_1
Noh, udah terjawabkan soal.Zayn yang udah tau semuanya. 🤣🤣