Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
184


__ADS_3

Josh menghembuskan napas kasar saat melihat ponselnya terus menerus berdering. Ia tau, bahwa yang menelpon adalah Simma.


Saat ini, ia sungguh ilfeel pada Simma, karena Simma menelponnya terus menerus. Padahal jelas-jelas ia sudah menjauhi Simma secara terang-terangan. Saat kemarin, ia bahkan sengaja tak datang ke resepsi pernikahan Zidan karena tak ingin bertemu Simma. Tapi sekarang, Simma malah terus menelponnya.


Saat panggilan terputus dengan sendirinya. Satu pesan masuk ke ponselnya dan ia pun segera membacanya. Lagi-lagi, ia menghela saat tau ternyata Simma yang mengiriminya pesan.


Mata Josh membulat saat Simma mengancam akan datang ke kantornya hanya karena ingin berbicara sesuatu. Ia pun terpaksa harus menemui Simma. Sepertinya ini saat yang tepat untuk Simma mengetahui semuanya.


•••


Saat Josh masuk kedalam cafe, mata Simma berbinar sempurna, akhirnya Josh mau menemuinya. Simma terpaksa harus mengancam Josh agar mau bertemu dengannya karena ingin menyampaikan sesuatu.


Simma terus tersenyum saat Josh berjalan ke arahnya, namun senyumannya luntur kala Josh semakin mendekat dan menatap Simma dengan tatapan datar nan dingin. Tiba-tiba, ingatan Simma kembali saat melihat Josh menggandeng seorang wanita cantik di super market dan itu sukses membuat hati Simma kembali berdenyut nyeri.


Tapi tak lama, ia menggeleng samar dan kembali meyakinkan bahwa lelaki yang ia lihat bukanlah Josh.


Josh menarik kursi dan duduk di hadapan Simma. Tatapan Josh masih sama, ia menatap dingin pada Simma dan itu sukses membuat hati Simma teriris perih, tatapan Josh seakan menguliti dirinya.


"Ada apa?" tanya Josh, menyadarkan Simma dari lamunannya.


Walaupun hatinya masih merasakan sakit, tapi ia berusaha tersenyum. "Josh aku ing .... " perkataan Simma terputus saat Josh mengangkat sedikit tangannya mengisyaratkan bahwa Simma harus berhenti berbicara.


Setelah Simma menghentikan ucapannya. Josh menegakan duduknya. Ia menghela napas dan menatap Simma lekat-lekat.


"Simma, ijinkan aku berbicara terlebih dahulu," ucap Josh, ia menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi Simma.


Jantung Simma serasa di tusuk ribuan jarum saat menyadari Josh melihat dirinya dengan tatapan malas dan bercampur jijik. Ia berusaha mengendaikan diri dan tersenyum.


"Simma, aku rasa kau sudah salah paham terlalu jauh," ucap Josh membuat hatinya berdenyut nyeri.

__ADS_1


"Maksudmu, Josh?" tanya Simma dengan mengernyitkan keningnya.


"Sebenarnya kau hanya ....." Tanpa merasa bersalah, Josh menceritakan semuanya pada Simma, tentang rencannya, tentang dia yang hanya memanfaatkan Simma dan tentang dia yang punya kekasih yang lain selain Simma.


"Ma-maksud-mu," lutut Simma gemetar saat mendengar semua ucapan Josh. Perih memasuki rongga dadanya hingga ia merasakan sesak yang sangat luar biasa hebat. Ucapan Josh bagaikan bom yang melululantahkan dunianya. Bulir bening langsung tergelincir dari kedua pelupuk matanya saat mengetahui semua.


Hatinya semakin hancur kala Josh masih menatapnya dingin, seolah rasa sakit yang Simma rasakan tak berarti.


"Ta-tapi, kita sudah melaku ...."


"Ya, kita memang sudah melakukannya. Tapi, kita melakukan atas dasar suka sama suka. Aku tak mengambil kesucianmu hingga aku tak perlu bertanggung jawab bukan," ucap Josh. Membuat tubuh Simma terasa lemah tak berdaya, tubuhnya terasa terkoyak, ia refleks memegang perutnya di mana ada dua nyawa tumbuh di rahimnya.


Ya, mereka pernah khilaf dan melakukan hubungan yang tak semestinya. Josh pikir, Simma adalah wanita yang masih suci karena Simma terlihat polos. Nyatanya Josh salah, ternyata Simma sudah tak suci lagi saat Josh menjamahnya dan menganggap bahwa ia tak perlu bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan.


Tanpa Josh ketahui, Simma kehilangan kesuciannya karena hal yang sangat menyakitkan. Masa lalu Simma, lebih menyakitkan dari pada masa lalu Audrey. Jika saat itu Audrey tak menemukannya. Sudah di pastikan, tubuh Simma akan membusuk di sisi hutan.


"Simma. Hubungan kita sudah berakhir. Sekarang, hubungan kita hanya sebagai kerabat jauh, aku adalah kakek Kelly dan kau adalah pengasuh Kelly."


Nyessss


Ucapan Josh kali ini sangat menusuk, sedari tadi, Josh terus membuat luka di hatinya. Dan kini, Josh seperti menyiram perasaan cuka kedalam lukanya kala Josh menegaskan bahwa ia hanyalah pengasuh Kelly, dan secara halus Josh mengatakan bahwa Simma tak sebanding dengan keluarganya bahkan tak sebanding dengan Audrey yang sudah menjadi bagian dari keluarga Smith.


Tak bisakah Josh hanya berbicara kejujuran saja, kenapa Josh harus menyinggung status Simma yang hanya pengasuh Kelly. Kejujuran Josh saja sudah membuat Simma amat terpukul hingga ia tak sanggup bernapas. Lalu, sekarang .... Josh menegaskan bahwa Simma hanyalah seorang pengasuh yang tak mempunyai urusan dengan keluarganya yang cukup kaya dan terhormat.


"Tegakan kepalamu, Simma. Jangan biarkan dia terus menginjak harga dirimu," Batin Simma menjerit. Ia berteriak penuh tekad, bahwa ia tak boleh terlihat menyedihkan oleh Josh.


Simma tersenyum. Ia menatap Josh dengan tatapan lembut


"Terimakasih Josh, kau sudah jujur. Maaf juga selama ini sudah merepotkanmu," ucap Simma. Lukanya semakin melebar kala Josh masih menatapnya seperti tadi

__ADS_1


"Aku harap, ini terakhir kalinya kita bertemu. Karena aku akan segera menikahi seorang dokter," ucap Josh dengan santainya.


Sungguh, Simma ingin sekali mengamuk pada Josh. Tak cukupkah semuanya hingga kini Josh mengatakan bahwa ia akan menikah dengan dokter. Terlihat sekali bahwa Josh secara halus mengatakan bahwa ia mendapatkan istri yang sepadan dan Simma tak bisa bersanding dengannya karena status Simma hanya sebagai pengasuh Kelly.


Dengan berusaha menguatkan kakinya, Simma bangkit dari duduknya kemudian tersenyum.


"Selamat atas pernikahanmu, Josh! Ya, seperti yang kau bilang dan kau harapkan, ini terakhir kalinya kita bertemu ... Terimakasih atas waktumu. Kalau begitu aku permisi." Tanpa mendengar lagi jawaban Josh, Simma pun melangkahkan kakinya untuk pergi keluar kafe.


Langkahnya begitu berat, Simma melangkah dengan membawa sejuta luka dari cinta pertamanya, karena Josh lah, Simma mengenal cinta setelah trauma yang cukup dasyat, tapi ternyata Josh juga yang mematahkan hatinya


Saat dia sudah keluar dari cafe, ia mencari tempat sepi. Sepertinya ia butuh mengeluarkan air matanya karena rasa sesak terus mendorongnya agar ia menangis.


Ia berjalan ke belakang kafe di mana itu adalah jalan buntu, dia terduduk lesu di tanah, mengelus perutnya kemudian menangis tersedu-sedu. Rasanya sakit, sangat menyakitkan. Simma berada di titik paling hancur dalam hidupnya.


Ia harus kuat demi kedua calon anaknya dan harus kuat menghadapi dunia agar ia dan kedua anaknya tak di rendahkan lagi oleh siapa pun.


Saat Simma larut dengan tangisnya. Seseorang berjongkok menekuk kakinya dan menyetarakan diri dengan Simaa, kemudian, ia memberikan sapu tangan ke hadapan Simma, membuat Simma langsung mengangkat kepalanya. Sejenak, Simma terpaku melihat lelaki tampan di depannya. Rasanya, ia belum pernah melihat lelaki ini. Tapi, kenapa lelaki ini menghampiri dan memberikannya sapu tangan untuk menghapus tangisnya.


"Sepertinya anda butuh ini, Nona," ucap Lelaki itu. Rupanya, lelaki itu mendengar semua percakapan Josh dan Simma hingga ia merasa iba pada Simma dan langsung mengikuti Sima saat keluar dari kafe.


Udh panjang, nih. Hate komen Blok 😎😂😂


Kalau mau Hate komen ke Josh di persilahkan kok. wkwkw


Peluk jauh buat Simma 😭


Walaupun Simma hamil, tapi kisahnya jauh beda kok sama kisah Audrey. 😎


Inget ya hujat Josh di persilahkan wkwkwwkwk,

__ADS_1


__ADS_2