
Amelia meregangkan tangannya, ia memutar tubuhnya ke sana ke mari, kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke belakang.
Ia menghel nafas sebanyak-banyaknya, kemudian menghembuskannya. Rasanya, tubuhnya begitu lemas. Karena hari ini, ia menangani banyak sekali kasus dan untuk menginterogasi beberapa tersangka yang berbelit-belit, hingga sangat menguras energinya.
“Amelia, kau belum pulang?” tanya Nick saat masuk ke dalam ruang, seketika Amelia tersadar, kemudian ia menegakkan tubuhnya.
“Aku akan pulang sebentar lagi, Capt,” jawab Amelia. “Capt, Kenapa kau menatapku?” tanya Amelia, Nick menggeleng.
“Pulanglah, kau sudah lembur beberapa hari ini. Lihat kantung matamu, kau akan membuatku di cap sebagai kapten yang buruk.”
Amelia pun bangkit dari duduknya, kemudian mengambil tasnya.
“Kalau begitu aku pulang akan pulang, Capt," pamit Amelia, Nick mengangguk-anggukan kepalanya.
•••
__ADS_1
Amelia berjalan lesu saat masuk ke dalam mobil, ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya ia sampai di rumah.
Saat masuk ke dalam rumah, lampu sudah padam, semua penghuni rumah sudah tertidur karena hari ini sudah sangat larut. Amelia membanting tubuhnya di sofa, kemudian berbaring dan tanpa sadar, ia terlelap.
Tapi, baru saja terlelap, ia kembali membuka matanya dan langsung bangkit dari berbaringnya dengan nafas terengah-engah, karena mimpi buruk itu datang lagi. Selalu seperti ini, setiap malam.
Amelia bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan ke arah kamar dan berniat membersihkan dirinya, sebelum ia melanjutkan istirahatnya..
•••√
Ia pikir, ia bisa tertidur. Tetapi ternyata, matanya sama sekali tak bisa terpejam, hingga ia memutuskan untuk menikmati secangkir susu hangat sambil melihat pemandangan langit malam.
Amelia melamun,.pikirannya mengembara pada masa lalu. Ia tak menyangka ia akan ada titik ini, ia bisa mempunyai segalanya dan bisa menjadi apa yang ia mau.
Ia menarik laci yang berada di sebelahnya, kemudian mengambil sesuatu barang yang terbungkus dengan kotak yang sangat sederhana. Ia membuka kotak itu dan mengambil isinya.
__ADS_1
Amelia tersenyum ketika melihat sebuah cincin yang dulu pernah dibuang Gabriel ketika ia menyerahkan kado natal.
Ya saat Gabriel membuang hadiah darinya, tanpa sepengetahuan Gabriel dan Ariana, Amelia mengambil hadiah yang di buang oleh Gabriel dan n menyimpannya sampai sekarang. Mungkin, Amelia sama sekali tak berniat menyimpannya, hanya saja saat pindah ke rumah baru yang di belikan oleh Stuard dan Simma, semua barang-barang dari rumah lama Amelia di angkut ke rumah barunya dan Amelia pun tak menyangka cincin itu terbawa.
3 bulan kemudian.
Amelia terdiam di depan pintu lapas, di tangannya sudah ada paperbag berisi makanan yang di buatkan oleh ibunya. Hari ini, ia terpaksa datang menjenguk Gabriel karena permintaan Stuard.
Setelah lama terdiam, Amelia pun mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ruang tunggu.
Jantung Amelia berdegup kencang ketika menunggu Gabriel. 3 bulan lalu, ia memang memutuskan untuk memaafkan Gabriel, tapi entah kenapa, rasanya begitu asing, ketika ia harus menemui lagi Gabriel. Seandainya Stuard tak memerintahkannya untuk datang menemui Gabrilel, tentu saja Ia tak akan datang.
tak lama, terdengar suara derap langkah, Ternyata Gabriel datang dan tersenyum padanya.
Scroll gengs.
__ADS_1