Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Amelia yang berubah


__ADS_3

Melihat kate dan Gilsa saling pandang, Stuart mengerutkan keningnya saat melihat reaksi keduanya.


“Tuan, sepertinya kita harus pergi dari Villa ini,” ucap Gilsha dengan terbata-bata, membuat Stuard emakin bingung.


“Ada apa?” tanya Stuard.


“Tuan Gabriel akan meledakkan Villa ini ini dalam. waktu dua jam,” jawab Gilsa dengan wajah yang panik.


Ya, Sirine itu adalah alarm bahwa Gabriel sudah pergi dan akan meledakkan Vila tersebut. Gilsa dan Kate sudah sangat lama berada di sana, dan mereka sudah di beri tau sinyal dan fasilitas apa saja yang tersedia di sana. Dan itu sebabnya, Gilsa dan Kate langsung panik, ketika alarm itu berbunyi.


Stuard mengusap wajah kasar. Baru saja ia akan keluar, langkahnya terhenti ketika Kate memanggilnya.


“Tuan, sirine itu menandakan tuan Gabriel sudah pergi dan akan meledakkan Villa ini. Kita tidak punya waktu, kita harus pergi segera dari karena Vila ini akan meledak otomatis,” ucap Kate. lagi-lagi, Stuard mengusap wajah kasar.


Setelah mendengar ucapan Kate, Stuard berlari keluar untuk memanggil anak buahnya dan memerintahkan mengevakuasi Amelia dan semua orang yang tersisa Vila itu.


•••


Gabriel menyandarkan punggungnya ke belakang. Ia meringis memegang perutnya. Saat ini, ia sedang berada di miliknya.

__ADS_1


Ia sengaja membunyikan sirine tersebut, agar sang ayah dan ibunya pergi dari Villa itu.


Karena Ia tahu, Gilsa akan memberitahukan tentang sirine itu pada kdua orang tuanya.


Setelah tadi Stuard menghajarnya dan setelah setelah Stuard pergi, Gabriel langsung bangkit dari duduknya kemudian ia memanggil seluruh anak buahnya yang tersisa di paviliun belakang, termasuk pilot yang selalu standby menunggunya.


Setelah itu, mereka pun pergi dari Villa. Ia tau sang ayah akan membawanya secara paksa. Itu sebabnya, ia langsung pergi agar sang ayah tak menangkapnya.


Dua jam kemudian.


Simma mengerjap, kemudian membuka matanya. Ia langsung menoleh ke arah bawah, di mana Stuard sedang tertidur sambil menggenggam tangannya.


Seketika Simma langsung bangkit dari berbaringnya, membuat Stuard yang sedang memejamkan matanya langsung menegakkan kepalanya.


“Ada apa Sayang?” tanya Stuard dengan panik.


“Bagaimana Amelia, Dad?” tanya Simma, seketika Stuard bangkit dari duduknya. Kemudian menenangkan istrinya.


“Sayang, Amelia sudah ditangani oleh dokter.” Mendengar jawaban Stuard, seketika Simma terdiam. Lalu menghela napas lega.

__ADS_1


Setelah tadi keluar dari Vila dan pulau pribadi Gabriel. Stuard langsung menyuruh pilot untuk mendarat di rumah sakit terdekat, karena Amelia mengalami kejang sedangkan Gilsa dan Kate segera bertemu dengan psikiater.


“Tidurlah lagi!” titah Stuard. Namun, Simma menggeleng.


“Dad, apa kau membawa paksa anak itu!” tanya Simma. Ia seolah enggan memanggil nama putranya, karena ia benar-benar kecewa dan marah pada Gabriel.


Putranya tega menyiksa wanita tak bersalah, ia pernah merasakan bagaimana di posisi Amelia dan itu sangat menyakitkan dan ia takan memaafkan kelakuan Gabriel dengan mudah dan ia sendiri yang akan memberikan hukuman pada Gabriel. Tapi, sayangnya, Stuard kembali kehilangan jejak Gabriel.


10 tahun kemudian.


Amelia membawa catatan kecil di tangannya. Ia membuka pintu, lalu menggeleng saat melihat seorang lelaki duduk sambil tertunduk.


“Tegakan kepalamu dan jawab semua pertanyaanku!” titah Amelia dengan nada tegas, karena orang di depannya tak menjawab, Amelia menggebrak meja.


Ada yang tau Amelia berubah jadi apa, Mak?


Ini 10 tahun kemudian, flashbacknya nanti ya, entar di ceritain kenapa Amelia bisa berubah.


Kalau komen kita flend ga komen kita kemusuhan wkwk

__ADS_1


Bayar aku pake like sama komen ya 😇🤗🤗😍


__ADS_2