
Malam berganti pagi, Grisya mengerjap kemudian membuka matanya, ia terperanjat kaget ketika ia tidak tidur di ranjang, melainkan tidur diatas tubuh seseorang.
Lalu ia mengangkat kepalanya, ternyata ia tidur di atas tubuh ayahnya. “Morning,” siapa Gabriel. sambil tersenyum ke arah Grisya. Semalaman, Gabriel tidak tidur. Ia anteng mengelus rambut Grisya, dan ketika putrinya terbangun, ia langsung menyambut putrinya dengan senyuman.
Melihat Gabriel, tiba-tiba Grisya bangkit dari tubuh Gabriel, Gabriel meringis karena kaki sang Putri menekan pada senjatanya, ia ingin berteriak. Tapi ia menahannya karena tak ingin Grisya terkejut dengan suaranya.
“Kenapa Uncle jahat ada di sini,” kata Grisya, matanya masih setengah sayu, karena ia masih mengantuk.
“Kau berjalan sendiri ke kamar Daddy,” Dusta Gabriel, Grisya tampak berpikir.
“Tidak ... tidak, uncle jahat berbohong," jawabnya lagi. “Kau bukan Daddyku!” teriak Grisya. Setelah mengatakan itu, Grisya pun berbalik.
“Kakek!” teriak Grisya, sambil berlari ke arah pintu, membuat Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya. Putrinya begitu lucu, ia merasa melihat Gabby versi muda.
Setelah itu, Gabriel pun bangkit dari duduknya, kemudian ia berjalan ke arah kamar mandi. Hari ini, Grisya sekolah, dan ia ingin mengantar putrinya ke sekolah.
•••
__ADS_1
“Morning,” sapa Gabriel saat semua sudah siap di meja makan, saat Gabriel terlihat akan mendekati Grisya, Grisya langsung berlari kearah Gabby.
“Aunty, jangan biarkan dia dekat-dekat denganku,” bisik Grisya pada Gabby. Matanya menatap Gabriel, seperti ia menatap musuh.
Rupanya gadis kecil itu sangat pendendam, dan ia masih trauma dengan tindakan Gabriel saat di gudang. Tak mudah melupakan semuanya. Saat itu, ia tak tahu apa-apa. Tapi tubuh kecilnya diseret paksa oleh Gabriel dengan kencang, ia juga dijambak dan juga dijewer oleh sang ayah. Hingga sekarang, ia begitu dendam pada Gabriel.
Gabby menutup mulut saat mendengar ucapan keponakannya, begitupun Simma dan Stuard yang sama-sama menunduk, karena menahan tawanya.
Saat ini, citra Gabriel benar-benar berubah, takkan pernah ada yang menyangka bahwa Gabriel pernah menjadi lelaki yang sangat kejam dan menjadi mafia senjata.
“Grisya, kakek tidak enak badan, kau diantar Daddy dulu oke ke sekolahmu,” ucap Stuard, ketika mereka sudah menyelesaikan sarapan .
“Tidak ... Tidak, aku tidak mau diantar oleh Uncle jahat itu. Aunty Gabby, ayo antarkan aku ke sekolah,” ucap Grisya, ia menatap Gabby penuh harap.
“Aunty Gabby juga harus pergi,” jawab Gabby lagi, membuat Grisya merenggut kesal.
“Nenek!” panggilnya. Ia menatap Simma penuh harap, berharap Simma mau mengantarkannya.
__ADS_1
“Kaki nenek sedang sakit, Griysa," jawab Simma, mereka sama-sama menahan tawa saat melihat reaksi Grisya, mereka benar-benar ingin mendekatkan Grisya dan Gabriel.
Seketika Grisya menunduk, kemudian matanya berkaca-kaca. Tangis anak kecil itu pecah ketika tidak ada yang mau mengantarkannya ke selolah. Terlebih lagi, Ia juga tidak mau diantar oleh Gabrieel.
Seketika semua dilanda kepanikan, tak lama terdengar suara derap langkah, hingga semua menoleh. Ternyata Amelia yang datang berniat untuk mengantarkan putrinya ke sekolah.
“Mommy!” teriak Grisya, ia langsung berlari ke kearah sang ibu. Lalu bersembunyi di belakang tubuh ibunya.
“Grisya ada apa?”
“Mommy, aku tak mau di sini lagi, di sana ada Uncle jahat yang selalu mengejar-ngejarku,” gadis kecil itu mengadu pada sang ibu, seketika Gabriel dan Amelia saling pandang.
Bagaimana apa kalian puas epriebadieh.
Gabby up besok siang ya.
Gas komen gengs biar semangat. maaf ya baru update.
__ADS_1