Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Ijin


__ADS_3

“Amelia, bolehkah aku melakukan lebih?” tanya Gabriel. Jantung Amelia berdetak dua kali lebih cepat ketika mendengar pertanyaan Gabriel. Ia memalingkan pandangannya ke arah lain.


Ia sungguh bingung. di satu sisi, ia sudah terbuai dengan apa yang dilakukan Gabriel. Tapi di sisi lain, ia sungguh takut. Ia takut jatuh kembali kedalam pesona Gabriel dan akan semakin terluka.


“Amelia!” panggil Gabriel lagi. Kali ini, Gabriel memegang pipi Amelia lalu menggerakkannya ke samping dengan gerakan pelan. Setelah itu, ia mengusap pipi.


“Bolehkah aku meneruskannya lagi baby,” tanya Gabriel nada suara Gabriel terdengar lembut, apalagi Gabriel memanggilnya dengan panggilan manis. Tatapan matanya begitu mempesona, membuat Amelia terhipnotis. Hingga pada akhirnya, Amelia mengangguk.


Gabriel tersenyum ketika Amelia mengangguk. Kali ini, Amelia menekan gengsinya karena Gabriel telah membuatnya benar-benar gila.


Mendengar anggukan Amelia, wajah Gabriel terlihat berseri-seri. Sakit kepala yang tadi dialaminya mendadak hilang. Setidaknya ada ada kemajuan hubungan bersama Amelia.


Dengan pelan, Gabriel bangkit dari berbaringnya. Kemudian ia melepaskan Bathrob miliknya. Hingga, kini ia sudah polos tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


Ia menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya, kemudian ia menindih tubuh Amelia. Saat Gabriel menindih tubuhnya, Amelia memalingkan tatapannya ke arah lain, ia sungguh malu saat ini. Tapi, ia tak mengerti kenapa ia bisa menurut saja. Gabriel seperti memiliki sihir, sehingga mampu membuatnya selalu merasa terhipnotis.


“You're so beautiful baby.” Setelah mengatakan itu, ia mencium kening, mata, pipi hingga berlabuh di bibir Amelia. Ia mencium bibir Amelia dan Amelia pun membalas ciuman Gabriel.


Setelah itu, Gabriel menegakkan tubuhnya kemudian membantu Amelia untuk melepaskan Bathrob hingga kini tubuhnya dan tubuh Amelia sama-sama polos.


“Ga-Gabriel!” panggil Amelia terbata-bata, saat Gabriel akan bermain di lehernya.


“Matikan lampu,” ucap Amelia terbata-bata. Gabriel turun dari ranjang, kemudian mematikan lampu. Lalu menyalakan lampu tidur. Hingga kini, hanya ada cahaya remang-remang yang menyinari mereka.


Setelah itu, Gabriel kembali menindih tubuh Amelia. Lalu, ia bermain dengan leher istrinya menggenggam kedua tangan Amelia lalu menyimpannya ke atas hingga Amelia tidak bisa bergerak.


Ciuman Gabriel semakin turun hingga berlabuh di dada Amelia. Gabriel memainkan dada Amelia dengan lembut. Tapi sesekali memainkannya dengan gemas, membuat Amelia membusungkan dadanya tanpa sadar. Ia menekan kepala Gabriel seolah meminta Gabriel melakukannya lebih cepat.

__ADS_1


Dan pemanasan pun berlangsung, hingga pada akhirnya Amelia mencapai puncaknya. Gabriel bisa membuat Amelia mencapai puncak hanya dengan lidahnya.


Nafas Amelia masih terengah-engah, saat pelepasannya sempurna. Amelia langsung menutup sekujur tubuhnya dengan selimut karena ia malu menatap Gabriel.


Gabriel terkekeh, senjatanya masih menegang. Ia ingin sekali menerjang istirnya. Tapi, ia sadar Amelia butuh waktu.


Gabriel membaringkan dirinya di sebelah Amelia, memeluk istrinya dari belakang membuat jantung Amelia berdebar tak karuan. 10 menit berselang, Amelia membuka selimutnya karena tak ada pergerakan dari Gabriel. Saat menoleh, Amelia tersentak kaget ketika melihat Gabriel sedang menatapnya.


“Ke-kenapa kau tidak melanjutkannya?” Amelia menutup mulut, lalu kembali membelakangi Gabriel karena tanpa sadar, ia mengucapkan apa yang ada di hatinya.


Mendengar ucapan Amelia, semngat Gabriel kembali membara. Ia pun ....


Scroll gengs hari ini aku update 4 bab. di bawah bab ini ada promosi, kisah anaknya Daddy Zayn, kalau kalian ga mau baca lewatin aja ya

__ADS_1


__ADS_2