Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
317


__ADS_3

Flahsback


3 tahun lalu.


Zayn mundar-mandi kesana kemari, Gia yang baru saja datang bersama keluarga Smith yang lainnya mengernyit heran saat melihat tingkah Zayn.


"Dad, ada apa?" tanya Gia, membuat Zayn langsung menoleh. Saat melihat Gia, wajah Zayn mendadak menjadi pucat. Bagaimana jika Gia tau, bahwa hadiah yang ia siapkan hilang.


Hari ini, seperti biasa, Zayn akan mengadakan pesta ulang tahun pernikahannya bersama Gia. Saat ia akan mengambil hadiah cincin berlian yang ia simpan di ruang keluarga, ia di buat bingung saat kotak cincin itu tak ada.


Semua sudah berkumpul di ruang keluarga dan bersiap-siap untuk pergi ke aula mansion bersama-sama. Namun, langkah mereka terhenti saat melihat Zayn yang kebingungan.


"Dad!" panggil Gia lagi saat Zayn tak menjawab pertanyaannya. Ia langsung mendekat ke arah Zayn dan menepuk lembut pundak suaminya.


"Cincin berlian yang sudah aku siapkan untukmu hilang," kata Zayn membuat semua yang berada di ruangan itu terkejut.

__ADS_1


"Kau pasti salah menyimpan Zayn!" sela Zidan, membuat Zayn menggeleng.


"Aku sengaja menaruhnya di sini, agar Gia tak melihat hadiah yang aku siapkan. Tapi, sekarang cincin itu tak ada," ucapnya lagi sambil menunjuk bagian bawah meja.


"Ariana, bukankah kau kemarin duduk dilantai dan mengerjakan tugas di dekat tempat ka Zayn menyimpan cincin itu?" ucap Arleta tiba-tiba. Membuat semua menoleh ke arah Ariana.


Ariana yang sedari tadi diam menyimak langsung tersadar. Kemarin, ia memang duduk di lantai dan menaruh laptopnya di meja. Namun, ia sama sekali tak tau menau tentang cincin yang di simpan oleh Zayn.


"A ...." Ariana menghentikan ucapannya saat semua keluarganya melihat ke arahnya.


Zayn adalah lelaki terbaik di hidupnya. Ia sudah mengaggap Zayn sebagai ayahnya sendiri. Tapi, hari ini, ia sadar. Bahwa kasih sayang Zayn tak setulus itu. Mungkin, lelaki yang ia panggil Daddy itu juga mencurigainya.


Setelah menatap Zayn dan Gia, ia beralih menatap kedua orang tuanya.


Ia tau, hubungan ia dan orang tuanya memang tak baik. Bahkan sangat buruk. Namun, yang membuat Ariana tambah sesak, orang tuanya pun menatapnya dengan tatapan curiga.

__ADS_1


Tadinya, Ariana akan mengelak karena memang dia tak tau menau. Tapi, semua sudah menatapnya dengan tatapan curiga dan ia rasa. Mengelak pun tak ada gunanya.


Ariana menegakan tubuhnya, ia berjalan dengan tertatih-tatih ke arah Zayn dan Gia.


"Aunty ... Uncle, maafkan aku. Aku memang mengambil cincin itu. Cincin itu sangat indah dan terlihat mahal. jadi aku menjualnya pada temanku," kata Ariana dengan wajah datar dan menatap Zayn dan Gia dengan tatapan terluka.


Zayn dan Gia tersadar saat Ariana memanggil mereka dengan panggilan Aunty dan Uncle, padahal Ariana biasanya memanggil Mommy dan Daddy pada mereka.


"A-ariana!" panggil Zayn, ia merasa bersalah pada Ariana. Ia lupa, bahwa gadis di depannya ini adalah wanita yang sangat perasa.


Seketika, di ruangan itu menjadi hening. Suasana yang harusnya bahagia itu berubah menjadi menegangkan.


"Uncle, Aunty. Aku berjanji. Akan mengganti cincin itu secepatnya, kalau begitu aku permisi," kata Ariana. Setelah mengatakan itu, Ariana langsung berbalik dan meninggalkan keluarganya.


Josh mengusap wajah kasar saat melihat putrinya pergi. Ia pun segera berlari untuk mengejar putrinya.

__ADS_1


Scroll lagi iesssss


__ADS_2