Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
407


__ADS_3

“Aaaaaaaa!” Arleta meringis saat kuda itu menindih tubuhnya. Seketika semua tubuhnya terasa remuk dan seperti tercerai berai.


Ia terjatuh dengan posisi menyamping hingga kuda itu mengenai pinggang Arleta.


“Auntyyyyyyy!” teriak Zidny. Ia langsung bangkit dari tanah kemudian langsung berlari ke arah Arleta yang terkapar.


“To-tolong,” ucap Arleta dengan lirih, dia merasa sesak, tubuhnya serasa mati rasa. Nafas Arleta mulai memendek, pasokan udara di sekitarnya mendadak berkurang.


“Aunty!” Teriak Zidny, ia berusaha menarik kaki kuda tapi percuma, ukuran kuda terlalu besar. “Tolong ... Tolong!” teriak Zidny. Namun, tak ada yang mendengar karena suara Zidny terlalu kecil, sedangkan mereka berlari di lapangan yang luas.


“Aunty ... Aunty,” teriak Zindy lagi. Ia berusaha menarik tangan Arletta. Tapi tak bisa, kuda itu juga tak bergeser sedikitpun, membuat Zidny semakin panik. Sedangkan mata Arleta sudah separuh terpejam, mungkin Arleta akan kehilangan kesadarannya.


dengan cepat Zidny berlari ke arah Mansion. ia harus memanggil seseorang. “Tolong ...tolong!” teriak Zidny saat masuk ke dalam Mansion, seketika pelayan di mansion menyahut. “Ada apa Nona, Zidny?” tanya salah satu pelayan yang menghampiri Zidny.

__ADS_1


“To-tolong ke lapangan Aunty, Areta tertimpa kuda,”ucap Zidny lagi dengan panik. Seketika mata pelayan itu membulat. Dengan cepat, ia mencari bantuan dan mencari pelayan lelaki untuk membantu Arleta.


“Zidny Ada apa?” tanya Zidan dari arah belakang. Seketika Zidny menoleh, matanya mulai membasah saat melihat sang ayah.


“Da-Daddy, Aunty Arleta tertimpa kuda. Dia baru saja menyelamatkanku, hingga kuda yang aku tumpaki menimpa tubuhnya,” jawab Zidny dengan terbata-bata, membuat mata Zidan membulat.


Seketika itu Zidan langsung berlari kearah lapangan untuk menyelamatkan Arleta. Saat sampai di lapangan, sudah beberapa orang pelayan yang kesusahan untuk mengangkat kuda tersebut.


“Arleta ... Arleta!” Zidan berjongkok dan menepuk-nepuk pipi Arleta. Namun, Arleta masih tak membuka matanya. Zidan pun bangkit dari berjongkoknya, kemudian membantu para pelayan untuk mengangkat tubuh kuda tersebut.


Kepanikan Zidan semakin menjadi-jadi kala Arleta masih tak juga terbangun. Rupanya, Arleta langsung tak sadarkan diri setelah Zidny masuk ke dalam Mansion.


Dengan cepat, ia langsung menggendong Arleta untuk membawa Arleta ke rumah sakit.

__ADS_1


Zidan menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Beberapa kali ia melihat ke belakang, ia melihat ke arah Arleta yang sedang terkulai di dekat Audrey.


Tak lama, mobil yang di kendarai Zidan sampai di rumah sakit, Zidan dengan cepat turun dan membopong Arleta masuk kedalam.


••••


Zidan melihat wajah Arleta lekat-lekat, ia masih terasa tak percaya, Arleta menyelamatkan putrinya. Jika saja tak ada Arleta, Mungkin Zidny lah yang akan terbaring sekarang.


“Zayn ... Zidan, mommy titipkan Arleta pada kalian.”


Tiba-tiba, sekelebat ucapan Sonya menubruk ingatan Zidan, ucapan saat Sonya akan menghembuskan nafas terakhirnya.


Sesak menghimpit dadanya kala mengingat ia sudah sangat jahat pada adiknya selama beberapa bulan ini. Padahal, dia pernah menjadi keegoisan Zayn selama puluhan tahun. Tapi sekarang, ia sendiri malah mengikuti langkah Zayn yang membuat Arleta terpuruk.

__ADS_1


“Dad!” Kelly menepuk pundak Zidan, membuat Zidan berbalik. ”Ternyata, aku Kaka yang buruk,” ucap Zidan sambil tersenyum. Namun, matanya berkaca-kaca. Audrey merangkul bahu Zidan kemudian memeluk suaminya.


Tinggalin komen di sini. Ga komen, ga Friend, hate komen libur seabad 🤣🤣


__ADS_2