Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
335


__ADS_3

“Mi-mister jangan begini!” kata Ariana saat Justin menghimpit tubuhnya. Ia memundurkan tubuhnya saat Justin semakin menghimpitnya.


Dengan santainya, Justin mengangkat tubuh Ariana hingga Ariana duduk di mejanya, membuat mata Ariana membeliak tajam menatap Justin. “Ada negara yang ingin kau datangi?” tanya Justin. “Jika ada katanya padaku. Kita akan menetap di sana,” jawab Justin, membuat Ariana benar-benar terkejut. Sebenarnya ada apa dengan lelaki di depannya ini.


“A-aku tak mengerti, ke-kenapa mister berkata seperti itu,” jawab Ariana dengan lirih. “Mister jangan begini!” kata Ariana saat Justin semakin menghimpit tubuhnya. Bahkan, wajah Justin dan wajahnya begitu dekat.


“Bukankah semalam kau yang meminta agar aku membawamu pergi.”


“Maaf, semalam aku hanya terbawa perasaan.” Lirih Ariana. Tiba-tiba, ia merasa mellow saat mengingat mengingat momen semalam.


“Ariana, tatap mataku!” titah Justin ketika Ariana menunduk.


“Kau tak ingin bertanya tentang alasan aku mengikutimu selama ini?” tanya Justin, hanya ingin memastikan, kenapa Ariana bisa mengenalinya.


“Mi-mister, a-aku ingin turun,” Ariana berusaha mengalihakan pembicaraan. Ia juga tak nyaman dengan posisi mereka yang cukup intim. Demi apa pun, ini pertama kalinya ia sedekat ini dengan lelaki.


“Jika kau ragu untuk menjawab. Maka dengarkan ini,” kata Justin, ia mengankat dagu Ariana hingga Ariana mengangkat kepalanya dan kini mata mereka saling mengunci.


“Kau ... Kau adalah milikku. Tak perduli jika kau menganggapku gila. Jika kau mencintai lelaki lain, Aku akan membunuh siapa pun lelaki yang kau cintai, karena sejak awal. Sejak kau kecil, kau adalah milikku. Karena kau sudah tau aku yang sebenarnya, maka aku rasa tak ada yang harus aku tutupi. Dan seperti keinginanmu, kita akan pergi dari sini setelah kita menikah. Aku akan membawamu ketempat di mana kau akan merasa damai.”


Pandangan Justin di penuhi keseriusan, tak ada sama sekali keraguan dalam ucapannya. Dia sudah merencanakan ini dari awal, ternyata Tuhan begitu baik, ia tak perlu terus berpura-pura lagi, Ariana sudah tau tentangnya dan saatnya ia menjalankan rencananya..

__ADS_1


Demi apapun, tubuh Ariana menegang mendengar ucapan Justin. Menikah katanya, yang benar saja. Ariana bahkan tak ingin menikah dan tak pernah terpikirkan untuk menikah.


“Mister, bisakah aku turun, kakiku pegal,” dusta Ariana. Namun, Justin menggeleng.


“Kau tak bisa membohongiku,” jawab Justin. Ariana tersenyum getir.


“Ta-tapi kita berbeda. Kakiku cacat, aku tak bisa terus duduk seperti ini,” kata Ariana dengan lirih. Justin menegakan tubuhnya, ia memegang kedua bahu Ariana..


“Berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain, Ariana. Kau sempurna, tak ada sama sekali kecacatan dalam dirimu," kata Justin, Ariana langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain. Tatapan Justin begitu menusuk hingga ke jantungnya.


Hati Ariana menghangat saat mendengar ucapan Justin, ucapan yang selalu ia harapkan dari kedua orang tuanya. Ia selalu berharap ayah ibunya yang mengatakan hal tersebut, setidaknya untuk menyemangatinya. tapi pada akhirnya, Justinlah yang mengatakannya dan menenangkannya.


“Yo are mine, Ariana. Just mine,” kata Justin, ia menangkup kedua pipi Ariana lalu menempelkan keningnya pada kening Ariana.


Belum Ariana menjawab, Justin menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak, sekalipun kau tidak ingin menikah denganku, aku akan memaksamu dan membawamu ke Altar.”


Lidah Ariana langsung kelu, rasanya ia tak mampu menjawab ucapan Justin, bertahun-tahun di ikuti, sempat merasa takut dan waswas karena terus diikuti. Namun, pada akhirnya ia terbiasa dengan kehadiran Justin hingga rasa itu perlahan berubah menjadi cinta.


Saat kedua orangtuanya mengabaikannya, Justin selalu ada di dekatnya, menjaganya dari kejauhan. Bahkan, hanya Justin yang menganggap dirinya sempurna.


Justin menjauhkan dirinya, lalu menurunkan tubuh Ariana. Tiba-tiba, tubuh Justin menegang saat Ariana memeluknya.

__ADS_1


“Mi-mister, kau harus membunuh dirimu sendiri,” lirih Ariana saat dalam pelukan Justin. Rasanya Ariana tak ingin mengatakan apa pun lagi. Ia hanya ingin mengakui perasaannya.


Dunia Justin berhenti berputar saat mendengat ucapan Ariana. Apa secara tak langsung Ariana sedang mengatakan bahwa Ariana mencintainya, karena tadi ia berkata akan membunuh siapa pun lelaki yang di cintai oleh Ariana.


Apakah lelaki itu dirinya?


•••


“Josh apa kita perlu ke rumah sakit?” tanya Briana saat Josh terus memegang dadanya.


Josh menggeleng, “Aku hanya kelelahan lagi pula kita harus mengantar Carla untuk pergi.” kata Josh.


“Mommy ... Daddy ...” panggil Carla, ia masuk kedalam kamar orang tuanya.


Matanya membulat saat melihat sang ayah sedang mimisan.


“Huekk.” perut Carla langsung mual saat melihat hidung sang ayah yang mengeluarkan darah.


“Carla tunggu di luar. Mommy Daddy akan menyusul sebentar lagi,” kata Josh.


“Dad ... Mom aku akan pergi bersama temanku yang lain saja. Kau akan mengacaukan acaraku jika kau seperti itu.” Carla bergidik, ia sungguh jijik melihat Josh yang sedang mengelap darah di hidungnya.

__ADS_1


“Carla!” bentar Briana. Ia tak menyangka sang putri akan berkata begitu pada Josh.


Tinggalin komen di bab ini, ga komen ga frendddd


__ADS_2