
"Syutt!" Ucap wanita yang membekap Zidan, Ia mengisyaratkan Zidan untuk tak membuka mulutnya. Zidan pun mengangguk.
Perlahan wanita itu, melepaskan tangannya dari mulut Zidan. Ketika anak buah Albert berjalan ke arah mereka. Wanita itu memengang bahu Zidan, lalu menekannya agar Zidan sedikit membungkuk.
Setelah Zidan sedikit membungkuk, wanita itu menggeser tubuhnya hingga menutupi tubuh Zidan, karena wanita itu memakai pakaian serba hitam, anak buah Albert tak mencurigainya. Sebab, ada kain yang menutupi mobil tersebut dan kain mobil tersebut berwarna hitam hingga mereka bisa bersembunyi dengan aman.
"Kau tidak apa-apa?" tanya wanita itu berbisik. Ia keluar dari tempat persembunyian untuk memastikan semuanya aman.
"Kau siap ...."
Perkataan Zidan terpotong saat wanita tadi menarik tangan Zidan untuk keluar dari persembunyiannya. Wanita itu berjalan kearah mobil Zidan.
"Pulanglah! tempat ini bahaya untuk mu!" ucap wanita itu. Tanpa mendengar jawaban Zidan, wanita itu langsung pergi melangkahkan kakinya dengan secepat kilat.
Ditengah rasa was-wasnya, Zidan merasa harga dirinya tercoreng karena di selamatkan oleh seorang wanita, harusnya dia yang menyelamatkan wanita itu karena wanita itu berada di tempat menyeramkan. Tapi, malah dia yang di selamatkan.
Zidan pun masuk kembali kedalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut.
"Kenapa kau lakukan ini pada kami, Dad. Haruskah aku bersyukur bahwa nyatanya Zayn yang selama ini menyebutku anak haram ternyata dia pun sama. Atau haruskah aku membencinya karena apa yang dia lakukan padaku selama ini," lirih Zidan dalam hatinya saat mengemudikan mobil. Haruskah ia memberitaukannya pada Zayn tentang hubungan mereka atau .... Ah, entahlah, semua terasa berputar-putar di kepalanya.
•••
Gia mengucek matanya saat terbangun, tubuhnya terasa lemas karena semalam dia tak bisa tertidur di tambah lagi ia merasakan mual sepanjang malam.
__ADS_1
Tak pernah terbayangkan, Ia akan terjebak di antara pria gila seperti Zayn yang memaksa dirinya untuk menjadi pengantin hanya untuk balas dendam.
Gia pun dengan lesu turun dari ranjang, ia berniat membuat secangkit teh hangat untuk menyegarkan badannya.
Mata Gia membulat sempurna saat melihat Zayn sedang duduk dengan santainya di sofa. "Sedang apa kau di sini!" tanya Gia. Tiba-tiba ia merasa emosi saat melihat Zayn yang seenaknya masuk kedalam apartemennya.
"Pakai ini! kita akan segera pergi ke gereja untuk menikah!" titah Zayn sambil menyodorkan kotak berisi gaun untuk Gia.
"Pergi! aku takan sudi menikah denganmu!" teriak Gia.
Zayn merasa ngilu saat Gia berteriak, ia takut emosi Gia akan memengaruhi calon anak mereka.
"Kau sudah menandatangani surat perjanjian kemarin. Jadi tak ada alasan untuk menolak!" seru Zayn menekankan kalimatnya.
"Jika kau mati, aku tak punya alat untuk membalas dendamku pada di si anak haram itu. Kau mengertikan siapa orang ya ku maksud anak haram itu."
Mendengar ucapan Zayn, Gia melangkahkan kakinya dan mengambil kasar kotak yang berisi gaun. Lalu dia berjalan kembali ke kamar dan membanting pintu.
•••
Setelah melalui drama panjang, akhirnya mereka pun tiba di gereja.
Setelah mengucapkan janji pernikahan di hadapan Tuhan dan Pendeta, mereka pun resmi menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1
•••
Setelah acara pernikahan mereka selesai, Zayn pun mengajak Gia untuk meninggalkan gereja.
"Ini bukan jalan ke apartemen ku. Kau mau membawaku kemana?" teriak Gia saat berada di dalam mobil.
"Apartemenku!" jawabnya Zayn santai. Ia terus fokus mengemudi tanpa memperdulikan teriakan Gia.
"Turunkan aku! aku tak ingin tinggal di apartemenmu. Aku tak sudi seatap dengan lelaki sepertimu!" teriak Gia lagi.
Namun, Zayn tak membalas teriakan Gia, ia tetap fokus mengemudi. Ia tak mau berdebat dengan Gia dan pastinya akan membuat Gia lebih emosi dan bisa memengaruhi calon anak mereka.
"Turun!" ucap Zayn ketika mereka sudah sampai di basement apartemen Gia.
"Tidak! aku tidak mau turun. Cepat antarkan aku ke apartemenku!"
Zayn membuka pintu mobil dan keluar dari mobil, ia mengitari mobilnya dan membuka pintu untumengaja
"Mau apa kau!" teriak Gia saat Zayn mendekat ke arahnya.
Tanpa menjawab ucapan Gia, tangan Zayn menyelinap kelutut Gia dan punggung Gia. Lalu dengan sekali gerakan Zayn memangku Gia ala bridal style. Ia tak punya waktu untuk berdebat dengan Gia. Jadi yang bisa Zayn lakukan adalan memangku Gia agar tak menolak lagi. Dia harus menyelesaikan sesuatu setelah ini.
"Turunkan Aku!" teriak Gia sambil meronta-ronta.
__ADS_1
Zayn ....