
Mendengar kata-kata Audrey, Zidan terdiam. Ia bisa melihat, Audrey menatapnya dengan tatapan geram bercampur kesal.
"Maafkan aku, Audrey," lirih Zidan dengan, terdengar jelas ada nada keputusasaan dari suaranya. Semua terasa mendadak bagi Zidan. Tadi pagi, ia menghina Audrey, mengatakan Audrey seorang jalang. Lalu, siang hari, ia mengetahui bahwa ia memiliki seorang putri dan saat malam hari, saat ia mengetahui semuanya, ia malah di benci oleh Audrey dan putrinya karena perkataannya tadi pagi.
"Aku sudah memaafkanmu, ... dan mulai sekarang jangan temui aku lagi," jawab Audrey dengan tersenyum sinis pada Zidan. Tanpa mendengar lagi jawaban Zidan, Audrey pun berbalik. Namun, baru saja ia akan mendorong pintu ruangan yang di tempati Kelly, gerakannya terhenti saat ekor matanya, menangkan bahwa Zidan tengah berlutut.
"Kumohon, Audrey ... Maafkan aku, ampuni aku! Ijinkan aku untuk bertanggung jawab padamu dan putriku!" ucap Zidan. Ia berlutut di hadapan Audrey, berharap Audrey mau memaafkan dirinya.
Bukannya terenyuh, Audrey malah semakin memandang Zidan dengan tatapan sinis yang kentara. "Siapa yang bilang, Kelly putrimu! Aku seorang jalang. Tentu saja aku tidur dengan banyak pria," ucap Audrey dengan tertawa miris, Audrey bisa saja tertawa saat mengatakan hal tersebut. Namun, hatinya teriris perih.
Zidan menunduk, ucapan Audrey membuatnya kalah telak hingga ia tak berani mengangkat kepalanya. Ia telah menghina wanita yang di cintainya, ibu dari anaknya yang selama ini berjuang sendirian.
Audrey kembali tersenyum sinis saat melihat Zidan yang kembali menunduk, ia pun kembali berbalik dan mendorong pintu untuk masuk kedalam ruangan yang di tempati Kelly.
Audrey merasakan sesak setiap kali ia melihat Zidan, dan saat mengingat ucapan Zidan, Audrey selalu teringat pada penghinaan yang Zidan ucapkan.
Saat masuk kedalam ruangan Kelly, ternyata Simma dan Kelly sedang tertidur. Audrey dengan perlahan mendekat ke arah brankar. Tangis yang ia tahan, akhirnya pecah saat melihat wajah putrinya, hingga membuat Simma terbangun karena mendengar ucapan Audrey
__ADS_1
"Audrey!" pekik Simma saat melihat Audrey, ia mengucek matanya karena tak percaya orang di depannya adalah Audrey.
"Audrey!" Simma pun bangkit dari duduknya setelah setelah yakin, orang di depannya ini adalah Audrey.
"Aku baik-baik saja, Simma. Aku baik-baik saja," ucap Audrey ketika Simma memeluknya sambil menangis.
"Saat Simma memeluk Audrey, Kelly pun membuka matanya, rupanya ia terbangun karena mendengar suara tangisan Simma yang cukup keras.
Saat melihat Audrey, mata Kelly berbinar. Ia ingin sekali memanggil ibunya dan ingin memeluk Audrey. Namun, ia tak bisa. Ia tak bisa berbicara karena rahangnya terasa nyeri.
"Kelly!" pekik Audrey saat masih memeluk Simma, beruntung ia melihat ke arah Kelly hingga ia bisa tau bahwa putrinya sudah bangun.
"Mommy disini, Sayang. Mommy di sini," ucap Audrey pada Kelly, membuat Kelly tersenyum.
•••
"Sedang apa mereka?" tanya Zayn yang sedang menggenggam tangan istrinya. Mereka baru saja dari luar karena mencari makan malam. Namun, saat mereka akan kembali ke ruangan Kelly, mereka di buat heran dengan Zidan yang sedang berlutut di hadapan Audrey.
__ADS_1
"Apa mereka sedang ada masalah besar?" tanya Zayn lagi, karena ia sama sekali tak tau bahwa sang adik memiliki masalah yang cukup besar.
Mendengar pertanyaan suaminya, Gia memutar bola matanya, suaminya sudah kembali kedalam mode cerewet.
"Itu bukan urusan kita, Dad," jawab Gia.
"Mereka seperti sedang melakukan drama," ucap Zayn lagi mencemooh ke arah adiknya yang sedang berlutut di hadapan Audrey.
"Kau juga seperti itu, Dad!" seru Gia.
"Kapan! kapan aku melakukannya," elak Zayn.
"Kau pernah melakukannya, Dad. Kau berpura-pura sakit, lalu kau mengoleskan bedak ke bibirmu dan kau menyusulku dengan masih memakai, pakaian rumah sakit," jawab Gia sambil tergelak karena mengingat tingkah suaminya.
"Aishhh!" gerutu Zayn saat istirnya menertawakannya, dengan cepat, Zayn mencium bibir Gia hingga Gia terbelalak.
"Aku takan melepaskanmu jika kau terus meledekku!" seru Zayn, sedangkan Gia hanya menggeleng.
__ADS_1
Scrooll lagi iessss.