
Meihat sang kakak masuk ke ruangan Arleta dengan emosi, Zidan langsung bangkit dari duduknya, kemudian ia menghampiri Zayn.
“Zayn ada apa?” tanya Zidan. Ia bisa melihat amarah di mata sang kakak, tanpa membalas ucapan Zidan, Zayn langsung berjalan ke arah berangkar. Lalu ia menghampiri Arleta.
Zayn berusaha meredam emosinya agar tak berteriak, karena ia sadar ini di rumah sakit. Arleta yang sedari tadi memejamkan matanya karena takut pada Zayn, kembali lagi membuka matanya, hingga kini, matanya bersitatap dengan mata Zayn.
Tiba-tiba, ia bergidik saat melihat wajah sang kakak. Ia tak pernah melihat wajah sang kakak seperti ini sebelumnya. “Kau;" Hardik Zayn sambil menunjuk wajah Arleta membuat dada Arleta tersa nyeri bukan main.
Zidan maju ke arah Zayn, ia masih bingung dengan apa yang terjadi di depannya.
“Zayn ada apa?” tanya Zidan.
“Apa kau tahu apa yang dilakukan wanita tidak tahu diri ini,” ucap Zayn.
Deg.
jantungnya Arleta ditikam ribuan jarum saat mendengar ucapan kakak angkat pertamanya. Tubuh Arleta bergetar, ia benar-benar ingin menangis sekencang-kencangnya.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” tanya Zidan.
Zayn menghela nafas kemudian melirik pada Zidan. “Kau tahu dia menghapus nama Smith di belakang namanya,” jawab Zayn dengan nada menggeram. Arletta menggigit bibirnya, ternyata kakaknya sudah mengetahui tentang dirinya.
Mendengar ucapan Zayn, seketika Zidan dan Audrey saling pandang. Kemudian ia menatap Arleta.
“Arleta, apa itu benar?” tanya Zidan, raut wajah Zidan mendingin. Padahal, beberapa detik lalu, Zidan baru saja meminta maaf padanya tapi sekarang yang Zidan kembali menatapnya dengan dingin, membuat dada Arleta semakin berdenyut nyeri.
“Jawab!” teriak Zayn, ia sudah kehilangan kesabarannya.
“A-aku ....” Arleta meneruskan ucapannya karena suaranya tenggelam oleh tangisan. kini ia benar-benar merasa terpojok, Areta menangis sesegukan. Di tengah rasa sakit yang mendera tubuhnya, kini ia harus menerima rasa sakit yang mendera hatinya.
kali ini, Zayn tak bisa menahan emosinya lagi ia bahkan berteriak saat menghardik Arleta .
Demi apapun, ini lebih menyakitkan daripada saat Zayn menyebutnya ******. Ia tak pernah membayangkan hari ini akan datang, hari di mana kakaknya mengatakan bahwa ia hanya anak adopsi.
Sekarang, ia benar-benar berada di titik terendahnya, mentalnya dan fisiknya hancur karena kelakuannya sendiri. Ucapan sang Kaka begitu menyakitkan dan begitu menusuk. Tapi anehnya, ia tak tak bisa membenci kakaknya
__ADS_1
ia malah menyalahkan dirinya sendiri karena memang ini berasal dari dirinya sendiri.
“Zidan Audrey, tinggalkan dia. Jangan pernah datang lagi menemui wanita tidak tau diri ini. Anggap saja dia menyelamatkan Zidny sebagai balasan karena keluarga kita telah mengurusnya.” Setelah mengatakan itu, Zayn mengeluarkan dompetnya. Lalu mengeluarkan uang dan melemparkan pada tubuh Arleta.
“Jangan pernah datang lagi ke keluarga kami bahkan ketika kau sekarat!” setelah mengatakan itu, Zayn langsung keluar dari ruang rawat Arleta.
Zidan menghela nafas, baru saja ia merasa bersalah pada sang adik. Tapi rasa bersalah itu berganti dengan rasa kecewa.
“Kau istirahtlah, kami akan pulang,” ucap Zidan dengan nada dingin. Setelah mengatakan itu, ia langsung mengajak Audrey untuk keluar.
Setelah Zidan dan Audrey keluar, Tangis Arleta luruh.. Ia menangis sesegukan. Ucapan Zayn benar-benar begitu menusuk. Oksigen di sekitar Arleta mendadak berkurang.
“Mommy!” lirih Arleta, dengan suara yang pelan. Tiba-tiba, ia menghentikan tangisnya, lalu padangan matanya kosong.
ga boleh hate komen, hate komen libur seabad. Kalian pasti tau kan, kalau aku bikin part nyesek, nyeseknya ga tanggung-tanggung 🤣
🤣
__ADS_1
Ga komen flend.
Sabar ya bentar lagi Zayn Zidan nyesel dengan cara yang tak terduga.