
“Dulu ....” sejenak Justin menghentikan ucapannya. ia mencoba merangkai kata yang pas untuk menceritakan pada kekasihnya.
“Dulu apa?” Tanya Ariana yang tak sabar.
“Dulu, ayah dan ibuku penganut dan masuk kedalam sekte yang di pimpin oleh kakekmu. Sebenarnya bukan hanya kedua orang tuaku, semua keluargaku pun mengikuti aliran sesat akupun awalnya mengikuti. Seiring berjalannya waktu, dan umurku mulai bertambah, aku mulai menyadari bahwa apa yang kami lakukan adalah salah sehingga aku memutuskan untuk keluar dan tak mengikuti lagi ajaran itu,” Justin menghentikan sejenak ucapannya. Ia tampak mengigit bibirnya kemudian matanya mulai berkaca-kaca.
“Aku tak menyangka, jika keputusanku akan membuat kakekmu murka. Karena pada awalnya saat kita mengikuti sekte kakekmu kita di larang mundur atau keluar jika ada yang melanggar. Maka, nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya. Dan sejak saat aku mundur, orang tuaku dan kakaku tak pernah pulang lagi, Mereka harus menerima hukuman karena aku keluar.” Lagi-lagi, Justin menghentikan ucapannya sejenak. Matanya mulai memanas saat ia mengingat semuanya.
__ADS_1
Ariana mengigit bibirnya, ia bisa merasakan kesedihan yang mendalam dari nada Justin. Perlahan, tangannya mengelus punggung Justin. “Jika kau tak sanggup untuk bercerita, maka hentikanlah. Aku berjanji, tak akan lagi bertanya,” kata Ariana. Seketika Justin menggeleng. Ia menegakan tubuhnya, kemudian menggenggam tanga Ariana dan mengecupnya.
“Aku akan menceritakan semuanya padamu!” kata Justin.
“Setelah menyadari bahwa orang tuaku dan kakaku menghilang. Aku mencoba mencari tau keberadaan mereka. Namun, nihil ... Aku tak bisa menemukan mereka di mana pun. Hingga aku bertekad untuk bekerja semakin keras agar bisa menemukan mereka. Dan saat itu, jalan yang ku tempuh adalah menyamar dan berpura- pura menjadi pelayan di mansion kakekmu. Aku menyamar dengan rapi hingga tak ada yang mengenaliku. Dan ....”
“Dan saat aku menyamar lalu pergi ke Mansion kakekmu dan mulai bekerja. Saat itu pula untuk pertama kalinya aku melihatmu di paviliun belakang. Entah kenapa jantungku terasa diremas-remas saat kakekmu memperlakukanmu dengan tidak baik. Saat itu, aku ingin menolongmu tapi aku pun masih mempunyai misi yang lain dan aku tak bisa gegabah. Aku hanya bisa diam saja setiap kali kau di perlakukan tak adil. Setiap malam, aku menemanimu di depan jendela kamarmu, hatiku teriris perih saat mendengar tangismu. Aku tak habis pikir kenapa anak sekecil dirimu. harus menerima perlakuan tak adil.” Justin menghentikan ucapannya saat mendengar Ariana terisak. Karena secara tak langsung, Justin mengingatkannya pada masa kecilnya.
__ADS_1
Justin melepaskan genggaman tangannya, lalu merangkul pundak Ariana dan membawa Ariana kedalam dekapannya, hingga tangis Ariana, semakin luruh.
“Kau tau ... Sedari kau kecil, setiap melihat wajahmu dari kejauhan, setiap kau melamun ... Aku selalu ingin menghampirimu dan mengajakmu bermain. Tapi, aku tak bisa ... Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Sebelum kau di sekap bersama ibumu, aku berhasil menemukan keberadaan kedua orang tuaku ....”
“Di-dimana keluargamu?” tanya Ariana, ia memberanikan diri mengangkat kepalanya dan menatap Justin.
“Aku menemukan mereka tergantung di area penyembahan. Mereka sudah menjadi tulang, aku bisa mengenali mereka karena di bawah tulang tersebut ada pakaian yang terakhir kali mereka pakai. Melihat itu semua, aku murka ... Sekte ayahmu begitu kejam dan saat aku akan keluar dari tempat penyembahan aku mendengar jemaah yang lain menyebut namamu dan ibumu, mereka mengatakan akan menjadikanmu mangsa malam ini. Aku bersembunyi, dan tak lama ... Aku mendengar suara kakekmu dan ibumu sedang berdebat, saat itu aku tak bisa keluar karena ada jamaah yang diam ruangan penyembahan, hingga aku hanya bisa menunggu dan ketika aku mendengar suara ayahmu datang ... Aku bisa bernapas lega. Namun, kelegaanku hanya bertahan sebentar kala ayahmu terlalu banyak basa-basi. Padahal Jamaah yang lain akan berkumpul sebentar lagi, beruntung beberapa orang yang tadi ada di ruang penyembahan segera pergi hingga aku keluar dan langsung menghampirimu dan langsung menembak Regard kemudia .....”
__ADS_1
Scroll lagi ga komen enggak flenddddd 🤣🤣