Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
266


__ADS_3

"Gabriel, apa menurutmu Daddy akan membenci kita?" tanya Gabby, hari sudah larut. Tapi kedua anak kembar itu masih belum bisa memejamkan matanya.


Bukan hanya Simma yang melihat tatapan kecewa di mata Stuard, tapi Gabby dan Gabriel pun merasa bahwa sang ayah marah kepada mereka.


Gabriell tak menjawab, ia menekuk kakinya dan memainkan jari-jarinya di lantai. Perasaan Gabriel sedang tak karuan. Bocah kecil itu pun sama berpikiran seperti Gabby, hingga ia ingin menangis. Namun, ia berusaha menahannya karena tak ingin menangis di depan Gabby.


Karena Gabriel tak menjawab ucapannya, Gabby pun menekuk kakinya sama seperti Gabriel. Mata gadis kecil itu sudah berkaca-kaca.


Tak lama, terdengar suara pintu terbuka, membuat Gabby dan Gabriel langsung mengangkat kepalanya.


"Mommy!" teriak Gabby dan Gabriel secara bersamaan. Mereka langsung bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri Simma dan memeluk kaki Simma.


"Maafkan kami, Mommy," ucap Gabby dan Gabriel secara bersamaan. Tangis keduanya pecah saat memeluk kaki Simma.


Batin Simma teriris perih mendengar isakan kedua anak kembarnya. Matanya sudah berkaca-kaca, tapi sebisa mungkin, ia menahan tangsinya.

__ADS_1


Simma mengusap rambut kedua putra putrinya, ia mangajak Gabby dan Gabriel untuk duduk di sofa.


"Mommy, apa Daddy akan membenci kami?" tanya Gabby dengan berderai air mata. Simma mendudukan Gabby di pangkuannya dan memeluk Gabby, sedangkan Gabriel mendudukan diri di sebelah Simma, dan menyender pada bahu Simma.


Simma memeluk Gabby dan merangkul pundak Gabriel. Ia tak menjawab pertanyaan Gabby, karena ia sendiri merasa ucapan Gabby ada benarnya. Mungkin, sikap Stuard besok akan berubah pada putra putrinya.


Pada akhirnya, ketakutan Simma selama ini terjadi, sosok Stuard terlalu sempurna untuk menjadi ayah sambung bagi kedua putra putrinya. Dan Simma selalu takut, suatu saat, sifat Stuard berubah saat anak-anaknya mengecewakan Stuard.


"Mommy kenapa tak menjawab pertanyaanku?" ucap Gabby sambil terisak, membuat batin Simma semakin teriris perih.


Simma tersenyum, ia mengelus rambut Gabby. "Besok pagi. Ketika, Daddy sudah bangun. Kalian, harus meminta maaf oke dan akui kesalahan kalian," kata Simma. Ia menggendong Gabby dan menuntun Gabriel untuk berbaring di ranjang.


Stuard membuka matanya. Ia memegang kepalanya karena merasakan nyeri yang hebat. Lalu melihat kesekelilingnya, ternyata ... Hari sudah pagi, ia melihat ke samping, ada air dan obat untuk perendam pening.


Setelah meminum obat, Stuard menyenderkan punggungnya kebelakang. Matanya menatap kosong kedepan. Kemarin, ia beralasan akan kembali ke kantor, ia memang pergi ke kantor. Tapi, bukan untuk bekerja, melainkan untuk meminum alkohol

__ADS_1


Stuard merasakan dunianya menggelap saat guci kesayangannya, pecah dan hancur. Saat usianya 17 tahun, ia dan sang ibu membuat guci itu bersama-sama. Dan sehari setelah membuat Guci itu, orang tuanya pergi keluar negri dan pesawat yang di tumpangi orang tuanya meledak di udara.


Sturd hancur berkeping-keping saat mendengar kabar kecelakaan pesawat yang di tumpangi kedua orang tuanya. Dunia Stuard


menggelap, ia yang merupakan anak tunggal dan terbiasa hidup dengan kasih sayang yang berlimpah harus menerima hal terpahit dalam hidupnya.


Semua serba mendadak untuknya. Kemarin, ia masih bersenda gurau bersama kedua orang tuanya. Tapi, keesokan harinya semuanya sirna dan lenyap.


Guci itu sangat berarti bagi Stuard, itu kenangan terakhir bersama sang ibu. Dan kini, guci itu pecah membuat jiwa Stuard melayang.


Kemarin, ia sengaja pergi dari Mansion karena tak ingin memperlihatkan kekecewaan pada istri dan kedua anak kembarnya, ia memilih untuk pergi sejenak menenangkan diri.


Lamunan Stuard buyar Kala mendengar suara pintu kamar yang terbuka, munculah sosok Gabby dan Gabriel masuk kedalam kamar sambil menunduk, membuat Stuard menghela napas.


INI PERMINTAAN OTOR BUAT SEMUA.

__ADS_1


Ga boleh ada yang hujat Simma, Stuard atau Gabby dan Gabriel. Ikutin alurnya, karena pasti akan happy ending 😉


scroll lagi iesss


__ADS_2