
Satu minggu kemudian
Hari ini, tepat satu minggu Audrey di rawat, kondisi Audrey sudah membaik, ia bahkan sudah bisa berjalan. Dan besok, Audrey sudah diijinkan untuk pulang.
Waktu menunjukan pukul 10 pagi, Zidan dan Audrey baru saja sampai di ruang rawat karena mereka baru saja jalan-jalan di taman rumah sakit.
"Zidan, aku bisa sendiri," ucap Audrey saat Zidan akan menggendongnya dari kursi rodanya. Namun, seperti biasa, Zidan tak menghiraukan perintah Audrey.
"Kau lapar?" tanya Zidan setelah mendudukan Audrey di brankar.
" Aku ingin mandi. Bisakah kau keluar dulu. Aku harus mengganti bajuku!" titah Zidan pada Audrey. Namun, Zidan menggeleng.
"Aku akan membantumu mandi," ucap Zidan dengan santai membuat Audrey membulatkan matanya.
"Kau gila, bagaimana mungkin kau berkata begitu!" seru Audrey, ia menyilangkan kedua tangannya di dada, membuat Zidan tergelak.
Zidan menarik kursi lalu mendudukan dirinya. "Kenapa? bukankah kita sudah saling merasakan satu sama lain 8 tahun yang lalu," jawab Zidan membuat pipi Audrey bersemu merah.
"A-apa maksudmu?" tanya Audrey dengan gugup. Ia langsung memalingkan tatapannya ke arah lain.
"Ah, ia. Aku ingin bertanya padamu," ucap Zidan, tiba-tiba, ia teringat sesuatu.
"Apa?"
__ADS_1
"Kenapa saat itu kau bisa terpikirkan untuk memakaikanku pakaian kembali, hingga aku menyangka yang terjadi hari itu adalah mimpi."
"Saat itu, kita tak saling mengenal. Akan terasa aneh jika tiba-tiba aku terbangun di sisimu saat pagi datang. Dan aku cukup sadar diri, siapa aku dan siapa kau," jawab Audrey dengan tatapan sendu.
Zidan menggenggam tangan Audrey, lalu mengecupnya. "Maafkan aku, seharusnya aku menyadari dari awal, padahal aku mengingat jelas saat-saat kau dengan lincah menari di atasku, tapi bodohnya aku malah mengira itu adalah sebuah mimpi." Zidan memutar bola matanya ke atas mencoba mengingat-ngingat saat ia dan Audrey memadu kasih, tanpa sadar, senjata Zidan menegang karena ia membayangkan hal tersebut.
Audrey langsung mengambil bantal, lalu memukul Zidan dengan bantal karena ia melihat senjata Zidan bangkit, ia bisa tau apa yang sedang di pikirkan oleh kekasihnya. "Kau sungguh mesum!" gerutu Audrey, membuat Zidan terbahak.
Saat Audrey akan membaringkan tubuhnya, Zidan langsung bangkit dari duduknya. Ia menggendong Audrey dan kemudian duduk kembali dan mendudukan Audrey di pangkuannya.
Zidan menangkup kedua pipi Audrey, lalu mencium bibir Audrey, dan Audrey pun membalas ciuman Zidan. Mereka berciuman cukup lembut. Kemudian Zidan melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya pada kening Audrey.
"Terimakasih, Audrey, terimakasih Sayang," ucap Zidan dengan napas terengah-terengah.
"Terimakasih, kau sudah menjadi tempatku untuk pulang," jawab Audrey.
Bukannya membalas ucapan Audrey, Zidan mencium kembali bibir Audrey, namun tak lama Audrey menjambak rambut Zidan karena ternyata Zidan menggesek-gesekan bagian tubuhnya yang telah menegang.
"A-ahhh, Audrey," teriak Zidan saat Audrey menjambaknya.
"Kau mesum sekali!" gerutu Audrey, ia bangkit dari pangkuan Zidan dan kembali duduk di brankar. Zidan menepuk keningnya, ia lupa jika calon istrinya tak seperti wanita lain.
•••
__ADS_1
"Aunty, apa ini cukup?" tanya Kelly saat melihat troli belanjaan. Saat ini mereka sedang berbelanja di super market, mereka akan memasak untuk menyambut kepulangan Audrey.
"Aunty, bukankah itu Uncle Josh!" ucap Kelly saat Simma belum menjawab pertanyaannya.
Simma menoleh ke arah samping, jantungnya terasa di tikam ribuan jarum saat melihat Josh menggandeng mesra seorang wanita.
"Tidak ... itu bukan Josh, bukan!" Simma berusaha membohongi dirinya sendiri bahwa yang ia lihat bukan Josh.
"Uncle Josh!" teriak Kelly, seketika Simma menoleh ke arah Kelly karena tak menyangka Kelly akan memanggil Josh.
Josh menoleh, dan saat Josh menoleh, Simma pun menoleh lagi ke arah Josh, hingga mata mereka saling mengunci.
Tubuh Josh menegang saat melihat Simma, ia bukan menghampiri Kelly melainkan malah pergi dan menarik tangan kekasihnya agar secepatnya meninggalkan super market.
"Tidak, dia bukan Josh, bukan." Walaupun barusan ia dan Josh saling memandang, tapi Simma tetap meyakinkan diri bahwa lelaki itu bukanlah Josh.
"Aunty baik-baik saja?" tanya Kelly saat melihat Simma terdiam
Simma ....
Siapkan kata kata mutiara untuk josh wkwkwkwkw
Hate komen blok.
__ADS_1