Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Awas saja!


__ADS_3

Gabriel berlari menuju kamarnya. Setelah itu, ia langsung menutup pintu kemudian menguncinya. Tubuh Gabriel, ambruk di lantai dengan nafas yang terengah-engah. Rasanya, darah seakan mengaliri seluruh tubuhnya, saat menyadari apa yang akan Amelia lakukan.


“Kenapa wanita itu berubah sekali,” ucap Gabriel. Masih terbayang ekspresi, Amelia ketika akan Amelia akan menembak apel di kepalanya dengan busur panah yang mematikan.


Tatapan Amelia tampak dingin, tanpa berekspresi sama sekali, membuat Gabriel bergidik. Hingga akhirnya, ia lebih memutuskan lari. Nyawanya lebih penting dari apapun,.jika dia mati, Amelia akan menjadi milik orang lain itu sebabnya ia lebih memilih lari dari pada ia harus mati di tangan istrinya.


Tak lama, terdengar suara derap langkah, membuat Gabriel dilanda kepanikan, di apartemen ini, hanya tinggal mereka berdua. Sedangkan Griysa sedang dibawa oleh Stuart Simma. Itu berarti, yang berjalan ke arah kamarnya adalah Amelia.


“Gabriel,” panggil Amelia dari luar.


“Aaaaa." Gabriel terpekik kaget saat mendengar suara Amelia, Hingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Bagaimana mungkin Amelia mengejarnya.


“Ada apa?” tanya Gabriel terbata-bata.


“Bukankah kau sudah berjanji padaku, kau akan melakukan apapun yang aku mau?” tanyanya lagi.

__ADS_1


“Amelia kita tunda saja nanti, perutku rasanya sakit.” Dusta Gabriel, dengan berusaha menahan nafasnya, agar Amelia tidak tahu bahwa ia sedang ketakutan.


“Kau pembohong, kau berkata kau ingin melakukan apapun yang aku mau ... Ya sudah, kita batalkan saja pernikahan ini, aku tinggal ke pengadilan sekarang.”


Jantung Gabriel berdetak tak karuan, ketika mendengar ucapan Amelia. Secepat kilat, ia bangkit dari duduknya, kemudian membuka kunci, lalu membuka pintu kamar.


“Kenapa kau tega sekali, ingin membatalkan pernikahan kita di pengadilan?” tanya Gabriel. Ia bertanya secara bertubi-tubi, karena begitu terkejutnya mendengar ucapan Amelia.


“Berdiri di sana!” titah Amelia. Tanpa menjawab ucapan Gabriel, membuat Gabriel membulatkan matanya.


“Berdiri di sana!” titah Amelia tanpa menghiraukan ucapan Gabriel. Amelia menekankan kalimat yang sama pada Gabriel dan kini, Gabriel tahu Amelia tidak bisa dibantah.


Nafas Gabriel terasa tercekat di tenggorokan, ketika Amelia melempar lempar apel ke udara lalu menatapnya dengan tatapan menusuk, seolah Gabriel adalah lawan yang harus disingkirkan.


Sekarang, Gabriel telah berdiri di tempat yang Amelia minta. Lututnya bergetar, keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya, ketakutannya semakin menjadi-jadi ketika apel itu sudah berada di kepala Gabriel.

__ADS_1


Amelia menyeringai, kemudian mulai menjauh. Setelah itu, ia mulai mengangkat tangannya untuk melemparkan busur panah ke arah Gabriel.


“Amelia kau akan dituntut jika aku mati di tanganmu,” ucap Gabriel lagi, berusaha untuk mengecoh Amelia. Tapi, Amelia tampak tak terpengaruh.


“Amelia, jika aku mati, kau akan dipenjara dan Griysa tidak akan ada yang mengurus.” Gabriel masih berusaha meyakinkan Amelia, Seperti seorang anak yang meyakinkan ibunya.


Namun Amelia tak gentar, ia menatap Gabriel tanpa berkedip. Amelia melepaskan panahnya dan mengenai apel tersebut, Gabriel memejamkan matanya, ketika panah itu meluncur ke arahnya. nafasnya semakin memburu dan Sebbb ... Panah itu mengenai apel di kepalanya.


Tubuh Gabriel lunglai ke bawah, ketika apel yang ada di kepalanya terjatuh. Ia membuka matanya. Ternyata, ia masih selamat. seketika Amelia tertawa nyaring, membuat Gabriel.


“Kemarin kau percaya diri sekali! membolehkan aku membalasmu. Tapi sekarang ....” Amelia menggeleng, kemudian meninggalkan Gabriel yang masih mengatur nafasnya begitu saja.


Scroll gengs.


Gengs aku update 3 bab, di bab setelah ini ada bab promosi, kalau kalian ga mau baca scroll aja ke bab selanjutnya ya, karena setelah bab promo ada dua bab lagi tentang Gabriel

__ADS_1


__ADS_2