
Mata Gia berbinar saat memakan masakan buatan Zayn, rasanya begitu lezat. Padahal, Zayn memasak hanya sebentar, atau mungkin juga karena dirinya yang telah lapar. Ah, entahlah.
Setelah selesai, Gia pun menaruh piring di dapur, saat dia akan keluar dari area dapur. Ia melihat ponsel Zayn tergeletak.
Ia pun memutuskan untuk memberikan ponsel itu pada Zayn. Karena pintu kamar Zayn sedikit terbuka, Gia pun mengintip.
Ternyata Zayn sedang kesulitan untuk mengobati luka di punggungnya. Tanpa sadar, Gia melangkah kedalam kamar Zayn, ia meletakan ponsel Zayn di atas nakas lalu dengan cepat mengambil kapas dari tangan Zayn.
Ia langsung berjalan, kebelakang punggung Zayn, dan mulai membersihkan luka Zayn, Zayn hanya diam terpaku, mulutnya seolah terkunci ketika akan menolak.
Sedangkan Gia, dengan telaten membersihkan luka di punggung Zayn. Tak lama Gia menggeleng, ia baru sadar kenapa ia malah bersikap baik pada orang yang sudah jahat kepadanya.
Setelah sadar, kenapa dirinya harus mengobati Zayn, ia pun menekan kapas dengan sengaja karena sudah teringat lagi kejahatan Zayn.
"A-a-a." Ringis Zayn ketika Gia menekan kapas dengan keras pada lukanya. "Kau mau membunuhku, Hah!" bentak Zayn.
"Apa kau bisa diam, Hah!" bentak Gia tak kalah kencang ketika Zayn berusaha menghindar dari Gia.
"Keluar!" bentak Zayn lagi.
"Diam! atau aku akan menyiram lukamu dengan air garam!" Gia pun kembali membentak Zayn. Walaupun kesal, tetap saja ia tak bisa mengabaikan Zayn yang kesusahan.
Bagai kerbau di cocok hidungnya, saat Gia mengancamnya Zayn, Zayn langsung terdiam, ia tak berani lagi membantah perkataan Gia, ia membiarkan Gia mengobatinya.
•••
Langkah Zidan terhenti saat melihat Josh masuk kearea pemakaman, sedangkan Josh yang melihat Zidan menatapnya pun ikut terdiam.
Setelah mengamati wajah Zidan lekat-lekat, Zidan pun maju ke arah Josh "A-apakah kau adik ibuku?" tanya Zidan dengan bibir bergetar.
"Kau tau aku?" tanya Josh dengan heran. pasalnya, ia belum pernah bertemu dengan Zidan, keponakannya. Ia pun merasa lega, ternyata bisa langsung bertemu keponakannya, rasa haru menyeruak di dada Josh kala Zidan mengetahui siapa dirinya.
__ADS_1
Zidan mengambil dompet dari sakunya, ia mengeluarkan foto ibunya yang sedang merangkul Josh muda, ia bisa langsung mengenali Josh karena wajah Josh tak banyak berubah.
Setelah, Josh menaruh bunga di pusara sanga kaka, Josh pun mengajak Zidan untuk berbicara di sebuah Restoran cukup private.
"Bagaimana kabar, Mu?" tanya Josh memecah keheningan, setelah mereka sampai di restoran, rasa canggung pun mendera keduanya.
Zidan mengehela napas sejenak, "Rasanya kabarku kurang baik beberapa waktu ini jawab Zidan." Matanya menerawang, seolah dia memang mempunyai beban yang sangat berat
"Apa ini karena Zayn?" tebak Josh.
"Kau tau Zayn?" tanya Zidan.
Josh pun mengangguk, "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tentang Zayn dia adal ...."
"Aku sudah tau semua, bahwa dia adalah kaka kandungku."
Ucapan Zidan membuat Josh tak terkejut, bagaimana Zidan tau, kenapa Zidan terlihat setenang ini.
Josh menghela napas sejenak, dan dimulailah ia bercerita tentang masa lalu, Aida, Albert dan Sonya
"Ja-jadi maksudmu, anak mommy sonya men ...." Zidan tak sanggup lagi menahan tangisnya saat mendengar semua yang di katakan Josh, bukan hanya ibunya yang menderita, ternyata Sonya pun menderita.
Zidan menelusupkan wajahnya pada kedua tangannya, ia menutupi wajahnya yang sedang menagis. Tiba-tiba rasa hormat pada ayahnya hilang ketika dia mengetahui bahwa ayahnya lah yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.
"Bisa kau beritau berapa nomer ponsel Sonya, Aku harus mem ...."
Jangan," ucap Zidan memotong ucapan Josh.
"Kenapa, Sonya berhak tau bahwa suaminya telah berbohong kepadanya."
"Jangan beritau apa-apa pada Mommy, dia akan hancur ketika mengetahui yang sebenarnya. Selama ini aku tau, ia sudah menderita tapi ia tetap merawat kami dengan baik dan penuh kasih sayang. Biarkan semua berjalan dengan apadanya, biarkan Zayn tetap menjadi putra dari Mommy Sonya, biar aku yang mengalah dan pergi dari keluarga mereka, semoga dengan kepergianku mommy, daddy dan Zayn bisa kembali hangat seperti sebelum aku datang ke keluarga mereka," jawab Zidan dengan menahan sesak.
__ADS_1
Ia sudah banyak berpikir, sebesar apapun kebenciannya pada Zayn tetap saja rasa sayang pada kakanya lebih besar, ia memutuskan pergi dan memulai lembaran baru.
Josh menghela napas sejenak, benar kata Zidan, bukan hanya kakanya yang terluka, Sonya pun sama terlukanya
"Kau akan pergi kemana?" tanya Josh.
"Bolehkah aku ikut denganmu?" tanya Zidan
••••
Setelah Mark memberikan map berisi surat pengunduran diri milik Zidan lada Zayn, Zayn pun langsung bangkit dari duduknya, ia keluar dari ruangannya dengan emosi, ia emosi karena Zidan mengajukan pengunduran diri dari prusahaan.
Brak
Zayn membuka pintu ruangan Zidan dengan keras, Zidan yang sedang berada di meja kerjanya tersentak kaget, saat Zayn tiba-tiba masuk ke ruangannya.
"Apa ini !" teriak Zayn saat masuk kedalam ruangan Zidan, ia membanting surat pengunduran diri milik Zidan ke meja.
Zidan pun bangkit dari duduknya, "Tanda tangani ini. Aku mengundurkan diri secara resmi, besok aku akan pergi dari negara ini," ucap Zidan.
"Akan ku bunuh kau jika berani meninggalkan perusahaan ini dan pergi dari negara ini!" bentak Zayn dengan emosi. Ia berbalik dan melangkah untuk keluar dari ruangan Zidan.
"Dasar bodoh! bagaimana aku melindunginya jika dia pergi ke keluar negri" gerutu Zayn lagi sambil berjalan kembali kembali ke ruanganya.
Ada satu misteri yang udah kebuka, kwwkwk..
Aku nyesek waktu Zidan bilang jangan kasih tau ke Sonya, dia bener sih. Sonya bakal hancur banget kalau tau yang sebenernya wkwkw
yang penasaran siapa yang naru bunga di pusara Aida, jawabannya ada di bab ini ya wkwkwkwk.
Aku udh ngetik dua bab, udh panjang banget kalau ada yang bilang up nya dikit, tak cubitnih ginjalnya 🤣🤣🤣 canda ginjal wkwkwk
__ADS_1