Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
74


__ADS_3

Zayn menghembuskan napas lega saat melihat Gia sudah memejamkan matanya. Ia pun berjalan dengan pelan menuju walk in closet, untuk mengganti pakaian.


Setelah selesai, Zayn berjalan mengambil kotak obat di laci lalu dengan perlahan keluar dari kamar, ia berencana mengobati lukanya di ruang kerjanya.


Saat Zayn keluar dari kamar, Gia membuka matanya, ia memejamkan matanya karena masih canggung dengan perlakuan manis Zayn barusan.


Gia menghela napas, ia turun dari ranjang dan mengikuti Zayn. Ia tau, Zayn tak bisa mengobati punggungnya sendiri.


Saat Zayn masuk ke ruang kerjanya, Gia pun mengikuti Zayn dengan cepat, karena takut Zayn akan mengunci pintu.


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Zayn ketika Gia mengikutinya ke ruang kerjanya.


Tanpa menjawab ucapan Zayn, Gia mengambil kotak obat yang berada di tangan Zayn.


"Buka bajumu!" titah Bunga.


"Untuk apa?" tanya Zayn.


"Menurtmu untuk apa?"


Zayn menghela napasnya, "Tidurlah, ini sudah malam!" titah Zayn, ia maju untuk mengambil kotak obat di tangan Gia.


"Aku bilang buka bajumu!" Gia menyembunyikan kotak obat ke belakang tubuhnya saat Zayn maju.


"Gia!" lirih Zayn.

__ADS_1


"Zayn!"


Zayn mengalah, ia pun menuruti keinginan Gia dan membuka bajunya. Ia pun berbalik dan membiarkan Gia mengobatinya.


Hening.


Keadaan begitu hening, hanya deru napas yang terdengar. Tiba-tiba kecanggungan mendera mereka, sesekali Zayn meringis saat Gia membersihkan lukanya. Lagi-lagi Zayn merasakan ada debaran aneh saat bersama Gia. Apalagi ada gelanyar aneh saat Gia menyentuh tubuhnya.


Akhirnya acara mengobati Zayn pun selesai. Gia mengambil lagi kaos Zayn yang di simpan di sofa lalu memberikan pada Zayn.


Setelah Zayn menerima kaos dari tangan Gia, Gia berjalan kearah meja kerja Zayn untuk menaruh kotak obat.


Saat dia akan berbalik, ia melihat foto yang tak asing di meja kerja Zayn. Ia pun mengambilnya dan melihatnya.


Matanya membulat, ia terkejut saat melihat foto yang berada di tangannya. Foto itu adalah foto tempat di mana Zayn dan Gia di culik. Berarti jika foto ini ada di meja Zayn dan Zayn ingat tentang penculikan dulu, berarti Zayn ingat siapa dirinya.


Zayn yang baru beres memakai bajunya mengernyit heran karena perkataan Gia. Lalu tak lama matanya melihat ke arah tangan Gia di mana Gia sedang menggengam sebuah foto.


Zayn diam tak bergeming, ia bingung harus menjelaskan dari mana.


"Ya, aku mengingatnya ... Maafkan aku karena tak jujur padamu. Dan pamanku sedang mengincarku lagi ... Dan maafkan aku karena membawamu dalam masalahku ... Seandainya ingat tentang mu lebih awal, aku takan melibatkanmu dalam dendamku," ujar Zayn. Ia berbicara dengan menunduk karena malu melihat Gia.


"Selama ini aku menahan untuk tak bertanya tentang penculikan kita dulu karena Mommy Sonya berkata kau Amnesia, aku sakit setiap kali kau berkata aku dan anakku hanya alatmu untuk membalaskan dendam pada adikmu, kenapa kau tak jujur bahwa kau sudah mengingatku ... setidaknya aku takan terlalu membencimu dan ...." Gia tak sanggup lagi meneruskan ucapannya. Air mata tergelincir dari matanya.


Ia merasa senang kala Zayn mengingat penculika mereka, setidaknya ia tau bahwa Zayn tidaklah jahat dan mungkin tidak sungguh-sungguh ingin menjadikan dirinya alat balas dendam, apalagi tadi Zayn menyebut anak dalam kandungannya dengan kata, KITA, bolehkan Gia berharap sedikit kebahagiaan. Setidaknya anak yang berada di dalam kandungannya tak di benci oleh ayah kandungnya.

__ADS_1


Mendengar Gia terisak, Zayn maju dan membawa Gia kedalam pelukannya. Setelah jujur pada Gia, Zayn merasa hatinya di penuhi kelegaan, beban yang di tanggungnya seketika sirna kala ia jujur pada istrinya.


Zayn melepaskan pelukannya, ia menuntun Gia untuk duduk di sofa, sadangkan Zayn berlutut di hadapan Gia.


Ia menghapus air mata Gia dan setelah itu menggenggam tangan istrinya.


"Aku tau, caraku memulai hubungan denganmu pasti sangat menyakitkan untukmu. Aku bahkan membuatmu hampir gila dan membuatmu hampir bunuh diri ... Aku juga tau, meskipun aku memberikan semua hartaku padamu, itu takan cukup untuk menebus kesalahanku ... Jangan pernah meminta pergi lagi dariku, karena menjagamu, mencintaimu dan mencintai anak kita adalah hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk menebus semua kesalanku,"


Zayn menghentikan ucapannya sejenak, tiba-tiba, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Kini, setelah ia jujur, ia yakin bahwa hatinya telah terpaut pada Gia, saat berkata pada Gia jangan pergi lagi darinya, dadanya tiba-tiba sesak saat membayangkan Gia tak ada lagi di sisinya.


"Mungkin ini terlalu cepat, mungkin kau juga menganggapku pembual. Kau boleh percaya atau tidak. Tapi sepertinya hatiku telah terpaut padamu."


Mata Gia membulat sempurna saat mendengar ucapan Zayn. Bagaimana bisa ...


Setelah mengungkapkan perasaannya, Zayn mendongak melihat Gia. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Gia, seperti yang Zayn duga. Gia memandangnya dengan tatapan bingung.


"Kau tidak perlu menjawab tentang perasaanku, kau hanya tinggal menerima semua cintaku, dan aku akan pastikan. Kau menjadi wanita yang paling bahagia di muka bumi ini ... Kau mengerti maksudku?"


Dan dengan polos Gia menggeleng, sedangkan Zayn memutar bola matanya karena dalam sekejap, Gia memudarkan momen romantis yang telah ia ciptakan.


Keesokan harinya.


Saat Zayn sibuk memeriksa dokumen, suara helikopter terdengar jelas dari luar, tiba-tiba Dor, satu tembakan menembus kaca jendela ruangan Zayn dan....


Dan otor udah ngetik panjang kali lebar. Kalau ada yang bilang up sedikit tak cubih nih ginjalnya 🤣🤣🤣🤣.

__ADS_1


yang pengen Gia sama Zayn uwu uwu udah otor kabulin sebelum negara api menyerang.


Oke, komennya jangan komen isi caption otor ya. komen tentang isi ceritanya aja okey


__ADS_2