
Albert menghela napas berat saat Zayn mengatakan bahwa Sonya tak mengangkat panggilannya.
Saat Zayn akan menelpon kembali, Albert melarangnya. Akan terlalu egois jika Albert meminta Sonya datang menemaninya. Padahal, dia tak pernah menemani Sonya.
Ia pun menyuruh Zayn pulang dan meninggalkan dia sendiri.
•••
Mata Gia membulat sempurna saat melihat kondisi suaminya. "Zayn ada apa dengan mu?" tanya Gia. Ia menyentuh pipi Zayn membuat Zayn meringis.
"Kau sudah meminum vitaminmu?" tanya Zayn lagi. Ia menjawab pertanyaan istrinya dengan pertanyaanya.
Zayn pun menarik tangan Gia dan menuntunnya ke arah ranjang. "Tidurlah, ini sudah malam ... Aku akan membersihkan diriku sebentar," ucap Zayn. Gia menurut pada Zayn, ia berbaring, dan Zayn langsung menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut.
Setelah itu, Zayn berlalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
Gia ingin sekali bertanya, ada apa dengan suaminya. Tapi melihat reaksi Zayn, yang sepertinya tak ingin menjawab pertanyaannya. Ia pun memutuskan untuk tak bertanya lagi pada suaminya.
Ia kembali bangkit dari duduknya dan berniat mencari kotak obat. Setelah mencari dan membuka semua lemari. Gia menemukan kotak obat di lemari kecil yang terletak di paling ujung. Saat dia menarik kotak obat, bersamaan itu pula ada foto yang jatuh.
Gia pun mengambil foto itu dan melihatnya.
Deg
Ada rasa tak biasa dalam dada saat melihat foto Zayn sedang di pantai sambil memeluk wanita lain. Foto itu adalah foto preweding Zayn dan Alisia dulu.
Gia memandang foto itu dengan tatapan nanar. Di dalam foto itu, Zayn terlihat sangat bahagia. Naasnya, Gia tak tau tentan Zayn yang sudah menikah dan ia tak tau bahwa di dalam foto itu adalah Alisia.
Gia memegang dadanya, kenapa begitu sakit saat melihat suaminya memeluk wanita lain. Apa dia sudah membuka hati untuk Zayn. Ah entahlah.
"Kenapa kau belum tidur?" tanya Zayn tiba-tiba. Gia yang sedang memunggungi Zayn langsung menjatuhkan foto yang sedang di pegannya.
__ADS_1
Zayn menghampiri Gia karena Gia tak kunjung berbalik. Ia langsung menepuk pundak Gia hingga Gia berbalik.
"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidur?"
"Aku mencari kotak obat," jawab Gia dengan nada sedikit ketus. Ia pun berjalan melewati Zayn.
Zayn menyipitkan mata saat melihat sikap Gia berbeda, bukankah tadi istrinya mengkhawatirkannya.
Sebelum ia berbalik, matanya menangkap foto di bawah. Ia mengambil foto itu. Tak lama, dia mengulum senyum, jika sikap istrinya berubah karena melihat foto ini, berarti Gia sedang cemburu dan bila Gia cemburu, berarti Gia sudah membuka hati untuk dirinya.
Zayn pun berbalik dan menghampiri Gia yang sudah menunggu dirinya. Ia mendudukan dirinya di sebelah Gia. Ia berusaha menahan senyumnya saat Gia tak mau menatapnya. Ah, menyenangkan sekali bagi Zayn ketika melihat wajah Gia yang sedang cemburu.
"Bukankah kau mau mengobatiku?" tanya Zayn ketika Gia masih diam sambil memangku kotak obat di pahanya.
Gia menatap Zayn sekilas, "Aku mengantuk. Kau bisa mengobati lukamu sendiri kan?" tanya Gia. Ia pun menaruh kotak obat di samping Zayn. Lalu ia bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Belum dia melangkah, tangannya sudah di tarik oleh Zayn hingga Gia terjatuh di pangkuan Zayn dengan posisi menyamping.