
"Kenapa kau tak berhenti mencampuri urusanku, Josh!" geram Albert saat berada di dalam mobil. Amarah berkobar di dada Albert, dia benar-benar tak bisa membiarkan Josh tetap berada di Rusia.
Albert memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, pikirannya hanya tentang bagaimana caranya mengirim Josh pergi keluar dari Rusia.
•••
"Lepaskan aku, Albert!" Teriak Josh dengan lantang. Ia meronta-ronta, sorot mata benci terlihat jelas di matanya.
Albert, lelaki yang telah memporak porandakan kehidupan kakanya, membuat kakanya menderita dan sekarang, karena Albert tak mau jujur, kedua keponakannya saling membenci.
Tanpa memerdulikan ucapan Josh, Alberth mengambil kursi dan duduk di hadapan Josh sambil meyilangkan kakinya.
"Josh, kenapa kau selalu ikut campur urusanku! seandainya kau menutup mulut mu. Aku tak akan bertindak sejauh ini," ucap Albert dengan santai.
__ADS_1
"Albert, sampai kapan kau akan merahasiakan ini, Hah! Kedua anakmu bisa saling melukai. Zidan dan Zayn harus tau bahwa mereka kaka beradik dari ibu yang sama. Mereka harus tau, bahwa mereka di lahirkan dari rahim kakaku, Zayn harus tau bahwa Sonya bukanlah ibu kandungnya !" teriak Josh. Ia sudah kehilangan akal berbicara dengan Albert.
Albert terkekeh dengan ucapan Josh. "Josh, apa kau pikir aku tak ingin memberi tau pada kedua putraku bahwa mereka kakak beradik kandung ..." Albert menghentikan ucapannya sejenak. Ia meraup oksigen sebanyak-banyaknya, ada nada keputus asaan dalam suaranya. "Josh, kau tau kenapa sampai sekarang aku tak memberi tau yang sebenarnya pada mereka? itu karena aku belum siap kehilangan keluargaku. Jika Sonya tau tentang anaknya yang meninggal dia pasti akan meninggalkanku."
Josh menghela napas sejenak, dari penglihatannya, Albert sama tersiksanya seperti Sonya dan kedua putranya. Mengenal Christian yang bersikap otoriter dan arogan, Josh yakin di masa muda, Albert pun sangat tertekan dan menjadikannya pribadi Albert yang seperti ini.
Ya, di masa lalu, Albert sangat tertekan karena didikan sang ayah. Dulu, jika Alberth tak mau menuruti kemauan sang ayah, Christian akan langsung menyiksa ibu Albert.
Dan karena didikan ayahnya yang keras, Albert yang pada dasarnya bersikap lembut, berubah menjadi pria plinplan. Ia takut, jika Sonya dan kedua putranya mengetahui tentang masa lalunya, mereka akan meninggalkan Albert.
Tanpa Albert sadari sikap plinplanya dan sikap tak tegasnya menjadikan bomerang kepada kedua putranya. Albert mungkin berhasil membangun prusahaan, tapi karena di masa muda dia tak pernah hidup dalam keluarga yang hangat, dia tak bisa menilai semua dari berbagai sisi dan hanya mengikuti kata hatinya dan menganggap semua yang di lakukannya adalah yang terbaik.
"Albert, dengarkan aku! Jika kau tak jujur, kedua putramu akan saling menyerang. Oke ... Aku mengerti, kau takut kehilangan kelurgamu. Tapi coba kau pikirkan, mereka akan lebih sakit jika mereka mendengarnya dari mulut orang lain ...."
__ADS_1
Mendengar ucapan Josh, Albert menegakan duduknya, "Maksudmu, apa ada orang lain yang mengetahui rahasiaku?" tanya Albert.
Saat Josh akan menjawab ucapan Albert, terdengar suara dari luar.
"Siapa di sana?" tanya anak buah Albert.
Zidan memejamkan matanya saat dia menginjak daun hingga terdengar sampai keluar, baru saja dia akan lari. Seseorang membekap mulutnya lalu secepat kilat menarik Zidan untuk bersembunyi di belakang mobil bekas yang terparkir di samping rumah, karena hanya ada sedikit celah untuk bersembunyi mereka pun harus salin berdempetan dengan posisi yang saling berhadapan.
Zidan terkesiap.
"Syutt!" ucap seseorang yang membekap mulut Zidan. Zidan pikir orang yang membekapnya adalah lelaki karena tenaganya begitu besar. Namun, Zidan salah, orang yang membekapnya adalah wanita.
Noh, calon jodohnya Zidan udah nongol hahahhaah
__ADS_1