
Apa maksudmu, Dad?" tanya Sonya dengan membulatkan matanya. Ia menatap Albert tak percaya saat Albert berkata bahwa Zidan memiliki seorang putri.
Albert menghela napas, ia pun sebenarnya tak yakin dengan apa yang di ucapkannya pada Sonya. Beberapa menit yang lalu, Zayn menelponnya, menanyakan keberadaan Zidan.
Dan ketika Albert bertanya kenapa Zayn bertanya tentang keberadaan Zidan, Zayn pun hanya menjawab, bahwa selama ini, Zidan memiliki putri dan sekarang sedang kritis di rumah sakit.
"Aku tak yakin dengan apa yang barusan aku ucapkan. Tapi, Hanya itu yang bisa aku simpulkan dari perkataan Zayn," jawab Albert.
"Kau lihatlah Arleta ke atas, aku akan terus menghubungi Zidan," ucap Albert. Sonya pun mengangguk.
Zayn terduduk lesu di kursi tunggu setelah menyelesaikan donor darahnya. Tadi, ia sudah melihat Kelly, dan saat melihat Kelly, Zayn merasakan perasaan tak biasa.
Melihat Wajah polos Kelly, membuat Zayn merasakan sedih, senang dan rasa sesak dan perasaan itu tercampur menjadi satu.
__ADS_1
Tak lama, ia teringat lagi sang adik yang masih saja tak bisa di hubungi, ia sudah mengirim pesan pada Mark agar mencari Zidan di kantor..Tapi, Mark juga mengatakan bahwa Zidan tak ada di kantor.
•••
Setelah, Kelly di pindahkan ke ruang operasi dan sudah menjalani beberapa pemeriksaan, Audrey pun diijinkan masuk.
Audrey mendorong pintu dengan tangan gemetar, kakinya bergetar. Ia sungguh tak sanggup melihat Kelly yang terbaring lemah di brankar.
"Kelly!" lirih Audrey dengan berderai air mata saat masuk kedalam ruangan. Ia berjalan cepat ke arah brankar.
"Maafkan, Mommy, Sayang. Maafkan Mommy," lirihnya dengan berderai air mata.
Audrey menghapus air matanya. Ia menarik kursi dan duduk di sebelah brankar Kelly. Sekuat apapun Audrey, dia akan lemah saat melihat putrinya terbaring.
__ADS_1
Ia menarik lembut tangan Kelly, dan mengecupnya. Tangisnya kembali luruh saat mengecup tangan putrinya.
Tadi pagi, semua masih baik-baik saja. Kelly masih sarapan bersamanya, masih tertawa riang, bahkan terlihat jelas binar bahagia Kelly saat tadi pagi Zidan mengatakan bahwa Zidan ingin di lukis oleh Kelly.
Di tengah tangisnya, Audrey tersenyum getir saat mengingat nama Zidan. Hari ini, ia mengerti segalanya. Mengerti bahwa cinta yang selama ini Zidan gaungkan hanyalah sebatas kata, tanpa rasa.
Audrey selalu berdoa pada Tuhan, untuk memantapkan hatinya agar mampu mengatakan yang sebenarnya pada Zidan, bahwa Kelly adalah putrinya.
Tapi hari ini, ia mendapatkan jawaban dari doanya, Tuhan menunjukan, bahwa Zidan tak pantas untuknya dan untuk Kelly, itu bisa terlihat saat Zidan begitu arogan mengatakan bahwa Audrey adalah seorang Jalang dan langsung memecatnya.
Lalu, bagaimana jika Audrey jujur bahwa Kelly adalah putri Zidan, tapi Zidan tak mau mengakui Kelly ....Tidak, Audrey takan sanggup jika putrinya juga di hina.
Pergi adalah jalan terbaik untuk menghapus semuanya. Audrey memang cukup lemah dalam bidang financial, hingga ia bergantung pada perusahaan Josh. Tapi, setelah mendengar ucapan Zidan, Audrey tak ingin lagi terikat dengan sesuatu yang berkaitan dengan Zidan.
__ADS_1
Setelah Kelly sembuh, ia akan membawa Simma dan Kelly untuk meninggalkan Rusia, dan pergi ke tempat yang jauh, tak perduli betapa kejammya kehidupan yang ia rasakan nanti. Tapi, ia akan menjamin satu hal, Simma dan Kelly takan pernah kekurang, karena ia akan bekerja keras untuk mereka.
Scroll lagi iess ...