Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
245


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya Regard saat masuk kedalam ruang kerja Josh. Ia masuk karena mendengar keributan dari ruangan menantunya.


Saat sang ayah datang. Briana menatap sang ayah dengan tajam. Ia langsung menggenggam tangan sang putri, membuat napas Regard memburu.


"Briana! apa-apaan kau!" sentak Regard saat matanya tertuju pada tangan Briana yang sedang menggenggam tangan Arian


"Mo-Mommy," lirih Ariana dengan terbata. Tubuh gadis kecil itu gemetar saat mendengar teriakan Regard. Ia bahkan menyembunyikan diri di belakang tubuh sang ibu.


"Sudah cukup kalian berdua mengekangku dan melarangku dekat dengan putriku. Sekarang, aku tak ingin kalian menekanku lagi! Aku tak ingin berpisah dengan putriku lagi!" teriak Briana dengan beringas membuat Josh dan Regard terkejut. Ini pertama kalinya mereka mendengar Briana berteriak dengan emosi.

__ADS_1


Emosi Regard memuncak saat Briana berteriak, ia langsung maju untuk menarik tangan Ariana. Namun, Briana langsung menghadang langkah Regard.


"Tuan Regard yang terhormat. Apa anda siap jika karir anda hancur sekarang juga?" tanya Briana, membuat Regard menghentikan gerakannya yang akan menarik tangan Ariana


"Aku mempunyai rekaman saat kau selalu menamparku, memakiku dan aku memiliki surat visum. Lalu apa jadinya jika aku membeberkannya pada publik," ucap Briana. Ia menekankan kata demi kata agar sang ayah paham dengan ancaman yang ia lontarkan.


Regard kalah telak, ia tak bisa membalas ucapan Briana, membuat Briana tersenyum puas. "Jika kau berani menyentuh putriku! Maka aku akan menghancurkan karir yang selama ini kau bangun," ucap Briana lagi dengan tersenyum sinis.


Semenjak menikah, ini pertama kalinya ia berteriak dan melawan pada suaminya. Briana sudah banyak berpikir ... Ia sudah terlalu lama mengabaikan putrinya, ia tak ingin putrinya semakin terpuruk jika nantinya anak yang dalam kandungannya mendapatkan kasih sayang dari Josh. Jadi, Briana sudah bertekad, mulai sekarang, ia akan terus bersama putrinya. Tak perduli apa pun yang terjadi. Ia akan melindungi Ariana dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


Kehamilannya saat ini memberikan Briana kekuatan. Ia tak ingin terus dalam posisi menyedihkan, seandainya keberaniannya datang sejak awal, tentu sang putri tak akan menderita. Tapi waktu tak bisa di ulang, yang bisa Briana lakukan adalah menebus semuanya dan melakukan yang terbaik untuk Ariana


"Briana, aku tetap tak mengijinkannya untuk bersekolah!" hardik Josh yang mulai terpacing emosi. Ia menatap Briana dengan sama tajamnya, membuat emosi Briana semakin menjadi-jadi.


Briana menghela napas dalam-dalam. Ia mencoba menguasai diri. Ia tak ingin emosinya meledak dan membuat sang putri semakin ketakutan jika sampai dirinya adu mulut dengan Josh.


"Seperti yang kubilang. Aku tak perduli dengan ucapanmu. Mulai sekarang, aku peringatkan pada kalian berdua ...." Briana menghentikan ucapannya, lalu menatap sang ayah dan suaminya secara bergantian. "Jangan pernah menekanku lagi, atau aku akan melakukan hal yang tak kalian duga, hingga bisa menghancurkan kalian dan menjatuhkan kalian ke jurang paling dasar."


Setelah mengatakan itu, Briana pun menarik lembut tangan Ariana dan membawa Ariana pergi dari ruangan Josh.

__ADS_1


Scroll lagi iessss.


__ADS_2