Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
32


__ADS_3

“Aku membeli beberapa saham dengan sisa uang tabunanku, dan aku bersyukur itu bisa menopang hidupku selama beberapa bulan ini. Tapi dua bulan ini pasar saham sedang lesu, jadi aku harus berhemat sampai semuanya stabil.”


Justin mengusap wajah kasar, kemudia menggengam tangan Ariana. “Maafkan aku, seandainya aku tau lebih cepat pasti aku pasti akan memberikan semua miliku padamu,” ucap Justin. Namun, Ariana menggeleng.


“Tak usah terlalu di pikirkan mister. Aku memang sedang berhemat. Tapi, tabunganku masih cukup untuk beberapa bulan kedepan.”


“Omong kosong. Bagaimana kau akan menunggu beberapa bulan kedepan, jika sebentar lagi kau akan menjadi milikku!” setelah mengatakan itu, Justin bangkit dari duduknya dan merogoh sakunya untuk mengambil dompet.


Ia mengeluarkan semua kartu-kartunya, lalu menarik tangan Ariana dan menaruh kartu-kartunya di tangan Ariana.


“Mulai sekarang, pakai ini habiskan uang di dalam sini. Beli semua yang kau mau!” kata Justin, membuat Ariana menggeleng, lalu memberikan lagi semuanya pada Justin.


“Aku tak butuh ini, aku juga belum mengatakan setuju untuk menikah dengan mister,” kata Ariana. Mata Justin membulat, ia langsung bangkit dari duduknya dan berkacak pinggang di hadapan Ariana.


“Jadi kau berbohong soal perasaanmu padaku, bukankah kau setuju untuk menikah denganku?” ucapnya bertubi-tubi.

__ADS_1


Bukannya takut karena Justin terlihat kesal, Ariana malah memalingkan tatapannya ke arah lain karena menahan tawanya, ternyata menyenangkan membuat Justin kesal


“Kau mengerjaiku?” Tanya Justin saat Ariana memalingkan tatapannya. Tanpa pikir panjang, Justin langsung menerjang tubuh Ariana, hingga kini Ariana telentang di sofa dan secepat kilat, Justin menindih tubuh Ariana.


“Mi-mister!” ucap Ariana saat wajah Justin dan wajahnya begitu dekat.


“Why, baby!” jawab Justin dengan santainya.


“Mister kau berat,” dustanya. Padahal, Justin menahan tubuhnya dengan tangannya sendiri.


“Jangan pernah mengatakan kau tak ingin menikah denganku, karena kau hanya miliku Ariana!” hembusan nafas Justin, menyapu keseluruh wajah Ariana, membuat tubuh Ariana meremang. Matanya dan mata Justin saling mengunci, Ariana tertegun. Walaupun Justin mengatakannya dengan serius. Namun, Ariana bisa mendengar ada kerapuhan di dalam suara Justin.


Tanpa membalas ucapan Justin, Ariana mengelus pipi Justin, lalu memberanikan diri untuk mengecup bibir Justin.


Jantung Justin berdebar kencang saat Ariana menciumnya. Tentu saja, lelaki itu tak akan menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung mengambil kedua tangan Ariana lalu membawanya ke atas, setelah itu ia langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Ariana dan mencium bibir wanitanya.

__ADS_1


Justin mencium bibiir Ariana dengan lembut, membiarkan Ariana percaya padanya. Tak lama, Ariana membalas ciumannya. Lidahh Justin dan Ariana saling membelit, Justin menggerakan lidahnya dengan pelan karena gerakan Ariana masih kaku.


Saat mereka terlarut, Justin mulai khilaf. Ia melepaskan cekalan kedua tangannya pada tangan Ariana. Lalu, berniat untuk bermain di leher Ariana. Namun, belum dia melakukan niatnya. Bell berbunyi, menyadarkan Ariana dan Justin. Secepat kilat, Ariana mendorong tubuh Justin dan Justin pun segera bangkit dari tubuh Ariana.


“Maaf, barusan aku tak bisa menahan diri,” kata Justin sedangkan Ariana hanya diam dengan wajah yang bersemu merah. “Tunggu sebentar! mungkin itu kurir makanan!”


•••


Seminggu kemudian


“Apa?” pekik Josh dengan terkejut saat mendengar ucapan di sebrang sana yang sedang menelponnya..


“Bagaimana mungkin ....” ucap Josh yang masih tak percaya dengan apa yang anak buahnya katakan.


anak buahnya mengatakan ....

__ADS_1


Hate komen blok 😎


ga komen ga flend 🤣


__ADS_2