
Setelah mengganti pakaiannya, Gia langsung membawa kresek yang berisi sabun ke dalam kamar mandi, ia langsung mengisi bathube dengan air, setelah air terisi. Gia langsung membuka semua sabun dan menuangkannya pada bathube.
Gia menutup hidungnya saat aroma sabun begitu menusuk, wangi yang sangat tajam
Bagaimana tidak, Gia mencapurkan 15 botol besar pada bathube. Ia akan menyuruh suaminya berendam hingga ia yakin jejak wanita lain sudah hilang dari tubuhnya.
••
Setelah ayah Gia pergi ke kamar, Zayn pun berniat lansung pergi ke kamarnya. Saat ia akan memindahkan sabun yang ia sembunyikan, sabun itu sudah tak ada
Zayn menepuk keningnya, "Habislah aku!" kelakarnya. Dengan panik, ia pun berlari ke arah kamar.
"Sayang ... Sayang!" panggil Zayn saat masuk kedalam kamar. Tak ada sautan, tapi terdengar suara gemericik air. Dengan was-was, Zayn pun mendekat dan masuk kedalam kamar mandi
Matanya membulat sempurna, mulutnya menganga, tiba-tiba senjatanya bangkit saat melihat Gia sedang memakai gaun rumahan yang transparan.
"Sayang, kenapa kau ...?" Zayn tak sanggup lagi ucapannya saat Gia tersenyum manis padanya.
"Dad, sepertinya aku ingin mandi bersamamu," ucap Gia dengan seringai menggoda.
Mendengar ucapan istrinya, tanpa pikir panjang, Zayn langsung membuka seluruh pakaiannya. Ia pun berjalan bak seorang kesatria saat menghampiri istrinya.
"Kau masuk terlebih dahulu, Dad!" titah Gia menunjuk bathube. Tanpa curiga, Zayn pun memasuki bathube, lalu ia mengulurkan tangangnya pada Gia. Namun dengan cepat, Gia menepis lembut tangan Zayn.
"Sayang!" ucap Zayn yang heran atas reaksi Gia. Ia baru menyadari bahwa bathube yang ia tempati begitu wangi. "Sayang, kau memcampurkan semua sabun kemari?" tanya Zayn dengan kaget, di tanggapi anggukan oleh Gia.
__ADS_1
"Dad, berendam selama satu jam di sana. Atau akau tak mau tidur denganmu!" jawab Gia, ia berdiri dengan bersandar sambil menyilangkan kakinya, lalu dengan santai memainkan kuku tangannya
"Sayang!" protes Zayn.
"Why, Dad!" tanya Gia dengan santai. Namun, tatapan matanya, membuat Zayn tak berkutik.
Zayn menyenderkan punggungnya kebelakang, dengan tangan yang di panjangkan. Sesekali ia mentapa Gia dengan tatapan memelas.
Sudah setengah jam berlalu, tubuh Zayn semkin panas, panas karena Gia terlalu banyak menuangkan sabun. Namun, sedari tadi, Zayn tak mengatakan bahwa tubuhnya panas. Ia tak ingin membuat istrinya kecewa, apalagi kulit Zayn sangat sensitif.
Lama kelamaan tubuh Zayn semakin panas. Ia tak bisa menahannya lagi. Ia pun dengan segera bangkit. Dan berlari ke arah shower dan mulai mengucuri tubuhnya.
"Dad, ini belum satu jam!" protes Gia saat Zayn sudah mematikan shower dan langsung melingkarkan handuk ke pinggangnya.
Gia langsung cemberut ketila Zayn tak menggubris ucapannya. Ia langsung menegakan tubuhnya dan berniat keluar dari kamar mandi. Namun, belum dia melangkah, Zayn sudah menarik lembut tangannya.
"Kau tidak menyayangiku, Dad. Cintamu palsu," ucap Gia dengan cemberut. Tiba-tiba Gia berubah jadi melow, di tambah lagi dengan hormom kehamilannya.
"Hei, Sayang. lihat aku," ucap Zayn dengan nada penuh kasih sayang, Ia memegang dagu Gia memaksa Gia untuk melihat ke arahnya.
"Sayang, aku tau di masa lalu, aku adalah manusia yang penuh dosa. Dunia malam, alkohol dan wanita menjadi santapanku. Seandainya aku tau, bahwa aku akan mendapatkan wanita sebaikmu dan saat itu kau masih suci. Tentu aku akan menjaga diriku," Zayn menghentikan ucapannya sejenak. Ia mengelus rambut istrinya dan mencium bibir Gia sekilas. "Aku bersumpah, ketika dulu aku melakukannya dengan pada J***ng aku selalu memakai pengaman. Tolong jangan melihatku sebagai Zayn yang dulu ... Tolong lihat aku sebagai Zayn yang sekarang. Zayn yang menjadi suamimu, Zayn yang akan menjadi ayah dari anakmu dan Zayn yang selalu mencintaimu dan akan selalu ada di dekatmu ... Kau mengerti kan maksudku?" tanya Zayn.
Mendengar ucapan Zayn, seketika Gia menunduk. Matanya mulai berkaca-kaca. Tiba-tiba, ia merasa bersalah.
"Maafkan, aku!" lirih Gia dengan tertunduk. Bulir bening mengalir dari kedua pelupuk matanya.
__ADS_1
"Kau tidak bersalah, Sayang. Aku mengerti, jika aku menjadi dirimu, aku pun akan melakukan hal yang sama," jawab Zayn.
Seketika Gia mengangkat kepalanya dan menatap Zayn. Tangannya dengan cepat menarik tengkuk suaminya dan menyambar bibir Zayn. Zayn pun dengan senang hati meladeni tingkah istrinya.
"Aku ingin menjadikanmu raja, Dad," ucap Gia setelah tautan bibirnya terlepas.
Mendengar ucapan Gia, Zayn melingkarkan kaki istrinya ke pinggangnya. Lalu, ia menggendong dan membawa Gia kedalam.
Setelah itu, Ia mendudukan dirinya di sofa dan Gia langsung berjongkok, memainkan senjata milik suaminya.
Zayn benar-benar tak berkutik, sentuhan mulut istrinya membuatnya gila.
Saat Gia merasa Zayn sudah diambang batas, Gia pun menghentikan gerakannya dan bangkit dari berjongkoknya.
"Maaf, Dad. Aku lelah. Sepertinya bayi kita ingin beristirahat," ucap Gia dengan gerakan menguap. Tanpa mendengar lagi jawaban Zayn, Gia pun berbalik dan pergi ke ranjang, meninggalkan Zayn yang masih melongo karena ulahnya.
Sekarang Zayn sadar, ia hanya di kerjai oleh istrinya.
Zayn ....
Sementara di sisi lain
Audrey terbangun dengan napas ngosngosan karena mimpi itu kembali hadir. Kejadian masa lalu masih membayanginya. Kejadian dimana saat itu ia hampir di lemparkan kedalam api yang berkobar.
Audrey berusaha menenangkan dirinya. Ia mengambil air di atas nakas dan menegaknya hingga tandas. Tiba-tiba, ia teringat seseorang. Ia pun langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang untuk menanyakan kabar dan memastikan semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
Holla mak, maafken baru updateya. Otor ketiduran semalem.