
“Cinta?” ulang Amelia dengan nada tak percaya. Mendengar ucapan Gabriel, sakit yang dirasakannya seakan menghilang. Matanya menatap Gabriel tanpa berkedip, wajahnya tampak bersemu merah saat suaminya mengatakan cinta padanya.
Gabriel yang sedang memeluk Amelia dan menangis tersedu-sedu menegakkan kepalanya, kemudian ia menghapus air matanya. Di titengah rasa sedihnya, Gabriel pun mengerutkan keningnya saat melihat reaksi Amelia ketika dia menyatakan cinta.
Sekarang Gabriel mengerti, kenapa Amelia bisa bereaksi seperti ini saat ia menyatakan cinta. Gabriel mengelus Wajah istrinya, membuat Amelia tersadar. Hingga rasa sakit yang dirasakan Amelia kembali terasa.
“Gabriel, sakit,” ucap Amelia. Keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya. Sedangkan Gabriel mengelus rambut Amelia kemudian mencium kening istrinya
“i love you. Aku mencintaimu, Amelia. Kenapa kau bodoh sekali. Selama berbulan-bulan tidak bisa melihat cinta di mataku untukmu,” ucap Gabriel. Amelia yang sedang memegang perutnya menoleh kearah Gabriel hingga mata mereka saling mengunci.
“Ka-kau berbohong kan?” tanya Amelia terbata-bata. Gabriel tidak menjawab ucapan Amelia. Tapi dari tatapan matanya saja, Amelia bisa tahu bahwa ucapan Gabriel adalah kebenaran, bawah Gabriel mencintainya.
Perlahan, Amelia menggerakkan tangannya kemudian mengelus pipi Gabriel. Rasa haru menyeruak dalam dada. Ini seperti kado untuknya di mana suaminya mengucapkan cinta padanya.
Cinta yang Amelia pendam selama bertahun-tahun akhirnya terbalas. Walaupun, ia harus menerima kenyataan dan kesakitan yang luar biasa hebat dan harus melewati cobaan yang pedih.
Dan sekarang, orang yang dulu menyiksanya, orang yang dulu menyekapnya dan orang yang hampir membunuhnya mengatakan cinta padanya dan menatapnya dengan tatapan hangat.
Saat terlalut dalam suasanya haru, Amelia kembali berteriak ketika sakit di perutnya semakin menjadi-jadi. Gabriel yang mendengar teriakan Amelia ikut panik, ia berniat untuk mengelus perut istrinya. Namun, belum ia mengelus perut istrinya. Ia malah berteriak.
karena rambutnya dijambak oleh Amelia.
__ADS_1
“Gabriel! ini sakit!” teriak Amelia dengan keras. Sedangkan Gabriel hanya pasrah saat Amelia menarik kepalanya kesana kemari.
Setelah dokter melakukan persiapan, berangkar yang di tempati Amelia didorong ke ruang operasi. “Anda ingin masuk ke dalam tuan?” tanya dokter.
“Ya. Aku ingin masuk ke dalam. Aku ingin mendampingi istriku," jawab Gabriel lagi. denganmu lugas. Belum dokter menyelesaikan ucapannya, Gabriel malah menerobos masuk padahal ia belum mengganti bajunya sama sekali, membuat dokter menggeleng-gelengkan kepalanya.
Jika saja Gabriel bukan putra pemilik anak pemilik rumah sakit, dudah pasti para dokter berani melarang Gabriel untuk bertindak seenaknya.
Gabriel duduk di sebelah Amelia, kemudian menggenggam tangan istrinya. Lalu mencium telapak tangan Amelia bertubi-tubi. Wajah Amelia sudah pucat, terlihat jelas bibir istrinya bergetar. Ia tahu, Amelia sedang merasakan ketakutan yang luar biasa. Bagaimanapun, ia akan melalui operasi yang cukup berat.
“Kau takut?” tanya Gabriel. Amelia mengangguk. Hingga bulir bening langsung terjatuh di pelupuk Matanya.
“Jangan menangis, aku akan aku berada disini,” ia bisa saja mengatakan pada Amelia jangan menangis. Tapi, ia sendiri sudah berderai air mata.
Gabriel membawa tangan Amelia, kemudian mengecupnya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, karena tangisnya semakin berderai.
Demi apa pun, Gabriel tak pernah merasa ketakutan seperti ini. Ia sungguh takut Amelia tidak selamat.
“Gabriel kumohon, jika harus aku kau harus memilih tolong pilih anak kita," ucap Amelia.
“Cukup Amelia. jangan katakan itu lagi. Sejak awal kau adalah milikku, bahkan Tuhan tak berhak mengambilmu dariku. Kau sangat berarti untukku, bertahan dengan apa pun yang terjadi, Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Jadi kumohon bertahanlah!”
__ADS_1
Gabriel mengakhiri ucapannya dengan menyembunyikan wajahnya di bahu Amelia. Lelaki tampan itu tak gengsi menangis, walaupun di ruangan itu ada dokter dan suster.
Tiba-tiba, Gabriel menghentikan tangisnya dan menegakan tubuhnya saat dokter menepuk pundaknya.
“Tuan Gabriel, tak ada yang harus di pilih. Anak dan istri anda pasti selamat, kondisi istri anda dan calon anak anda pun baik-baik saja.”
Gabriel menatap bingung pada dokter. Padahal dokter sendiri tadi yang mengatakan bahwa kondisi Amelia cukup parah dan kemungkinan ia harus memilih salah satu satunya. Tapi sekarang, kenapa dokter mengatakan hal demikian.
Rupanya operasi akan dimulai. Tapi jika Gabriel terus seperti ini maka operasi tidak akan berjalan. Itu sebabnya, dokter memberi tahu kondisi Amelia yang sebenarnya.
Mata Amelia membulat ketika mendengar jawaban dokter. Kemudian ia menetap dokter dan Amelia secara bergantian.
Gabriel ....
Tadikan udah 4 bab, nah ini aku tambahin lagi satu bab 🥰 Siap-siap ya untuk melihat kebucinan Gabriel 🥰 Kalau inget kejahatan Gabriel dulu sama Gabriel yang sekarang, rasanya meelting banget pas part di ruang operasi 😭
Gengs semangat lagi turun, karena gajih nulis otor belum keluar, kalau mau kasih gift buat menyemangati otor boleh banget ya, 10 ribu aja juga otor terima buat beli bakso 🤣🤣🔥🥰😭
Kalian bisa kirim gift ya ke rek 2780584737 an Dewi Rizki tilawati bank bca.
Ini buat yang mau kasih aja ya. 🥰
__ADS_1
besok kalau udah bersemangat lagi up 4 bab lagi ya bestie.