Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Apa kau masih mencintaiku?


__ADS_3

“Bolehkah aku memelukmu?”


Ucapan Gabriel barusan, mampu menggetarkan hati Amelia. Hingga tubuhnya diam mematung, matanya menatap Gabriel dengan intens. Amelia tersadar, dengan mata yang membasah, Amelia mengangguk pelan.


Melihat anggukan dari Amelia, Gabriel maju kemudian memeluk Amelia. Gabriel memeluk Amelia begitu erat, tangisnya semakin pecah ketika memeluk tubuh ibu dari putrinya.


Dulu, tubuh ini selalu ia siksa. Tapi sekarang, ia bahkan tak ingin melepaskan tubuh ini dari pelukannya. Gabriel menangis tergugu, meresapi rasa perih yang bersemayam dalam dada.


Tangis Amelia pun ikut berderai. Perlahan, ia mengangkat tangannya lalu membalas pelukan Gabriel,dan menepuk-nepuk punggung ayah dari putrinya. “Tidak apa-apa, Gabriel. Aku sudah memaafkanmu.” Hanya itu yang bisa Amelia katakan, agar tangis Gabriel tidak semakin pecah.Tapi yang terjadi, Gabriel malah menangis lebih keras dan mengeratkan pelukannya pada Amelia sampai Amelia kesusahan bernafas.


“Gabriel, aku tidak bisa bernafas,” ucap Amelia terbata-bata, ketika Gabriel memeluknya semakin erat. Gabriel tersadar, kemudian setelah itu, ia langsung memalingkan tatapannya ke arah lain untuk menghapus air matanya.


Ia tak ingin air matanya dilihat oleh Amelia

__ADS_1


Padahal jelas-jelas, Amelia sudah melihat semuanya, Amelia pun menghapus air matanya kemudian tersenyum.


“Kalau begitu aku pergi, tolong makan masakan ibuku. Karena dia sudah susah payah membuatnya.” Setelah mengatakan itu, Amelia pun berbalik. Namun, baru ia melangkah beberapa langkah, langkahnya terhenti ketika Gabriel menarik tangannya, membuat ia menoleh lagi kebelakang.


“A-ada apa?” tanya Amelia dengan terbata-bata.


“A-apa kau masih mencintaiku?” tanya Gabriel membuat mata Amelia membulat, ia berusaha menarik tangannya dari tangan Gabriel. Namun, Gabriel memegangnya begitu erat.


“Maksudmu?” tanya Amelia


Secepat kilat, ia langsung melepaskan tangan Amelia, dan setelah itu, Amelia berbalik lalu pergi dan keluar dari ruangan.


“Dasar pendongeng handal!” gerutu Amelia, ketika ia berjalan ke arah mobil. “Memangnya siapa juga yang mencintainya!” gerutunya lagi.

__ADS_1


•••••


Gabriel kembali masuk ke dalam sel tahanan, ia menyimpan paper bag yang berada di tangannya ke atas nakas, kemudian ia mengambil foto yang ia simpan di bawah bantal.


Foto itu adalah foto yang sempat Gabriel ambil ambil dari Ariana, ia membelai wajah Amelia kemudian menciumnya. Kini, ia menyadari bahwa hatinya telah terpaut pada Amelia.


Mungkin, sejak saat Gabriel menyiksa Amelia rasa itu sudah tumbuh, hanya saja terhalang ego. Mungkin juga, Gabriel sempat melupakan perasaannya ketika 10 tahun dia pergi ke luar negeri. Tapi ketika sekarang, melihat Amelia dan mengetahui semuanya, semua rasa Gabriel pada Amelia kembali tumbuh. Hingga rada ingin memiliki semakin menjadi-jadi.


•••


setelah pulang dari menjenguk Gabriel Amelia langsung kembali ke kantor, ia harus menyelidiki kasus lain.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Amelia pun sampai di kantor polisi tempatnyanya bertugas. Saat ia akan membuka pintu, gerakannya terhenti ketika melihat tim memasuki mobil tugas dengan terburu-buru. Secepat kilat, Amelia langsung kembali memakai seatbel, kemudian mengikuti mobil yang membawa timnya.

__ADS_1


Scroll lagi gengs Aku up 3 bab.


__ADS_2