
Flashback on
Setahun lalu.
"Aunty!" panggil Kelly pada Simma.
Simma yang sedang duduk menonton televisi menoleh, "Kenapa, Sayang?" tanya Simma. Ia memangku Kelly untuk duduk di pangkuannya.
"Aunty, aku ingin bertanya. Tapi, jangan adukan pertanyaanku pada Mommy, oke?" ucap Kelly sambil menyodorkan jari kelingkingnya pada Simma.
"Oke, kau mau bertanya apa, hmm?" tanya Simma.
Kelly terdiam sejenak, bocah yang kini menginjak 6 tahun itu, melihat Simma lekat-lekat. Seolah ragu untuk bertanya.
"Aunty Simma. Apa kau tau dimana ayahku?" tanya Kelly dengan ragu-ragu.
Mendengar ucapan Kelly, tubuh Simma menegang. Ia sudah duga bahwa Kelly akan bertanya soal ayahnya.
"Kelly Sayang. Aunty tak bisa menjelaskan tentang ayahmu. Tapi, ayahmu adalah orang baik. Mungkin, Mommymu mempunyai alasan untuk tak memberitaukanmu tentang ayahmu, kau mengertikan maksud Aunty?"
Mendengar ucapan Simma, Kelly tersenyum. Sebenarnya, ia sudah tau bahwa Zidan adalah ayahnya ia bertanya pada Simma hanya ingin mendengar tentang ayahnya. Ia tau, saat Audrey baru saja tiba dari Rusia. Ia mendengar percakapan Kelly dan Simma secara diam-diam.
Saat itu, Audrey mengatakan keluh kesahnya pada Simma. Audrey berkata, sangat ingin membawa Kelly dan Simma ke Rusia. Namun, Audrey takut Zidan mengetahui semuanya dan takut Zidan akan mengambil Kelly.
Karena pikiran Kelly sangat jenius. Ia bisa menyimpulkan nama ayahnya adalah Zidan. Saat menceritakan tentang Zidan, Audrey menangis dan lagi-lagi, bocah kecil itu mengerti bahwa sang ibu menjalani hidup yang tidak mudah. Terkadang, Kelly sering memergoki ibunya menangis diam-diam, hingga ia tak ingin membuat sang Mommy bersedih.
Ia juga tak pernah menuntut Audrey untuk tetap tinggal di Argentina karena ia mengerti sang mommy pergi untuk mencari uang untuk dirinya. Bahkan, Kelly selalu tersenyum saat mengantarkan Audrey ke bandara. Dan setelah Audrey tak terlihat, Kelly akan menitikan air matanya. Mungkin, kesabaran, ketabaha Kelly mengalir dari Zidan, sang ayah.
__ADS_1
Karena penasaran Kelly akan sosok ayahnya masih membara, bocah jenius itu pun meminta ijin pada Audrey ingin melihat youtub di ponsel Audrey. Namun, Kelly bukan membuka Youtube, melainkan membuka galery.
Semua galery ponsel Audrey di penuhi dengan foto dan vidio Kelly yang di kirimkan oleh Simma. Namun, Kelly tak menyerah. Ia terus mencari foto selain dirinya .
Dan tak lama, ia meliat satu foto berbeda. Foto lelaki berjas yang sedang tersenyum.
Kelly bangkit dari duduknya, menaiki kursi untuk bercermin. Ia membandingkan dirinya dan lelaki yang ada di ponsel mommynya.
Kelly tersenyum saat memindai wajahnya dan wajah Zidan secara bergantian. Ia menyadari bahwa ia dan Zidan begitu mirip.
Saat Audrey masih mengobrol diluar bersama Simma. Kelly mengambil kertas dan pensil, lalu buru-buru melukis wajah Zidan. Dan ketika bocah kecil itu melihat teman-teman di sekolahnya bersama ayahnya. Kelly hanya bisa memandang wajah Zidan yang di lukisnya sambil bergumam, suatu saat nanti dia pasti akan bisa bermain dan memeluk sang ayah.
Dan setelah setahun berlalu, Kelly merasa bahagia bukan main saat sang ibu menelpon Simma menyuruh mereka untuk tinggal di Rusia.
Saat di bandara. Mata Kelly berbinar sempurna saat melihat sang ayah. Bocah jenius itu sengaja menabrakan dirinya pada sang Zidan karena ingin mendengar suara sang ayah.
Flashback off.
"Kenapa?" tanya Simma saat Kelly berkata tak ingin membasahi rambutnya.
"Aku hanya tak ingin saja," jawab Kelly dengan riang.
•••
"Simma, Kelly mana?" tanya Audrey saat pulang bekerja.
"Mungkin di kamarnya ... Apa kau ingin aku membuatkanmu sesuatu?" tanya Simma. Audrey menggeleng. "Aku akan makan apa pun yang kau masak," jawab Audrey.
__ADS_1
Setelah mengobrol sebentar dengan Simma, Audrey pun menyusul putrinya ke kamar. Keningnya mengkerut bingung saat melihat putrinya sedang duduk di depan cermin sambil memegangi kepalanya.
"Kelly!" panggil Audrey.
Kelly tersadar, ia langsung menoleh ke arah sang ibu, lalu bangkit dari duduknya dan berlari, berhambur memeluk Audrey.
"Kau terlihat senang sekali, Sayang?" tanya Audrey. "Apa kelas lukismu menyenangkan?" tanya Audrey. Ia melepaskan pelukannya dan menggendong Kelly.
"Sangat menyenangkan Mommy," jawab Kelly sambil mencium pipi Audrey.
"Kau sudah makan, hmm?" tanya Audrey, Kelly pun menggeleng. "Aku ingin makan bersama Mommy," jawabnya.
"Kau tunggu bersama Aunty Simma. Mommh akan membersihkan diri terlebih dahulu."
•••
"Josh, yang benar saja, kenapa aku harus jadi sekretarisnya?" tanya Audrey dengan sewot ketika Josh menyuruh Audrey menjadi sekretaris Zidan.
"Audrey, ini murni atas nama pekerjaan. Kontrak perusahaanku dan Smith company cukup besar. Zidan sedang membutuhkan sekretaris dan kau bisa membantu agar proyek ini berjalan lebih cepat, serta mengawasi sampai berapa persen semuanya berjalan," balas Josh, tentu saja dia berdusta. Tujuan awalnya adalah mendekatkan Audrey dan Zidan.
"Josh, kau tak bisa membodohiku!" Seru Audrey, membuat Josh menghela napas.
"Audrey, jika aku mau, aku bisa saja memberitau semuanya pada Zidan, terlebih lagi Kelly sedang di sini. Tapi, aku tidak melakukannya bukan? Jadi aku menugaskanmu benar-benar murni karena pekerjaan. Aku tak bisa menghandle semuanya sendiri."
Audrey tampak berpikir, dan ....
Cerita Tania sama Julian yang di lapak cinta suci Zalila udah up yang gengs.
__ADS_1