Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
422


__ADS_3

“Regina pacarmu?” tanya Zidan saat melihat sosok wanita menghampiri mereka. Sosok regina tidak asing di keluarga Smith, karena Regina adalah putri dari rekan bisnis keluarga Smith. Dan regina juga cukup dekat dengan Arleta, karena mereka berkuliah di universitas yang sama. Bahkan, setau Zidan Arleta dan Regina serta beberapa orang lainnya membuat circle pertemanan.


••••


Zidan terdiam di dalam mobil, ia masih belum mencerna apa yang terjadi, bagaimana mungkin James bisa bersama Regina.


Bahkan, sebelum Arleta keluar dari mansion James sudah datang dan berencana melamar Arleta. Tapi kenapa James malah berpacaran dengan teman dekat adiknya.


Zidan mengusap wajah kasar, kemudian menyalakan kembali mobilnya dan menjalankannya menuju ka mansion. Tiba-tiba, ia rindu bertemu dengan adiknya.


“Kenapa sepi sekali, Sayang?” taya Zidan saat masuk ke Mansion. Ia heran kenapa hanya istrinya yang terlihat.


“Kak, Gia sedang bersama Maria. Sedangkan kak Zayn sedang bersama Arleta."


“Ayo kita temui Arleta,” ucap Zidan, Audrey pun mengangguk.


••••

__ADS_1


“Pergi!” lirih Arleta dengan suara yang super pelan. Tiba-tiba, ia teringat saat penjaga makam melarangnya datang.


Padahal, saat itu tubuhnya begitu remuk. Tapi ia ingin datang ke makam kedua orang tuanya. Dan setelah dia mati-matian menahan rasa sakit di tubuhnya, penjaga tak membiarkannya masuk atas perintah sang kaka.


Mendengar ucapan Areta, Zayn terdiam. Ia bisa melihat bahwa adiknya menanggung luka yang sangat hebat, wajah polos Arleta terlihat tertekan dan dia lah yang membuat adiknya menjadi seperti ini.


“Arleta!” panggil Zayn lagi. Ia memanggil Arleta dengan lemah lembut.


Arleta bergeming. Pandangan matanya lurus kedepan. Suara Zayn bagai alunan yang sangat menyakitkan untuknya.


••••>


6 bulan kemudian


waktu berlalu begitu cepat, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari Minggu demi Minggu, bulan demi bulan, ini sudah enam bulan berlalu setelah Arteta pulang dari rumah sakit.


Kondisi Arleta sudah membaik, walaupun belum seratus persen. Enam bulan ini, seluruh keluarga bekerjasama untuk membantu pemulihan Arleta, mereka membantu dengan mengingatkan semua kenangan Arletta saat Arleta kecil dan saat-saat Arleta mengalami hal yang menyenangkan.

__ADS_1


Dan selama 6 bulan ini, Arleta mulai terapi dan mulai melatih kakinya. Hingga akhirnya ia bisa berjalan, walaupun masih tertatih- tatih. Ia masih lebih banyak duduk di kursi roda.


Tapi walaupun begitu, pandangan matanya pada Zayn dan juga Zidan masih tak berubah. Luka yang di berikan kedua kakaknya sungguh amat membekas dan luar biasa hebat. Walaupun rasa sakit itu masih terasa.


Tapi, setelah 6 bulan berlalu, Arleta mulai bisa mengontrol perasaanya hingga ia tak terlalu menampakan rasa kecewanya pada kedua kakanya. Jika Zayn dan Zidan mengajaknya bicara, Arleta hanya akan menyaut seperlunya dan kemudian akan kembali diam.


Di Hina, di maki di asingkan dan di tatap layaknya penjahat sungguh luar biasa menyakitkan, hingga rasanya Arleta butuh waktu lebih lama untuk menyembuhkan lukanya


Sebelum kecelakaan itu terjadi, Arleta selalu berusaha untuk menerima semuanya dan meyakinkan diri sendiri agar tak membenci kedua kakaknya.


Begitu pun sekarang, walaupun kondisi mentalnya belum sembuh benar, ia berusaha untuk melupakan semuanya dan berusaha berdamai dengan dirinya sendiri. Tapi rupanya, alam bawah sadarnya masih belum bisa memaafkan kedua kakaknya. Hingga tanpa sadar, ia masih kerap bersikap dingin pada Zayn dan juga Zidan.


Scroll lagi iess.


Ga tau , nyesek banget kalau ada part di mana Alreta pulang dari rumah sakit dengan kondisi remuk tapi pas mau ke makam ga diijinin masuk.


Scroll gengs

__ADS_1


__ADS_2