
Gabriel yang sedari sedari tadi tertidur di mobil, terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara klakson, ternyata mobil Amelia yang datang.
Saat pulang dari tahanan tadi sore, Gabriel langsung pergi ke rumah Amelia, ia menunggu di depan rumah, karena Ia tak berani untuk bertemu dengan ibu Amelia, dia juga tahu bahwa Amelia sedang berdinas. Itu sebabnya, Ia memutuskan untuk menunggu di luar.
Dan saat ini, setelah mobil Amelia dan saya penjaga akan menutup gerbang kembali, Gabriel menekan klakson, penjaga itu sudah mengenal Gabriel hingga membiarkan Gabriel masuk.
Karena pintu utama tidak terkunci, ia pun masuk kedalam. Ia berpikir, Ibu Amelia dan Grisya sudah tertidur, hingga Ia tidak perlu khawatir. Dia hanya ingin berbicara sebentar dengan Amelia, kemudian ia akan pergi setelah berbicara.
Saat ia melihat-lihat isi rumah dan berniat naik untuk pergi ke kamar Amelia, langkahnya terhenti ketika mendengar suara pintu terbuka. Terdengar suara orang berlari, membuat Gabriel menghentikan langkahnya, dan tak lama Amelia menabrak tubuhnya lalu berteriak.
“Amelia ... Amelia! tenanglah!” ucap Gabriel.
“Ka-kau siapa? A-apakah Kau arwah yang tadi aku selamatkan?” tanya Amelia terbata-bata, membuat Gabriel mengerutkan keningnya.
“A-arwah?” ulang Gabriel dengan nada tak percaya.
__ADS_1
“Pergi sana ... pergi!” teriak Amelia. Wajahnya sudah panik dan bercampur keringat dingin.
“Amelia ... tenanglah, ini aku, Gabriel!" ucap Gabriel lagi. Ia berusaha untuk menggapai tangan Amelia. Namun, Amalia menepisnya.
“Pergi, jangan menjadi arwah gentayangan!” teriak Amelia lagi, membuat Gabriel semakin bingung. Kali ini, Gabriel menarik tangan Amelia dengan keras. Hingga Amelia jatuh ke dalam pelukannya.
“Amelia, ini aku, Gabriel,” ucap Gabriel dengan sedikit berteriak, agar suaranya terdengar oleh Amelia.
“Ga-Gabriel?” tanya Amalia terbata-bata. Ia langsung melihat ke arah tubuhnya yang hanya memakai handuk kimono. Dengan cepat, Ia pun melepaskan tubuhnya dari Gabriel lalu menegakkan tubuhnya.
“Aku membayar denda lebih besar, agar aku bisa bebas lebih cepat,” jawab Gabriel.
“Ah, begitu rupanya,”; ucap Amelia, nadanya terdengar datar. Bahkan terdengar mencemooh Gabriel, membuat Gabriel menghela nafas. Tiba-tiba, Amelia tersadar sesuatu.
“Kenapa kau masuk ke rumahku? Bukankah seharusnya kau mengetuk dulu dan meminta izin untuk masuk ke sini?” tanya Amelia lagi membuat Gabriel menggatuk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
”Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu,” jawabnya lagi, membuat Amelia menghela nafas.
“Aku akan berganti pakaian dulu.” Setelah mengatakan itu, Amelia berbalik kemudian naik ke tangga untuk mengganti pakaiannya.
•••√
“Sekarang, katakan! ada apa kau kemari?” tanya Amelia ketika ia sudah duduk di sofa. Setelah Ia turun dan sudah memakai pakaiannya, Ia pun menghampiri Gabriel hingga kini mereka duduk berhadap-hadapan.
Gabriel terdiam, ia meremas kedua tangannya. Untuk pertama kalinya, dia bingung harus mengatakan apa dan mulia dari mana. Padahal, sebelum menemui Amelia, Gabriel sudah
“Amelia, mungkin aku terkesan tidak tahu malu, Tapi ....” Gabriel menghentikan ucapannya. Kemudian menatap Amelia lekat-lekat. Ia menggigit bibirnya, sebelum melanjutkan kalimatnya. “Maukah kau menikah denganku agar Grisya mempunyai keluarga yang utuh,” ucap Gabriel membuat mata Amelia membulat.
Amelia ...
Scroll gengs, gass tinggalin komen yah buanyakkkkk oke
__ADS_1