Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
156


__ADS_3

"Ke-Kelly," ucap Zidan terbata-bata saat Kelly menyuruhnya pergi. Ia menatap wajah Kelly lekat-lekat, sangat mirip dengan dirinya. Kenapa ia tak menyadari keberadaan putrinya sejak lama. Padahal, sangat jelas bahwa Kelly sangat mirip dengan dirinya.


Tiba-tiba bulir bening mengalir dari kedua mata Zidan. Ia merasakan sesak yang luar biasa saat melihat putrinya terbaring dan terlihat membenci dirinya.


Bisakah Zidan mengulang waktu agar kembali pada 7 tahun silam,waktu agar bisa menemani putrinya sedari kecil, melihat perkembangan putrinya dan hadir di saat-saat penting putrinya ... Tidak, waktu tak bisa di putar.


Zidan dan Audrey sama-sama tak bersalah. Takdirlah yang menentukan semuanya. Karena pada awalnya, mereka hanya orang asing yang pernah terikat dalam satu petaka malam.


Zidan menghapus air matanya. Ia menekuk kakinya dan sedikit membungkuk untuk menyetarakan dengan brankar agar bisa dekat dengan Kelly.


Ia kembali mengenggam tangan Kelly dan mengeratkan genggamannya.


"Sayang, ini Daddy ...." lirih Zidan. Tiba-tiba, bulir bening terjatuh dari pelupuk matanya saat ia menyebut dirinya sebagai seorang ayah.


Mendengar ucapan Zidan, Kelly membuka matanya. Apakah ia tak salah mendengar? lelaki yang berada di depannya ini sudah tau bahwa ia putrinya.

__ADS_1


Tiba-tiba, Kelly menangis. Di tengah rasa bencinya pada Zidan karena menjebloskannya pada Audrey, ia merasa senang karena ternyata, Zidan sudah tau bahwa ia putrinya.


Simma yang memerhatikan interaksi Zidan dan Kelly memalingkan tatapannya ke arah lain. Ia tak kuasa menahan tangis saat melihat interaksi ayah dan anak tersebut.


Simma yakin, Kelly sangat merindukan sosok ayah. Dan kini, harapannya terkabul. Namun, sangat di sayangkan, hubungan Zidan dan Audrey malah memburuk ketika semuanya terbongkar.


"Ini Daddy, Sayang ... Ini Daddy ...." lirihnya. Tiba-tiba, tubuh Zidan ambruk ke bawah, ia menunduk mencium tangan putrinya, kemudian Zidan menangis sesegukan.


Ia pernah mengalami masa kecil yang pahit, bahkan sangat pahit, ia selalu ingin mendapatkan perhatian dari ayahnya. Dan ia tak menyangka, bahwa selama ini, putrinya juga merasakan apa yang dulu ia rasakan.


"Kelly!" pekik Simma, saat melihat kepala Kelly terkulai, Zidan yang mendengar pekikan Kelly langsung mengangkat kepalanya.


"Kelly ... Kelly!" panggil Zidan dengan panik. saat Kelly tak merespon ucapannya. Zidan pun dengan cepat berlari keluar untuk memanggil dokter.


•••

__ADS_1


Zidan mengusap wajah kasar saat keluar dari ruangan Kelly, dokter menyatakan bahwa Kondisi Kelly masih lemah dan butuh waktu istirahat.


Akhirnya, Zidan pun keluar dari ruangan putrinya dan memutuskan untuk menunggu di kursi tunggu, sedangkan Simma masih terus menunggu di dalam.


Zidan terduduk lesu di kursi tunggu, ia mengusap wajah frustasi. Tak lama, ia menyenderkan kepalanya kebelakang, lalu satu tangannya mengurut keningnya, karena ia merasa kepalanya berdenyut nyeri.


Tak lama, ia merasa bahwa sisi sebelahnya bergoyang, ia pun menegakan kepalanya dan menoleh ke samping, ternyata Zayn yang duduk di sampingnya.


Setelah menoleh pada Zayn, Zidan menyenderkan kepalanya ke dinding.


Zayn yang mengerti apa yang di rasakan Zidan langsung membawa kepala Zidan untuk bersandar di bahunya.


Mereka berdua mengalami masa kecil yang suram dan kini, masa suram itu terulang pada Kelly.


Scrol lagi iessss

__ADS_1


__ADS_2