
Dua tahun kemudian.
“Gabriel Kau sedang apa?” tanya Gabby, ketika masuk ke ruangan sang kakak.
“Jangan menggangguku, aku ingin menjemput Grisya sekarang,” jawab Gabriel, tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop
Gabby mengangkat bahunya acuh. “Gabriel, bisakah kau menemaniku untuk memilih gaun pengantin?” tanya Gabby pada saudara kembarnya.
“ Tidak mau, kau saja, aku sungguh tidak suka lelaki itu,” umpat Gabriel. Ya, berapa bulan lagi Gaby akan menikah dengan Arsen lelaki yang sudah berpacaran dengan Gabby selama 13 tahun.
“Kau jahat sekali,” gerutu Gabby, ia maju dan mendudukkan diri di sofa. “Akuu sudah berpcaran dengan Arsen selama bertahun-tahun, lalu kenapa kau masih tidak menyukai Arsen?” tanya Gabby, Gabriel menggeleng.
“Entahlah, aku bahkan tidak mau mengakuinya sebagai adik iparku,” jawab Gabriel, membuat Gabby berdecak kesal.
__ADS_1
“Kau mau kemana?” tanya Gabriel, ketika Gabriel bangkit dari duduknya.
“Aku ingin pergi sendiri saja,” ucap Gabby tanpa mendengar jawaban dari Gabriel, Gabby pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Gabriel, Gabriel hanya menggeleng. melihat tingkah adiknya.
Gabriel melihat jam di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, waktunya ia menjemput Griysa di sekolah, ia pun bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangannya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Gabriel sampai di sekolah Grisya, karena Grisya belum keluar dari kelasnya, Gabriel lebih memilih menunggu putrinya di mobil.
Dua tahun ini, banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidup Gabriel, 1 tahun yang lalu, Stuart menyerahkan posisinya sebagai pemimpin perusahaan pada Gabriel. Lalu,.setahun yang lalu pula Gabriel berhasil mendapatkan hati putrinya.
butuh Waktu setahun untuk Gabriel mendekati Grisya secara perlahan, setelah ditolak berkali-kali. Akhirnya, setelah setahun berjuang Griysa luluh juga kepadanya, dan kini hubungan mereka sangat baik, bahkan Grisya tidak bisa jauh dari sosok ayahnya. Sekarang, ia selalu ingin melakukan semuanya bersama sang ayah.
Semuanya mulus bagi Gabriel, tapi tidak hubungannya dengan Amelia. Dua tahun ini Amelia masih sama. Amelia hanya akan bersikap hangat padanya, ketika mereka sedang berkumpul atau ketika mereka sedang bersama Grisya.
__ADS_1
Setiap akhir pekan, Gabriel dan Amelia selalu menyempatkan waktu untuk mengajak Grisya pergi, mereka selalu pergi bertiga layaknya sebuah keluarga yang harmonis.
Tapi dibalik itu, semua hanya sandiwara karena sebenarnya jika tidak ada siapa-siapa, Amelia akan kembali bersikap dingin pada Gabriel. Semua cara sudah Gabriel tempuh, untuk mendapatkan Amelia, dari cara yang sederhana sampai cara yang gila sekalipun.
Bahkan Gabriel pernah memakai cara tarik ulur perasaan bersama Amelia. Ia mendekati Amelia secara gencar, kemudian ia mulai menjauh dari berpikir setelah itu, Amelia akan berbalik mengejarnya.
Tapi Gabriel salah, Amelia bahkan tidak mengejarnya sama sekali, bahkan Gabriel pernah ikut bersikap dingin pada Amelia, berharap Amelia menegurnya. Tapi, yang terjadi sikap Amelia malah lebih dingin.
Beberapa kali Gabriel berpura-pura sakit dan mencari perhatian Amelia. Tapi itu juga tidak berhasil dan semua cara yang Gabriel tempuh semua tidak ada yang berhasil sama sekali, dan setelah lama berjuang, Gabriel memutuskan untuk mendekati Amelia secara alami.
Ia selalu memanfaatkan momen ketika mereka pergi bersama. Ini sungguh menyiksa bagi Gabriel, tapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa.
Cintanya pada Amelia kian menggebu-gebu. Tapi ia hanya bisa bersabar, bersabar dan bersabar.
__ADS_1