Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
251


__ADS_3

Mendengar ucapan putrinya, Briana langsung melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Ariana dalam-dalam, kemudian menciumi seluruh wajah putrinya. hingga Ariana berteriak karena geli.


Briana bangkit dari duduknya, ia langsung menggendong Ariana dan kembali membaringkan di ranjang, hingga kini mereka berbaring meringkuk sambil berhadap-hadapan.


"Mommy jangan menangis," ucapnya. Gadis kecil itu mengelap air mata sang ibu. Lalu maju mengecup pipi Briana, membuat sesak yang di rasakan Briana semakin menjadi-jadi.


"Mommy, aku mohon jangan menangis lagi. Aku tak apa-apa jika Mommy harus kembali ke rumah utama," ucapnya dengan polos.


Briana berusaha menghentikan tangisannya. Ia tersenyum, lalu mengelus pipi sang putri.


"Maafkan Mommy yang membangunkan tidurmu," ucap sang putri. Ibu jarinya, mengelus pipi lembut Ariana.


"Tak apa-apa, Mommy," jawab Ariana.


"Apa kau lapar, hmm?" Tanya Briana.


"Sedikit," jawabnya dengan malu-malu.


"Ayo ke dapur. Kita masak bersama," ajak Briana membuat mata Arian membulat, karena terkejut.


"Mommy akan memasak untukku?" Tanya Ariana dengan sorot mata berbinar.


"Tentu, mulai sekarang, Mommy akan tinggal di sini, menemani tidur, membuatkanmu makanan, dan mari melakukan semuanya bersama-sama," ucap Briana. Membuat Ariana tersenyum. Terlihat jelas, Ariana menatap Briana dengan tatapan berbinar.


"Thanks, God. Kau mengabulkan doaku," ucap gadis kecil itu, membuat dada Briana kembali berdenyut nyeri.


"Mommy, benarkah aku bisa bersekolah seperti anak lain?" tanya Ariana tiba-tiba.

__ADS_1


"Tentu, Mommy akan mendaftarkanmu ke sekolah terbaik."


"Mommy, bisakah Mommy mendaftarkanku ke sekolah khusus anak cacat saja, aku takut orang lain akan mengejekku," ucap Ariana.


Nyessssss.


Rasa sesak Briana semakin menjadi-jadi saat mendengar Ariana menyembut dirinya cacat. Tak bisa di bayangkan, betapa hancurnya Ariana saat Josh dan Regard menatap benci Ariana.


"Jika ada yang mengejekmu, Mommy yang akan maju menghadapinya," jawab Briana, seketika Ariana maju dan berhambur memeluk sang ibu.


•••


"Dad! lebih cepatt!" ucap Simma saat Stuard menggempurnya dari belakang.


"Kau begitu nikmat, sayangku!" geram Stuard. Ia memacu dirinya dengan cepat. Satu tanganya, memainkan bagian tubuh Simma yang lain, hingga Simma semakin melenguh karena nikmat yang di berikan Stuard.


"Da-Daddd, aku akan ...."


Napas Stuard dan Simma masih terengah-engah. Simma, langsung terkulai di ranjang. Tubuhnya langsung melemas, karena pelepasannya begitu hebat.


"Kau lelah, hmm?" tanya Stuard. Ia menutupi tubuhnya dan tubuh istrinya yang sama-sama polos dengan selimut.


"Sangat lelah. Kita bertempur sangat hebat barusan," ucap Simma sambil terkekeh. Ia membalikan diri menghadap Stuard lalu, memeluk suaminya, menelusupkan dadanya pada dada bidang Stuard.


"Dad, aku rasa kita akan segera mempunyai anak lagi," ucap Simma membuat Stuard terkekeh.


"Oh ya, aku rasa tidak. Karena aku tak memakai pengaman yang kau bolongi," jawab Stuard sambil tergelak. Simma sengaja diam-diam mengunting pengaman agar ia bisa hamil lagi. Tapi, nyatanya Stuard malah mengetahui tingkahnya.

__ADS_1


"Ishh," desis Simma, sambil mengigit dada Stuard, hingga Stuard tertawa.


•••


"Mommy benarkah kita akan berbelanja di sini?" tanya Ariana dengan mata berbinar saat Briana membawanya ke pusat perbelanjaan yang cukup besar.


Seumur hidupnya, Ariana belum pernah menginjakan kakinya ke Mall. Jika menurut orang lain pergi Mall adalah hal biasa, bagi Ariana adalah hal yang sangat luar biasa dan sangat istimewa.


•••


"Wajah Ariana begitu berbinar saat masuk kedalam Mall. Ia begitu senang, apalagi saat memasuki counter yang berisi alat-alat tulis."


"Mommy, ayo kesana," ucap Ariana, ia menarik tangan Briana untuk pergi ke arah lain.


"Briana!" panggil seseorang dari belakang. Membuat Briana dan Ariana menoleh.


"Gi-Gia ...." Ternyata Gia lah yang memanggilnya dan di belakang tubuh Gia ada Zayn.


Ariana menggit bibirnya saat ada yang memanggil ibunya. Perlahan ia melepaskan tangannya dari genggaman Briana dan berniat bersembunyi. Ia tak ingin membuat ibunya malu.


Briana yang menyadari apa yang akan di lakukan putrinya, kembali menggenggam tangan Ariana yang hampir terlepas.


"Hai, Gia, Zayn ...." ucap Briana, ia memandang Zayn dan Gia dengan tatapan yakin


Zayn ....


Setiap part Ariana bikin nyesek 😭😭

__ADS_1


Hate komen blok😎


Bab 16 Khalisia ex my wife udah update ya. Bab 17 nya nanti sore.


__ADS_2