
Ariana terus menangis di pelukan Justin, tak ada yang memeluknya selama ini, hingga pelukan ini sangat nyaman dan begitu nyaman.
Perlahan, tangan Ariana terangkat. Ia mulia memberanikan diri membalas pelukan Justin.
Saat Justin merasa Ariana membalas pelukannya. Justin semakin mengeratkan pelukannya membuat tangis Ariana semakin kencang dan semakin menggema.
“Kau melewatkan meniup lilinmu,” kata Justin setelah sekian lama saling berpelukan.
Tiba-tiba, Ariana tersadar. Dengan cepat ia melepaskan pelukannya dan memalingkan tatapannya ke arah lain.
“Mi- Mister, maaf. A-aku tak bermaksud lancang,” jawab Ariana terbata-bata. “To-tolong jangan mengasihaniku,” sambungnya lagi. “Kalau begitu aku permisi.” Ariana berbalik untuk pergi ke kamarnya. Rasanya, ia terlalu malu untuk menatap Justin.
Justin menggeleng, batinnya tercubit saat mendengar ucapa Ariana. Mengasihani katanya. Kenapa wanita ini tak sadar-sadar tentang alasan mengikutinya selama bertahun-tahun. Apakah masuk akal jika hanya kasihan ia sampai berada di titik ini.
“Mister kumohon ----,” kata Ariana saat Justin sudah berbalik, Justin menarik kembali tangannya hingga langkahnya kembali terhenti.
Tanpa membalas ucapan Ariana, Justin kembali memeluk ariana dari belakang. “Malam ini, jangan memikirkan apa pun. Ayo rayakan hari spesialmu,” kata Justih. Setelah mengatakan itu. Justin melepaskan pelukannya dan merogoh sakunya untuk menelpon seseorang.
__ADS_1
“Mister!” panggil seseorang dari arah belakang. Justin menoleh, ia menghampiri lelaki itu dan mengambil box yang berisi kue ulang tahun. Rupanya sedari tadi, ia sudah menyiapkan kue ulang tahun dan ia menyuruh orangnya untuk memegangangnya di luar.
Setelah menerima kueh itu, Justin menutup pintu. Ia lalu menghampiri Ariana. “Ayo, kita rayakan hari spesialmu,” kata Justin sambil membuka tutup box tersebut dan memperlihatkan kue ulang tahun.
Ariana menoleh sekilas, lalu menunduk kemudian ia mulai berjalan ke arah kamarnya. Diikuti Justin di belakangnya.
Saat masuk kedalam kamar, batin Justin teriris. Jantungnya terasa keluar dari rongga dadanya saat melihat sebuah lilin kecil di simpan di dalam gelas.
Ariana mendudukan dirinya, di susul Justin yang juga mendudukan dirinya di lantai. Justin menurunkan gelas dari meja kecil dan menyimpan box yang berisi kue ulang tahun, menyalakan lilin tersebut lalu memberikannya ke hadapan Ariana.
“Ayo, tiup lilinmu dan panjatkan doamu,”kata Justin. Ariana tak menjawab. Ia menyatukan tangannya dan mengepalkannya lalu mulai berdoa, kemudian meniup lilinya.
“Di mataku kau sempurna.” kata Justin membuat Ariana langsung memalingkan tatapannya ke arah lain. Justin bangkit dari duduknya, berjalan ke arah Ariana.
“Misterrrr!” pekik Ariana ketika Justin menggendongnya ala bridal style.
“Tidurlah ini sudah malam. Kau harus datang ke kampus untuk memperbaiki skripsimu,” kata Justin sambil membaringkan Ariana di ranjang, sedangkan ia duduk di sisi Ariana.
__ADS_1
Justin menarik selimut, lalu menyelimuti tubuh Ariana. Setelah itu, ia mengambil tangan Ariana lalu menggenggamnya.
“Jangan pikirkan apa-apa. Tidurlah!” kata Justin saat Ariana akan membuka mulut. Justin semakin mengeratkan genggamannya karena Ariana berusaha melepaskannya.
30 menit berlalu, Nafas Ariana sudah terdengar teratur, Justin melepaskan genggamannya. Ia mendekatkan dirinya pada wajah Ariana, lalu mencium kening Ariana.
“I love you. Setelah ini, aku pasti akan membawamu ketempat yang sangat jauh.” Justin bergumam pelan. Setelah itu, ia bangkit dari duduknya dan mematikan lampu lalu keluar dari kamar Ariana.
Tepat saat pintu tertutup, Ariana membuka matanya. Karena faktanya dia tak tertidur. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya saat mendengar ucapan Justin.
“Terimakasih, setidaknya cintaku tak bertepuk sebelah tangan,” lirih Ariana. Ya, jika di tanya siapa lelaki yang dicintai Ariana, jawabannya adalah Justin. Lelaki yang selama ini mengikutinya.
••••
“Josh hidung mu berdarah,” kata Briana saat melihat Josh mimisan.
“Dadaku pun terasa nyeri, Bri,” jawab Josh lagi sambil memegang dadanya.
__ADS_1
GENGS hari ini up satu bab dulu ya. Soalnya hari ini hari pertama anakku tatap muka di sekolah jadi aga repot hehe, nnti malem aku usahain up lagi ya.
Karma Josh udh datang wkwkwkw