Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Cinta yang membara


__ADS_3

Mata Amelia membulat, saat mendengar ucapan dokter yang mengatakan bahwa sebenarnya ia dan bayinya baik-baik saja. Lalu, ia dan dokter saling pandang.


Mengerti akan tetap Amellia, dokter langsung berbalik kemudian ia langsung pergi untuk bersiap.


“Gabriel!” panggil Amelia menyadarkan Gabriel dari lamunannya, ia memanggil Gabriel agar Gabriel tidak bertanya lagi pada dokter.


Gabriel menoleh, kemudian menggenggam tangan istrinya. Lalu membungkuk dan menciumi seluruh wajah Amelia.


” Tidak apa-apa, Baby. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Kau dan anak kita pasti selamat,” ucap Gabriel. Ia mengelus keringat di wajah Amelia dengan tangannya.


“Gabriel!” panggil Amelia lagi. Kali ini, Amelia benar-benar ketakutan saat melihat tim Dokter masuk kedalam ruang operasi. Walau bagaimanapun, ini pertama kalinya Amelia melahirkan dengan sadar.


Karena dulu, saat melahirkan Grisya dan Selome, Amelia tidak sadar sama sekali.

__ADS_1


“Tenanglah, Baby,” jawab Gabriel. Ia bisa saja menyuruh Amelia tenang. Nyatanya, kakinya pun gemetaran. Bahkan, ia merasa ia ingin kencing di celana, karena Ini pengalaman pertama Gabriel menemani istrinya dan berada di ruang operasi.


Operasi dimulai, dengan setia Gabriel menggenggam tangan istrinya, dan saat operasi berlangsung, Gabriel dan Amelia sama-sama terdiam tidak ada yang berbicara satu patah kata pun.


Setelah melewati proses yang cukup lama dan cukup menegangkan, akhirnya terdengar suara tangisa bayi. Seketika tubuh Gabriel ambruk di lantai, kala mendengar suara anaknya, Hingga Amelia menoleh.


“Gabriel!” panggil Amelia. Gabriel tak menjawab, matanya fokus menatap kedepan mendengar suara bayi yang sedang bergema di ruangan. Tak lama, dokter mengangkat bayi tersebut, memperlihatkannya pada Gabriel dan Amelia.


Seketika urat-urat dan otot-otot yang menegang di tubuh Gabriel langsung mengendur, kala melihat anaknya yang berjenis kelamin lelaki.


•••


“Bagaimana, apa Amelia baik-baik saja?” tanya Simma, ketika Gabriel keluar dari ruang operasi. Bukannya membalas, Gabriel langsung memeluk sang Ibu.

__ADS_1


“Mom, aku memiliki 2 orang anak sekarang,” kata Gabriel saat dalam pelukan Simma. Ia memeluk Simma begitu erat dan menumpahkan tangisnya. Ia benar-benar bersyukurnya, kebahagiaanya benar-benar sempurna. Sekarang, ia memiliki putra dan putri.


Simma mengelus punggung Gabriel, kemudian Gabriel melepaskan pelukannya. Setelah memeluk Sima, Gabriel langsung berhambur memeluk sang ayah.


“Terima kasih, Dad..Terima kasih," ucap Gabriel. Jika tidak ada Stuard. Ia tidak tahu bisa bertahan atau tidak. Sang ayah menyayanginya dan Gabby walaupun Stuard bukan ayah kandungnya mereka.


Stuard membalas pelukan Gabriel, kemudian ia melepaskan pelukan sang putra. Lalu, ia memegang kedua bahu Gabriel.


“Sekarang, waktunya kalian berbahagia. Jangan lagi menoleh kebelakang,” ucap Stuard. seketika itu juga, Gabriel kembali berhambur memeluk sang ayah. Ia bersyukur, Tuhan menjadikan Stuard sebagai ayah sambungnya dan Gabby


••••


Pintu terbuka, Brangkar Amelia di dorong keluar dari ruang ICU dan akan di pindahkan ke ruang rawat. Gabriel yang sedari tadi menunggu di luar langsung menghampiri brankar dan menggenggam tangan Amelia yang sedang tertidur.

__ADS_1


Scroll lagi gengs. Maaf ye baru update 🥰 aku udpate 3 bab sekarang


__ADS_2