Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
48


__ADS_3

Zayn membuka matanya, ia merasakan tubuhya begitu sakit, punggungnya begitu perih.


Gia


Ia langsung mengingat nama Gia. Dengan refleks, ia pun bangun dari berbaringnya karena khawatir dengan Gia dan calon anaknya.


Zayn merintih saat bangun, punggungnya benar-benar terasa nyeri. Luka di punggung Zayn sangat parah, bahkan punggungnya harus mendapatkan jaitan karena lukanya yang cukup serius.


Zayn berusaha bangkit, dari berbaringnya. Dipikirannya hanya Gia dan calon anaknya. Ia ingin segera melihat kondisi Gia.


Saat dia akan melangkah, dia mendengar suara ponsel, ternyata saat Zayn tak sadarkan diri, suster menaruh ponsel Zayn di ruang rawat Zayn. Beruntung Zayn menaruh ponselnya di dalam Jas dan membuka jasnya sebelum menyusul Gia ketengah lautan.


"Mark!" lirih Zayn saat melihat id si pemanggil.


"Kau dimana Zayn!" bentak Mark di sebrang sana.


Sungguh Zayn ingin sekali mengumpat Mark karena bersikap tak sopan kepadanya, tapi tenaganya sudah terkuras habis.

__ADS_1


"Ada apa kau menelponku?" tanya Zayn.


Mendengar ucapan Mark di sebrang sana, Mata Zayn membulat sempurna, ia mengepalkan tangan, rahang nya mengeras menahan amarah. "Kau yakin, Mark? Apa ini ulahnya?" tanya Zayn lagi. "Apa dia datang ke negara ini untuk menemui Santosh?" sambung Zayn.


Mendengar ucapan dan penuturan Mark di sebrang sana, Zayn menghela napas sejenak, ia sudah mengutuk dirinya sendiri karena, bisa-bisanya dia kecolongan.


"Kau urus disana! aku akan datang besok pagi!" Zayn menutup telpon dari Mark tanpa mendengar lagi jawaban Mark.


"Santosh!" geram Zayn. Ia memejamkan matanya menahan amarah, rupanya masalah yang di hadapi oleh Zayn sangat berat.


Tanpa pikir panjang, ia melepas selang infusan yang terpasang di tangannya.Tanpa memakai pakaian, Zayn langsung membalut tubuhnya dengan Jas, sehingga dadanya terlihat karena tak memaka pakaian lagi.


Ia berjalan dengan cepat, mengabaikan sakit yang di rasakannya, setelah ia keluar dari ruang rawatnya. Tujuannya adalah bertanya pada suster dimana ruang rawat Gia. Semua memandang Zayn dengan aneh, karena Zayn hanya memakai jasnya saja, otomatis dada bidang dan perut sispacknya terpangpang nyata.


Setelah suster memberi tau ruangan Gia dan memberitau tentang kondisi Gia dan calon anaknya. Zayn pun langsung melangkahkan kakinya ke ruangan yang tadi di beritaukan oleh suster.


Ia membuka pintu dengan perlahan, ia berjalan sangat pelan. Ia menarik kursi dan duduk di sebelahnya brankar Gia.

__ADS_1


Zayn menarik tangan Gia dan dan menggenggamnya, sejuta sesal menghantam dadanya. Andai saja ia tak mengingat Gia, mungkin saat ini ia Gia dan calon anaknya ....


Zayn menggeleng saat membayangkan kemungkinan terburuk jika saja ia tak datang menyelematkan Gia.


Zayn menatap Gia lekat-lekat, ia beryukur mengingat Gia di saat yang tepat, ia merapikan rambut Gia yang menutupi wajahnya, terlihat jelas wajah Gia begitu pucat.


"Gia, seandainya aku mengingatku lebih cepat, aku takan melibatkanku dalam dendamku, seandainya aku ingat lebih cepat aku takan menyakitimu. Maafkan aku, kini kau tak bisa mundur, dan aku tak bisa melepaskanmu. Sebisa mungkin aku akan melindungi kalian," lirih Zayn dengan suara pelan. Saat ini, banyak sekali yang mengincar nyawa Zayn, dan ia harus tetap kuat karena mungkin saja mereka juga akan mengincar Gia dan calon anaknya. Untuk saat ini, Zayn terpaksa menjaga Gia dengan caranya.


Setelah cukup lama memandang wajah Gia, Zayn pun bangkit dari duduknya, ia mencium kening Gia. Ia tak tau bagaimana perasaanya pada Gia setelah ingatannya kembali, yang ia rasakan, ia hanya ingin melindungi Gia dan calon anak mereka.


Setelah mencium kening Gia, mata Zayn pun mengarah pada bagian perut, dimana anaknya sedang tumbuh disana. Ia pun mencium perut Gia, Air mata keluar menyentuh pipinya saat mencium bagian perut, Ia menangis haru. Ia berjanji akan melindungi mereka dengan sekuat tenaga.


Kenapa aku malah terharu sama Zayn ya wkwkwkwwkwkwkwkkwk


auto di serang pendukung Zidan nih.


Scrol lagi ya masih ada satu bab.

__ADS_1


__ADS_2