Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
329


__ADS_3

Mendengar ucapan Ariana, Justin terbatuk-batuk. Bagaimana wanita di depannya ini tau.


"Maksudmu apa?" tanya Justin berpura-pura tenang. Padahal, jantungnya berdegup dua kali lebih kencang. Ia menarik turunkan pahanya, pertanda dia benar-benar gugup. Tidak, ia sudah mengoprasi semua wajahnya dan Ariana takan mungkin mengenalinya.


"Mister, tanpa saya ucapkan pun, Mister sudah pasti tau apa maksud saya. Jangan sampai saya mengungkit apa yang selama ini Mister rahasiakan. Tolong jangan mempersulit skripsi saya dengan alasan pribadi. Kalau begitu saya permisi." Ariana langsung bangkit dari duduknya.


Ariana mungkin tidak sempurna, tapi Tuhan memberikan anugrah kecerdasan yang sangat luar biasa pada Ariana. Ia bahkan, bisa mengingat semua kejadian sedetail detailnya.


Mungkin juga ini sebabnya, Ariana begitu sulit melupakan semuanya. Ia mengingat dengan detail setiap rasa sakit yang ia alami ketika masih kecil.


Pintu tertutup, Ariana keluar dari ruangan Justin. Justin, mengusap wajah kasar, ia menyenderkan punggungnya kebelakang. Sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya. Tapi, ia tak mengerti ... Kenapa gadis yang sudah ia ikuti sedari dulu malah menyadarinya.


"Kenapa kau bodoh sekali!" makinya pada diri, hancur sudah perjuangannya selama ini.


•••

__ADS_1


^^^"Ariana kau kenapa?" tanya Gabriel saat ia melihat Ariana melamun di koridor kampus.^^^


^^^Ariana menoleh, lalu kembali menatap kedepan. Setelah Gabriel duduk, Ariana menyenderkan kepalanya pada pundak Gabriel^^^


^^^Kita satu ayah, kenapa nasib kita sangat berbeda.^^^


Batin Ariana menjerit perih. Ya, Ariana tau silislah keluarganya. Saat usainya 17 tahun, Ariana pernah mendengar percakapan sang ayah dengan Zayn, saat itu Josh mengatakan bahwa ia merindukan Gabby dan Gabriel, ia juga mendengar curahan hati ayahnya hingga membuat batinnya semakin teriris perih


Itulah kenapa alasan Ariana bisa bersahabat dengan Gabriel, Karena ia tau, Gabriel adalah Kakanya. Bayangkan, betapa semakin terpurukanya Ariana adik dan Kakanya sempurna sedangkan dia ....


"Gabriel, dimana Amelia. Kenapa dia jarang sekali muncul di kampus," keluh Ariana. ia lebih memilih membahas hal lain dari pada menjawab pertanyaan Gabriel.


"Entahlah, mungkin dia sedang sibuk dengan skripsinya."


"Gabriel apa urusanmu sudah selesai?" tanya Ariana, Gabriel mengangguk. "Antarkan aku pulang, tolong." Pinta Ariana. Gabriel menegakan kepalanya lalu mengangguk semangat. "Ayo!" ajak Gabriel.

__ADS_1


Saat Ariana dan Gabriel sedang berjalan dan ketika mereka akan berbelok. Ariana dan Gabriel hampir saja menabrak seseorang yang tak lain adalah Justin. .


Sejenak, mata Ariana dan mata Justin saling mengunci. Namun, tak lama ... Ariana memalingkan tatapannya ke arah lain.


"Permisi Mister!" pamita Gabriel kala Justin dan Ariana saling Pandang. Justin tersadar, wajahnya berubah menjadi dingin


"Kau ingin membeli sesuatu?" tanya Gabriel saat mereka sudah berada di mobil. Ariana menggeleng. "Aku ingin pulang saja," kata Ariana.


Sejenak, Gabriel menoleh ke Ariana. Ia menarik sabuk pengaman. Saat melewati tubuh Ariana, Gabriel menghentikan gerakannya hingga kini wajahnya dan wajah Ariana begitu dekat.


Detak jantung Gabriel berdetak dua kali lebih kencang. Ia terhanyut. Baru saja ia akan mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana untuk mencium bibirnya Ariana. Namun gerakannya terhenti saat mobil yang terparkir di depan mobil Gabriel menekan klakson.


Ariana membuka matanya, ia menghela nafas lega saat Gabriel sudah kembali ke posisinya. Lalu, ia mengalihkan pandangannya kedepan untuk melihat mobil siapa yang mengelaksoninya. Namun, saat tau siapa yang menekan klakson, Ariana langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain karena ternyata Justin yang menekan klakson tersebut.


Scroll lagi iess

__ADS_1


__ADS_2